
.
.
Tak terasa 7 bulan berlalu begitu cepat. Nazwah mulai merasa lelah untuk sekedar berjalan. Karena perutnya sudah mulai membuncit. Bukan mulai lagi tapi sudah buncit.
Ditambah badan nazwah yang sedikit mungil membuat ia kesusahan untuk berjalan.
Tatkala alvin selalu membantu nazwah jika ingin pergi ke kamar mandi. Bahkan ia tak sungkan untuk membantu istrinya itu saat hendak buang air.
Nazwah tidak terlalu ngidam sesuatu. Hanya saja ia lebih manja dan ingin selalu berada disamping alvin.
Alvin yang masih harus bekerja mengurus dua gedung sekaligus harus bekerja ekstra.
Namun berkat kerja keras dan keuletan nya, ia mampu melewati nya dengan baik. Nazwah sehat dan bayi mereka juga sehat. Perusahaan juga berjalan dengan lancar.
Hingga pada hari ini, yang seharusnya alvin cuti karena harus menemani nazwah melakukan check up. Harus menundanya karena masalah muncul di hotel. Seorang yang mencurigakan masuk kedalam hotel dan diduga membawa bom, hendak melakukan bom bunuh diri.
setelah mendengar kabar itu, alvin langsung pergi ke hotel untuk menangani Masalah ini. Tanpa sadar ia belum memberitahukannya kepada nazwah. Wanita itu masih sibuk mencari pakaian yang cocok untuk ia kenakan ke rumah sakit.
Entah kenapa nazwah akhir' ini sangat memperhatikan penampilan nya. Walau hanya dirumah saja tapi ia selalu memperhatikan style nya. Mungkin itu keinginan si bayi.
Hotel sudah ditutup oleh pihak kepolisian. para pengunjung dan pegawai hotel sudah di kondisikan ke tempat yang aman. Kepolisian berperan banyak dalam kasus ini.
Alvin pergi menuju ruang keamanan ditemani Inspektur kepolisian dan beberapa rekannya.
Mereka memeriksa rekaman cctv Yang merekam laki' berbusana serba hitam dan topi hitam itu membawa ransel yang diduga berisi bom sedang menuju atap gedung.
Inspektur mengintruksikan anggotanya untuk dikerahkan ke lokasi.
Sekitar 45 menit, akhirnya polisi berhasil melumpuhkan pelaku dan memang benar, ransel tersebut berisi bom rakitan.
Bom berhasil dijinakkan dan pelaku sudah dibawa ke kantor polisi. Diduga pelaku adalah seorang *******.
Setelah Keadaan mulai kondusif, hotel mengadakan konferensi untuk sekedar mengumumkan bahwa keadaan sudah kembali aman. Itu disampaikan langsung oleh Alvin selaku pemilik dan CEO kingdom hotel.
"Saya selaku CEO kingdom hotel meminta maaf atas kejadian ini. Dan saya berjanji, akan lebih mengeratkan keamanan hotel. Agar pengunjung dan pegawai kami merasa aman tanpa ada ancaman dari luar. Terimakasih." ucap alvin dalam pidato singkat nya.
"Apa benar, sebentar lagi anda akan menjadi seorang ayah..." tanya seorang wartawan, alvin yang hendak pergi kemudian berbalik menatap wartawan tersebut.
Ia tersenyum kearah kamera. lalu berkata
"Iya..benar... Saya merasa senang karena itu. Mohon doanya semua..." ucap alvin lalu kembali tersenyum.
Alvin menjauh dari kerumunan wartawan yang berkumpul. Hingga ia mulai ingat bahwa ia belum izin kepada nazwah.
Buru' ia masuk ke mobil dan melesat pergi menuju rumah.
Ia langsung disambut tatapan tak suka dari nazwah.
Yang berdiri di depan pintu, seperti nya dia sudah menunggu sejak tadi.
"Maaf sayang... tadi ada urusan mendadak di hotel..." ucap alvin.
"Nggak mau tauu..." Bentak nazwah.
bukannya takut alvin malah ingin tertawa mendengar bentakan nazwah. Karena pengucapan nya yang seperti anak kecil.
"Kok malah ketawa..." tanya nazwah.
"Nazwah sebel sama kakak..." kesal nazwah lalu masuk kedalam rumah.
__ADS_1
"Tadi turun dibantuin siapa..." tanya alvin yang mengekori nazwah.
"Terserah..." Jawab nazwah.
Alvin tersenyum geli lalu ia mendekati nazwah. Ia melingkarkan tangannya diperut buncit sang istri.
"ayoo... kita liat baby twins nya... keadaan nya gimana didalam sana..." ucap alvin lembut.
"Katanya kesal sama papanya... ninggalin mommy nya sendirian...." ucap nazwah.
"Kan mommy nggak sendirian... ada bi narsih disini..." ucap alvin sambil mengelus perut nazwah.
"Katanya ngambekk..." ucap nazwah.
"jangan ngambekk dong... Teman papa siapa dong kalau dingambekin..." ucap alvin.
"Yaudah... sebagai gantinya papa cium mommy dulu..." ucap nazwah.
"Yaudah ini papa cium mommy..." ucap alvin lalu mencium pipi nazwah lalu beralih ke bibir nazwah. kecupan singkat nan manis dari seorang suami ke istrinya.
