
.
.
.
** 7 bulan kemudian
Tak terasa kandungan nazwah sudah memasuki 8 bulan. Perutnya sudah buncit, sehingga nazwah terkadang sedikit kesusahan.
Dan Linda sudah siuman dari 6 bulan yg lalu. Kini dia menerima hukuman atas semua perbuatannya.
Selama tujuh bulan ini nazwah di Diperlakukan bak seorang ratu oleh alvin.
Alvin sangat memperhatikan semua yg dilakukan oleh nazwah.
Bisa dibilang dia sangat posesif, terkadang itu membuat nazwah sedikit risih dengan sikap alvin.
Namun semua itu alvin lakukan demi calon anak mereka. Yang menuru hasil USG adalah bayi kembar.
Itu membuat alvin tambah bahagia.
Mereka sudah mempersiapkan semua. Agar sampai persalinan semua berjalan lancar.
Malam ini, alvin dan nazwah tidur lebih awal karena besok pagi harus pergi ke rumah sakit untuk check up.
Namun, baru 2 jam tertidur nazwah terbangun karena perut nya sakit sekali.
"Kakkk...." teriak nazwah.
Alvin yg mendengar itu pun langsung kaget, nazwah terlihat kesakitan sekali.
Dengan cepat ia menggendong nazwah untuk dibawa kerumah sakit.
Dengan ditemani bi narsih dan kang Ujang, mereka pergi buru'ke rumah sakit.
Alvin sangat panik, sekaligus takut terjadi sesuatu kepada nazwah.
Ia terus menenangkan nazwah yang sangat merasa kesakitan
Sekitar 10 menit, mereka sampai di depan rumah sakit. Alvin langsung menggendong nazwah masuk kedalam rumah sakit.
para Perawat langsung menyambut dengan sigap.
Nazwah langsung dilarikan ke ruang bersalin.
__ADS_1
Dan karena permintaan nazwah, alvin pun ikut masuk keruangan itu. Sebenarnya ia sedikit takut, apalagi harus melihat nazwah menjerit kesakitan nantinya. namun ia membuang jauh-jauh rasa takut itu.
Ia akan menemani istrinya itu melewati masa sulitnya.
Dokter sudah memulai tugasnya. Dengan sekuat tenaga nazwah berjuang.
Alvin menggenggam tangan nazwah erat, begitu juga dengan nazwah.
Air matanya menetes menahan kesakitan yg dialami oleh ibu' pada umumnya.
Hingga suara tangisan terdengar, rasa lega dan bahagia menyelimuti hati alvin. Satu lagi tangisan bayi terdengar nyaring diruangan itu.
Alvin tak henti mengucapkan syukur kepada Allah.
Alvin mencium kening nazwah yang bercucuran keringat.
Mereka tersenyum bahagia, Namun hanya sebentar karena tiba' nazwah tak sadarkan diri.
Dokter bergegas memeriksa nazwah.
Alvin masih terdiam ditempat, melihat dokter yg bekerja keras melakukan berbagai cara untuk mengalamatkan nazwah.
Hingga suara mesin berubah.
______________________________________________
"innalillahi wa innailaihi roji'un" ucap dokter dan beberapa perawat yg ada di sana.
"Tidak... Jangan ucapkan ituu..." teriak alvin.
"Istri saya tidak mungkin matii... dia tadi baru berhasil melahirkan anak kami dan dia tersenyum bahagia... tidak mungkin dia pergii...." bentak alvin.
Air matanya tak terbendung, hatinya teramat sakit.
"Jangan begitu pak.." ucap dokter.
"Diam kamu..." bentak alvin.
Melihat alvin yg begitu sedih dokter menyuruh semua perawat untuk keluar.
Alvin memeluk tubuh nazwah yang sudah tak bernyawa itu. ia menangis histeris, hingga dua orang wanita paruh baya dan dua laki' paruh baya memasuki ruangan.
Mereka langsung berhamburan menghampiri tubuh kaku nazwah.
Air mata membanjiri pipi, meratapi kepergian sang Putri tercinta.
__ADS_1
Diruangan yg lain. Dua bayi laki' kembar yg baru saja dilahirkan oleh ibunya harus kehilangan sang ibu.
Mereka belum sempat melihat ibu mereka, namun nasib berkata lain.
Bayi kembar itu menangis histeris, tanpa mereka tahu apa penyebab sebenarnya mereka menangis.
Sungguh bayi yang Malang 😔ðŸ˜
Setelah alvin mulai tenang dan menerima semuanya. Ia pergi meninggalkan nazwah yang hendak dipindahkan dari ruangan itu.
Alvin pergi ke ruangan tempat anak nya berada.
Ia menatap lirih kedua bayi itu, mereka tidak memiliki dosa sehingga harus kehilangan seorang ibu.
Alvin mengadzani kedua anak laki'nya itu bergantian. Ia membisikkannya pada telinga bayi yg hanya terdiam. Mereka tidak terlalu rewel.
Air mata alvin tak terbendung, hatinya teramat sakit.
~ Nazwah POV
\*\*Sebelum nazwah tak sadarkan diri
Air mataku menetes, hatiku terharu kala mendengar suara tangisan dua bayi laki' yg menggema di ruangan ini.
Rasa sakit yang tadi kulalui terbayar sudah dengan kehadiran mereka.
Namun kebahagiaan itu tak bertahan lama, Penglihatan ku perlahan buram. Aku hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Yang terpenting adalah bayiku sehat dan baik\-baik saja.
__ADS_1
Mataku terpejam seketika.