
Setelah kak Rendy udah pergi, aku mengambil piper bag yg ditinggalkan kak Rendy tadi.
aku mengambil isinya yg adalah baju kaos putih dan celana training hitam.
Huff... aku menarik nafas
"Dasar...nggak ada rasa fashion nya sama sekali, tapi... mending daripada nggak ada" gumamku.
Setelah mematikan kompor, aku berjalan menuju kamar untuk mengganti baju.
Dan kini aku sedang berada didepan tv dengan mie instan yg sudah mulai kusantap.
Sejenak aku melupakan semua yg terjadi namun itu tak berlangsung lama.
Jam menunjukkan pukul 23.30 dan aku masih tidak bisa tidur. Semua kejadian tadi masih terngiang di kepalaku.
ahhhkkk.... Gerang ku.
aku mencari sesuatu yg saat ini sangat kuperluka, aku mencari nya dinakas. siapa tau kak Randy memilihnya.
Dan betul saja, ada banyak disana. yang kucari adalah pil tidur.
tanpa menunggu lama aku langsung meminum pil itu satu tablet namun aku tidak merasakan apa-apa. aku meminum satu lagi dan masih sama. Aku mengambil beberapa pil itu dan langsung kuteguk.
Aku tidak peduli, yang penting aku bisa melupakan semuanya sejenak.
Dan berhasil, aku mulai tertidur.
~ Author POV
Hari sudah pagi, namun nazwah masih belum bangun dari tidurnya. Handphone nya sedari tadi berdering namun dia tetap saja setia dengan tidurnya.
Itu panggilan dari Randy, sudah ada sekitar 59 panggilan tak terjawab dan 15 pesan yg tidak dibaca.
Randy merasa khawatir, dia takut nazwah kenapa'. jadi dia menyusulnya ke apartemen.
Setelah berada di depan pintu, Rendy menekan bell rumah. namun tidak ada jawabannya. diapun memasukkan sandi dan pintu pun terbuka.
"nazwahh...." panggil rendy namun tidak ada jawaban.
Rendy mencoba mencari kekamar, dan dia mendapati nazwah yg tertidur pulas.
"nihh anak kebo banget sihh....massa bell rumah segitu kenceng nggak denger..." gumam Rendy.
Hingga matanya melihat botol obat yg tergeletak diatas nakas.
__ADS_1
"Astaga....nazzz... pantesan nggak bangun' dia minum obat rupanya" ucap Rendy lalu meraih botol obat itu.
"kok tinggal dikit, gue kan udh lama nggak minum. Apa jangan'...." Randy menggantung perkataannya.
ia langsung memeriksa keadaan nazwah yang sudah mulai memucat.
Dengan cepat dia menggendong nazwah menuju mobilnya untuk pergi ke rumah sakit.
"Bentar ya nazz... dikit lagi sampe kok..." ucap Rendy khawatir.
Mereka pun sampai di kingdom hospital, dengan sigap Randy menggendong nazwah memasuki rumah sakit.
Setelah diperiksa oleh dokter, ternyata nazwah over dosis obat tidur.
Dan sekarang sedang istirahat di ruang rawat inap.
Randy mencoba menghubungi Alvin untuk memberitahu keadaan nazwah.
telepon tersambung.
" halo..." ucap alvin dari seberang sana.
terdengar dari suaranya dia pasti tidak tidur semalaman.
"halo al...inii...gue lagi dirumah sakit, nazwah..." ucapan Rendy terpotong.
"nazwah over dosis obat tidur al. dia sekarang dirawat di kingdom hospital" ucap Rendy to the point.
"klw lo nggak mau datang juga nggak papa, itu terserah lo. Yg penting gue udah bilang, jangan sape lo nyesal nantinya" ucap Rendy yg sudah mulai emosi dengan sikap alvin yg begitu cuek dengan istrinya sendiri.
Rendy langsung mematikan telfonnya.
arghhhkk... Gerang alvin frustrasi.
"Kenapa semua ini harus terjadi sihhh...." teriak Alvin
setelah memenangkan dirinya, alvin memutuskan untuk datang menemui nazwah. Dia harus mendapatkan alasan kenapa nazwah melakukan semua ini.
Kurang apa coba dia sampai nazwah berani selingkuh dengan pria lain.
~skip rumah sakit
Alvin sudah berada didepan ruang inap nazwah. dia menarik nafas panjang lalu memasuki ruangan itu.
Ia melihat nazwah yg terbaring lemah diatas tempat tidur rumah sakit dengan selang infus yg melekat ditangannya.
__ADS_1
Alvin mendekat kearah nazwah.
"nazz... kenapa sihh lo lakuin inii..., asal lo tau gue itu sayang banget sama lo, tapi kenapa lo ngecewain gue" ucap alvin pelan.
Pintu ruangan terbuka menampakkan Randy yg mengenakan seragam dokternya.
"ohh...lo datang juga yaa.... kirain nggak mau datang" ucap Randy sinis.
Alvin menatap tajam kearah Rendy.
"maksud lo apaan haa..." ucap alvin sedikit menaikkan nadanya .
"yaa...gue kira...lo yang natabene nya suami dari nazwah yg sama sekali tidak percaya dengan istrinya sendiri dan lebih memilih percaya dengan semua rencana orang lain, masih punya nyali buat ketemu istri nya" ucap Rendy.
Alvin langsung emosi lalu berjalan kearah rendy dan menarik kerah baju rendy.
"nggak usah ikut campur deh lo...lo nggak tau apa-apa..." ucap alvin emosi.
Mereka saling menatap dengan penuh emosi hingga tanpa mereka sadari seorang nazwah sudah sadar dan merasakan sakit di seluruh tubuhnya.
"t.. tolong..." lirih nazwah
kedua orang yg tadinya emosi itu pun menoleh ke sumber suara.
Randy langsung berlari kearah nazwah yg kesakitan sedangkan Alvin hanya diam ditempat.
"kak...kepala nazwah sakitt..." lirih nazwah.
"bentar yaa kakak panggilin dokter" ucap Rendy panik.
"al...cepet panggilin dokter" perintah Rendy.
alvin hanya diam.
"biarin aja...klw bisa biar mati sekalian tuh ja***g" ucap alvin.
Rendy yg mendengar itupun langsung emosi.
"dasar kamu ba****t..." bentak Rendy lalu berlari keluar ruangan untuk memanggil dokter.
Setelah dokter memeriksa dan menyuntikkan obat pereda sakit kepada nazwah. dokter pun keluar dari ruangan.
"kenapa lo masih disini...klw cuman mau cari masalah mending lo pergi jauh-jauh" ucap Rendy.
"Gue perlu penjelasan dari nih orng, kenapa dia lakuin semua ini sm gue, apa salah gue sampe dia selingkuh sama orng lain" ucap alvin.
__ADS_1
"argh...dasar yaa lo...asal lo tau yaa a*j**g, nazwah itu dijebak sama dua orang itu. mereka bersekongkol buat ngerusak hubungan kalian. Dan lo lebih memilih percaya sama kebohongan mereka dibandingkan sama istri lo sendiri...emang dasarr...." ucap Rendy penuh emosi.
Alvin hanya terdiam mencerna setiap ucapan dari sepupu nya itu.