Mereka turun menuju meja makan, alvin membantu nazwah menyusuri tangga dengan hati'.
"makan yang banyak... biar baby nya sehat" ucap alvin sambil menyendok sayur kepiring nazwah.
nazwah menatap alvin jengah, pasalnya sudah kedua kalinya alvin menambahkan sayur ke piringnya. yang tadi belum habis nah ini udah ditambah lagi.
"ayoo makan..." ucap alvin.
nazwah hanya bisa menurut walau sebenarnya dia sudah merasa kenyang.
"kak... udah yaa... nazwah udah kenyang" rengekku.
"tunggu bentar kakak ganti baju dulu... baru kita ke rumah sakit" ucap Alvin yang dibalas anggukan oleh nazwah.
"sayang... itu..." ucapan alvin terhenti karena nazwah sudah terduduk dilantai kesakitan.
Alvin langsung berlari kearahnya.
"Bi narsih...." teriak alvin.
namun tak ada jawaban, mungkin dia sedang keluar.
alvin menggendong nazwah keluar rumah.
"kang... cepet siapin mobil, kita kerumah sakit sekarang" teriak alvin.
"iya den" jawab kang Cecep lalu dengan sigap langsung masuk mobil.
alvin menggendong nazwah masuk kedalam mobil.
"Non nazwah kenapa denn..." tanya bi narsih yang baru datang dengan sekantor plastik berisi deterjen.
"bi... tolong siapin barang' nazwah, nanti kang Cecep jemput bibi...Dan bi tolong kabarin yang lain" ucap alvin.
"iya den" jawab bi narsih.
Mobil melaju dengan cepat menuju rumah sakit. Alvin terus berbicara dengan nazwah agar ia tak kehilangan kesadarannya
"bentar lagi yaa sayang... kamu pasti kuat." ucap alvin.
Nazwah terus mengatur nafasnya. menahan rasa sakit diperutnya.
__ADS_1
##
"gimana Al..." tanya Mama alvin yang baru datang dengan papa alvin.
sedangkan keluarga nazwah belum juga sampai.
"belum bun... nazwah masih berjuang disana" jawab alvin lemah.
"kenapa kamu tidak menemani nya..." kesal mama nya itu. Karena ia tahu hal yang paling dibutuhkan seorang istri disaat seperti ini adalah suaminya.
"Tapi ma... alvin takut" jawab alvin pelan.
"cepat masuk. Kalau kamu takut, nazwah lebih takut didalam sana" omel papa nya yang emosi melihat putranya itu.
Alvin bukannya takut melihat darah, namun ia takut melihat nazwah kesakitan nantinya. ia tak sanggup melihat itu. Namun setelah mendengar ucapan orang tuanya itu. ia menjadi sadar. Kalau ia tak boleh seperti ini. jika bukan dia siapa lagi yang akan mendukung nazwah.
Ia masuk keruangan yang berada tepat di depannya itu. setelah mengenakan baju khusus, ia menghampiri nazwah yang masih berjuang dengan sekuat tenaga
ia menggenggam tangan nazwah yang langsung dibalas oleh nazwah. nazwah meremas sprei matras rumah sakit dengan tangannya yang satu lagi.
Mengatur nafas sesuai arahan suster.
"iyaa sedikit lagi bu... Bismillah" ucap dokter Wiki.
"Ayo sayang... kamu pasti bisa" bisik Alvin.
Owee....owee... Tangisan bayi menggema diruangan itu. Semua terlihat senang tak terkecuali alvin dan nazwah.
"Alhamdulillah..." ucap dokter Wiki
Owee.... Owe... Tangisan bayi kedua terdengar tak kalah keras. Air mata kebahagiaan tak terbendung. Alvin memeluk nazwah, dan nazwah tersenyum simpul. wajahnya pucat namun tak memudarkan kecantikan wajahnya.
"selamat.... bayi nya laki' dan perempuan" Ucap dokter Wiki.
Mata alvin berbinar mendengar ucapan dokter Wiki, namun tak lama. Keadaan menjadi tegang karena tiba' nazwah tak sadarkan diri.
Dokter langsung bergerak, melakukan berbagai upaya namun. 15 menit berlalu namun nazwah tak kunjung sadar, tiba'....
Piiiiiiiiipppppppp.....
Dokter terlihat mundur dan menunduk.
"Tidak.... nggak mungkin" ucap alvin tak percaya.
"dokter... kenapa diam... lakukan sesuatu" bentak alvin.
"maaf..." ucap dokter Wiki menunduk.
Alvin terdiam, menatap wajah nazwah yang pucat fasih.
"sayang... jangan bercanda... jangan lakukan itu" ucap alvin.
Sebelum nya, suster sudah membawa bayi twins alvin dan nazwah ke ruangan khusus bayi.
Alvin memeluk tubuh nazwah erat, air mata membasahi pipinya. ia tak mampu berkata kata. Dunianya runtuh seketika, kakinya lemas tak bisa menopang tubuhnya.
Hmmm... gimana kelanjutannya....
Apa baby twins harus besar tanpa sesosok ibu atau gimana....
Tungguin yaaa....☺️
__ADS_1