Takdir Yang Tidak Kuduga

Takdir Yang Tidak Kuduga
KAK LINDA


__ADS_3

"mba saya pesen'- " ucapan ku terpotong karena melihat karyawan cafe.


"Kak Linda..." ucapku.


Karyawan cafe itu menatapku intens.


"hmm... iyaa saya Linda, mba kenal saya darimana.." tanya karyawan itu.


"Kakak lulusan SMA Nusantara kan...aku nazwah kak..." ucapku


"naswah..." ucapnya mengingat.


"ohh...nazwahh...Ahh.. udah lama nggak ketemu..." ucap kak Linda.


"kamu gimana kabarnya..." tanya kak Linda.


"Baik kak, kakak sendiri gimana.."sambungku


"Baik, seperti yg bisa kamu liat...oh ya kamu kesini mau beli cake yaa...pilih aja mau yg mana. Semuanya enak' lohh" ucapnya.


"Kakak kerja disini..." tanyaku


"iyaa..." jawab kak Linda.


aku mangut-mangut ngerti. Aku mulai melihat' cake yg ada di sana.


"kak aku pesen rainbow cake sama brownies coklat nya yaa..." ucapku.


"ohh...tunggu sebentar ya..." ucap kak Linda


aku mengangguk.


~Skip rumah


Aku merasa aneh dengan sikap kak Linda, dia berubah. Dulu dia sangat periang dan selalu tersenyum. Tapi sekarang dia menjadi pendiam dan sedikit tersenyum.


Ahh...aku merindukan kak Linda yang dulu.


Aku penasaran apa yg sebenarnya terjadi pada kak Linda.


jadi aku mencoba mencari tahu dengan bertanya kepada zihan.


Trtt... panggilan tersambung.


"Assalamualaikum zihan" ucapku.


"waalaikum salam" jawab zihan lemas.


"kok lemas gitu jawabnya.." ucapku.


"Lagi bosennn nihhh ..." jawabnya dari seberang sana.


"ohh...lagi bosen. Kesini aja, lagi sendiri juga nihh" ucapku


"bener....ok aku otw" ucap zihan semangat lalu menutup telfonnya.


"ahh..dasar anak iniii..." gumamku.

__ADS_1


Sekitar 25 menit kemudian, bell rumah berbunyi dan itu adalah zihan tentunya.


"wahh... cepet jugaa.." ucapku.


"hehe...lagi sendirian dirumah, mama sama papa lagi diluar kota" jawabnya.


"yaudah yok masukk..." ucapku.


"wahhh rumah lo bagus bangett nazz" puji zihan.


"Biasa aja kaliii" ucapku sambil memutar bola mataku.


"hehe...ehh..tapi seperti familiar, padahal aku baru pertama datang sekini" ucap zihan bingung.


"Nahh...itu diaa... lo ingat nggak dulu waktu kls x, gue pernah gambar rumah impian ku dan kertasnya hilang" ucapku.


"iyaa..dan lo sempat nangis klw nggak salah" ucapnya jahil.


"ahh..massa sih gue nangis" elakku.


padahal sih bener, aku sempat nangis saat itu. karena aku sudah susah payah menggambarnya.


"hahaha....terusss" ucap zihan.


"kertasnya itu ada sama kak Alvin, dan ini semua sesuai dengan skema itu" jelasku.


"wahh ...emang ya... kalian udh jodoh" ucap zihan


"iyaa kali yaa..." jawabku.


"oh yaa zi...tadi gue ketemu kak Linda" ucapku


"biasa aja kali...." ucapku dan zihan hanya cengengesan


"dia bekerja di cafe yg ada dijalan Supratman, kok dia bisa kerja disitu ya... setahuku dia kan berasal dari keluarga yg cukup berada" ucapku.


"ohh...lo nggak tau, setelah kak Linda lulus SMA, keluarga nya bangkrut gitu. jadi terpaksa kak linda nggak bisa lanjut masuk kuliah" jelas zihan.


"ohh...jadi itu sebabnya kak Linda terlihat begitu sedih nggak kaya dulu selalu ceria" ucapku.


"udhlah nggak usah dipikirin, nonton kuy.." ucap zihan semangat.


"yukkk..." jawabku.


Dan siang ini kami menghabiskan waktu menonton drama Korea.


"ehh...nazz...Hari minggu besok BTS adain konser lohh..." ucap nazwah.


"ahh massaaa.... Kami udh beli tiket.."tanyaku.


"Udah...klw mau ikut buruan beli, nanti keburu habis" ucap zihan.


"udah dari dulu pengen ketemu langsung, nggak pernah kesampean" ucapku pelan.


"ehhh....bukannya kita udah pernah pergi dulu" ucap zihan.


"ahh massa sihh....kapannn" tanyaku bingung

__ADS_1


"setelah lulus SMA dulu " ucap Zihan.


" ahh...ituuu..." jawabku pura' tau.


"yaudah...klw gitu gue pulang dulu, udah sore" ucap Zihan.


"ohh... iyaa" jawabku singkat.


"kalau udah dapet tiketnya bilang yaa biar berangkat bareng" jelas zihan dan aku hanya mengangguk.


"Gue pamit, assalamualaikum" ucap zihan yg sudah ada di depan pintu.


"waalaikum salam" jawabku.


Setelah zihan sudah pulang, tak beberapa lama kemudian kak alvin pulang dari kantor.


"assalamualaikum" ucap kak Alvin.


"waalaikum salam" jawabku.


"ehh...kakak udh pulang" ucapku semanis mungkin.


Aku mendekat kearahnya lalu merebut tas kantor yg ada ditangannya. Aku memeluk lengannya manja.


"kakak mau dimasakin apa... kakak pasti capek yaa...bilang aja biar nazwah masakin" ucapku.


kak Alvin mengernyitkan keningnya heran dengan sikapku.


Aku kira kak Alvin bakal nanya kenapa aku begini. tapi aku salah besar.


"hmm...sayangg... nggak usah masak yaa malam ini. kita makan diluar jadi kamu siap'aja ok" ucap kak alvin tak kalah manja.


aku hanya diam mematung


"astaga...ini mah namanya senjata makan tuan" benakku.


kak Alvin tersenyum jahil kearahku lalu berjalan menuju kamar, meninggalkan ku yg masih terdiam ditempat.


Setelah itu aku menghampiri kak Alvin di kamar. Rupanya kak Alvin sedang mandi.


Aku mendapati sebuah dress selutut warna Pink.


"wahh...cantik bangett..." ucapku dalam hati.


Tanpa kusadari kak Alvin sudah keluar dari kamar mandi.


"Dipakai yaa..." ucap kak Alvin lembut.


aku mengangguk sangat.


"kak.." panggilku kepada kak alvin yg sedang berdiri didepan lemari pakaian.


"hmm.."jawab kak alvin.


"hmm...nggak papa" ucapku Sambil nyengir.


tadinya aku ingin minta izin pergi ke konser, tapi kuurungkan.

__ADS_1


"nanti aja pas makan malam" benakku.


__ADS_2