
Aku membuka mataku dan mendapati diriku sedang tertidur sebuah kamar. Aku bangkit lalu keluar dari kamar tersebut, Aku mendapati kak Alvin yg terlihat sibuk dengan beberapa dokumen yg menumpuk di mejanya.
Ia melihat ku yg keluar dari kamar.
"udah bangun"tanya kak alvin
"hehe... nazwah tadi ketiduran yaa" Ucapku malu.
"Kamu laper nggak, kita makan siang dulu yuk" ucap kak Alvin hendak berdiri
Namun langsung aku mengelak.
"Eh...nggak usahh...Biar nazwah sendiri aja, Kakak udh makan belum biar sekalian Nazwah beliin" ucapku.
"Emang nggak papa" ucap kak alvin.
"iyaa nazwah nggak papa, kakak kerja aja biar nazwah yg beli makanan" ucapku.
"ohh... yasudah, kamu beli makanannya di kantin kantor aja biar deket" jelasnya yg kubalas dengan anggukan.
Aku keluar dari ruangan, sebelum aku pergi kekantin aku terlebih dahulu pergi ke toilet untuk sekedar mencuci muka agar terlihat lebih fresh.
Aku sekarang berada di lift bersama beberapa karyawan kantor.
saat lift terbuka aku keluar dari lift, bisa terdengar olehku mereka membicarakan aku.
"itu... istri pak Alvin yaa....cantik juga sihh....tapi lebih cantikan aku" ucap seorang karyawati.
"Denger' Dia masih kuliah" sambung seorang karyawan.
"ahh...masih muda banget yaa...pasti cuman mau morotin hartanya doang" ucap seorang karyawati lainnya.
"heii... jangan bilang gituu...nanti pak Alvin tau mati kalian" lerai seorang karyawan.
Aku mengabaikan semua celotehan orang'tersebut aku lebih memilih untuk menuju kantin.
Aku tadi bertanya kepada karyawan yg tak sengaja bertemu di toilet, letak Kantin dimana dan dengan senang hati ia memberi tahu ku.
Aku memesan makanan dan minuman untuk ku dan kak Alvin.
Dan sekarang makanan sudah ditangan, aku berjalan menuju kantor kak Alvin.
Namun saat aku membuka pintu ruangan, aku mendapati kak Alvin yg sedang berduaan dengan seorang wanita.
Aku melihat dengan jelas wanita itu menyentuh tubuh kak Alvin.
Aku tidak tahu apa yang mereka lakukan, aku buru' berlari keluar dari ruangan dengan air mata yg sudah membasahi pipiku.
Sebelumnya aku dapat melihat kak Alvin mengetahui kehadiranku diambang pintu. Dan wanita itu juga.
Tanpa fikir panjang aku berlari keluar gedung, Aku tidak tahu mau kemana. jadi aku memilih untuk pergi ketaman yg ada di dekat gedung.
Aku mendudukkan diriku di kursi taman, semua kejadian tadi masih terbayang di benakku.
Hari sudah mulai petang, Namun aku masih setia duduk dikursi taman untuk menenangkan diriku. Handphone ku berulangkali berbunyi, itu dari kak Alvin. Namun aku tidak menjawabnya, hatiku masih terasa sakit.
Aku memandangi beberapa orang yg berlalu lalang. Ada yg berjalan kaki dan ada juga yg bersepeda.
Tanpa sadar Senyumku terukir melihat seorang anak kecil yg sedang asyik bermain di rerumputan.
Dia terlihat begitu senang, bebas dan tanpa beban. Aku iri dengannya
Hatiku terulur untuk menghampiri anak itu namun belum sempat aku mendekat, sebuah tangan menarikku kedalam pelukannya.
Aku meronta-ronta, namun lelaki itu malah memperkuat pelukannya.
"Lelasinnn kakk..." bentakku.
Yaa...itu kak Alvin, walaupun aku tidak melihat wajahnya namun aku bisa mengenalinya dari wangi parfumnya yg begitu kusukai. Namun egoku lebih besar sekarang ini, hatiku masih terlalu sakit dengan ini semua.
