
Setelah mandi dan kemudian sholat ashar. Yaa..aki sudah sholat karena tamunya udh pergi. Aku membantu bi narsih menyiapkan makan malam, tadinya bi narsih menolak namun aku tetap kekeh untuk membantunya.
Sekitar pukul 17.30 kak Alvin pulang dari kantor. Dia terlihat sangat lelah, jadi aku mencoba sedikit menghiburnya.
Oh... ya soal konser itu, aku sudah melupakan nya. karena percuma saja, kak Alvin bakal tetap tidak membolehkan nya.
"Kak...udah pulang" ucapku yg menghampiri kak alvin dari dapur.
kak Alvin hanya mengangguk. aku mengambil alih tas kerjanya lalu berjalan beriringan menuju kamar.
saat ini kak Alvin sedang mandi, dan aku menyiapkan pakaian nya.
Pintu kamar mandi terbuka, menampakkan seorang laki' yg hanya mengenakan handuk yg melilit di pinggang nya.
Aku sedikit terkejut lalu mengalihkan pandanganku. Kak Alvin terkekeh melihat tingkahku.
Bukannya cepat' mengenakan bajunya, kak Alvin malah mendekat kearah ku yg berdiri didekat tempat tidur.
"k..kakak mau ngapain" ucapku gugup
kak Alvin tersenyum jahil.
"Tamunya udh pergi kan, nanti malam yaaa..." bisik kak Alvin.
Pipiku terasa panas, buru'aku pergi menjauh dari kak Alvin. kalau kak Alvin lihatku yg sedang blusshing bisa' dia akan menggoda ku.
"siap' yaaa...." teriak kak Alvin dari dalam kamar.
Aku memang sudah berada di luar kamar.
setelah sholat magrib, aku dan kak Alvin makan malam bersama.
Setelah selesai makan, kak Alvin pergi duluan kekamar, sedangkan aku sedang mencuci piring.
Bi narsih tadi sore permisi pulang ke kampungnya. Katanya ada family yg meninggal dunia.
jadi mungkin sekitar 3 hari baru kembali.
__ADS_1
Aku menyusul kak Alvin ke kamar, sebenarnya aku sedikit ragu. Namun aku mencoba memberanikan diri.
Kulihat kak Alvin sedang sibuk dengan laptopnya, aku menarik nafas lega.
Aku mendudukkan dirinya diatas ranjang lalu mulai bergulat dengan laptopku. Menyelesaikan tugas dari dosen.
Aku masih fokus dengan laptop ku hingga tanpa kusadari kak Alvin sudah berada disampingku. dia menatapku yg begitu fokus sampai' tak menyadari kehadirannya.
"Fokus bangett...." ucap kak Alvin tiba'.
"astaghfirullah...kakak ngagetin ajaa" Ucapku
"sholat isya dulu yuk" ajak kak alvin dan akupun mengangguk mengiyakan.
Setelah mengambil wudhu, aku dan kak Alvin pun melaksanakan sholat isya berjamaah.
Setelah selesai berdoa kak alvin membaliklan badannya menghadapku. ia mengulurkan tangannya dan aku menerimanya lalu mencium punggung tangan nya itu.
Kemudian kak Alvin mencium keningku. Itulah ritual yg selalu kami lakukan setelah selesai sholat.
Kak Alvin tersenyum hangat lalu mulai melepaskan mukena yg kupakai.
*Hanya mereka yg tau kelanjutannya.
Saat ini aku dan kak Alvin sedang tertidur begitu pulas. Hingga tiba' handphone ku berdering.
"huamm...siapa sihh yg nelfon malam' begini ..." gumamku lalu mengambil handphone ku yg ada diatas nakas.
"iyaa...haloo.." ucapku serak seperti halnya orng yg baru bangun tidur.
"Maaf mba mengganggu, saya hanya ingin tanya. apa mba mengenal wanita pemilik handphone " ucap orang tersebut dari seberang sana
Aku melihat kearah layar handphone ku menampakkan nama Kak Linda terpampang di sana. Aku membelalakkan mataku.
"iyaa...ada apa yaa pak, kok handphone teman saya ada sama bapak" tanyaku sedikit panik
"teman mba mencoba bunuh diri, namun dapat dihentikan oleh warga yg melihat kejadian itu. Dan teman mba sekarang berada di rumah sakit XZ, dia pingsan karena tadi sempat dibius" jelas bapak tersebut.
__ADS_1
"iy..iyaa pak saya segera kesana...." ucapku lalu mematikan telfon.
aku buru' beranjak dari tempat tidur untuk mengganti baju. Namun ternyata kak Alvin terbangun.
"sayang mau kamana malam'beginii..." tanya kak alvin melihatku yg hendak pergi.
"temen aku masuk rumah sakit kak..." jawabku sedikit panik.
"tunggu...biar kakak anter" ucap kak Alvin lalu beranjak dari tempat tidur.
Sekarang kami sedang berada dijalan menuju rumah sakit. Ini sudah hampir pukul 1 pagi.
Sesampainya di rumah sakit aku langsung berlari kedalam.
Terlihat kak Linda terbaring lemah diatas tempat tidur rumah sakit.
Dokter datang menemui ku dan kak Alvin yg berdiri disebelah pasien.
"maaf...apa kalian keluarga pasien..." tanya dokter itu.
"saya temannya dok, teman saya kenapa yaa dok" ucapku.
"Dia hampir bunuh diri, namun beruntung dapat dihentikan. Sebelumnya pasien sempat melakukan perlawanan jadi terpaksa kami menyuntikkan obat bius, kira'besok pagi sudah siuman" jelas dokter.
"baik dok, terimakasih" ucapku.
Aku masih setia berada disamping kak Linda sedangkan kak alvin pergi kebagian administrasi.
Setelah itu, aku menyuruh kak alvin untuk pulang namun dia tetap tidak mau. jadi terpaksa kami berdua menginap di rumah sakit.
Paginya, kak Linda sudah sadar namun dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Saat aku berbicara kepadanya pun dia tidak menjawab.
Pagi tadi setelah sholat subuh, kak Alvin pulang kerumah untuk mandi dan sekalian membawa beberapa perlengkapan untukku dan kak Linda.
Aku berencana ingin membawanya pulang. Mungkin jika berada dirumah, kak Linda akan mulai terbuka.
Sekitar pukul 08.15 kak Alvin sudah sampai dirumah sakit, kak Alvin tidak pergi ke kantor.
__ADS_1
kami membawa kak Linda kerumah, didalam perjalanan kak Linda sama sekali tidak mengucapkan sepatah katapun.
Setelah sampai dirumah, aku mengantar kak Linda ke kamar tamu. Aku mencoba menghiburnya namun dia sama sekali tidak merespon.