Air mataku mengalir begitu derasnya, hingga bisa kupastikan pasti kemeja yg dikenakan kak alvin sekarang ini sudah basah oleh air mataku.
__ADS_1
"Kamu harus dengerin penjelasan aku duluu" lirih kal alvin.
Aku tidak menjawab, aku masih sesenggukan
"Kamu itu salah faham, Tadi itu nggak seperti yg kamu fikirin" ucap kak Alvin.
Aku hanya diam.
"Wanita tadi ituu..." ucapan kak Alvin kupotong
"pacar kakak... nazwah tau kok, kakak itu cuman pura' suka dan sayang sama nazwah. sebenarnya kak nggak suka kan....kakak hanya terpaksa terima perjodohan inii..." ucapku yg masih menangis.
"nggakk.... kakak sayang sama kamu nazwahh...dia ituu...." Ucapan kak Alvin kembali kupotong.
"Aku rela kok kak... kakak punya pacar diluar sana... tapi tolong jangan sok baik dan sok peduli sama nazwah klw akhirnya bikin nazwah sakit hati" ucapku lalu melepaskan diri dari pelukannya.
"Nazwaahhhh...." panggil kak alvin namun aku tidak memperdulikan nya.
Aku masih terus berjalan tanpa tujuan, dengan mata yang sembab dan hidung yg memerah.
Aku sekarang sudah seperti anak kecil yg ditelantarkan oleh orang tuanya.
Air mulai menetes membasahi bumi Pertiwi, aku masih berjalan dibawah hujan yg mulai deras.
Fikiranku amburadul, semuanya kacau.
Entah setan dari mana, ada sebuah fikiran muncul dibenak ku. Yaitu untuk mengakhiri hidupku.
Aku berjalan menyeberangi jalan yg sedikit sepi, hingga aku melihat ada sebuah mobil yg hendak lewat.
Kaki berhenti ditengah jalan, mobil itu membunyikan klakson mobil nya. Aku tidak menggubris nya, aku sudah pasrah dengan apa yg akan terjadi.
Aku menekan mataku, hendak merasakan rasa sakit yg kuyakini hanya akan sebentar dan setelah nya aku akan damai dialam sana.
Namun aku tidak merasakan apa', tidak ada sebuah benturan.
"Apa aku sudah mati, ahhh....ternyata tidak sesakit yg kukiraa..." benakku.
"hmm... Akhirnya aku bisa damai" gumamku.
Namun suara seseorang berhasil mengalihkan ku.
"Woiii....lo mau mati yaaa...." teriak orang itu.
Namun aku tidak menghiraukan nya.
"Ahhh....dasar udah gila kali nihh orang" gerutunya.
"Ayah...bunda...maafin nazwah..." lirihku.
"selamat tinggal, kita pasti ketemu lagi Nanti di surga" ucapku semangat.
"heiii.... sadarrr...." ucap orang tersebut sambil mengguncang bahuku.
"Ahhkk... apa inii..." gumamku lalu aku memberanikan diri untuk membuka mataku.
Aku melihat seorang pria berkemeja hitam dan celana hitam. Ia memegang payung yg sekarang ini melindungi kami dari terpaan hujan.
"Wahhh.... malaikat nya ganteng bangett" gumamku.
Aku memandangi wajah laki' itu, yg memasang wajah heran.
"lo...udah gilaa yaaa...." ucapnya.
Aku melirik kearah belakang lelaki itu, ada sebuah mobil sport warna merah.
"wahh...pak Malaikat.. itu mobil milik bapak, Bagus banget. Samaa kayak mobil kakk..." ucapanku kugantung.
"ahh...sudah lahh ngapain juga pikirin laki' sialan itu...Yaudah pak ayo kita pergi" ucapku lalu menarik tangannya menghampiri mobil yg masih menyala itu.
Aku masuk duluan kedalam mobil, diikuti laki'itu.
__ADS_1
"ngapain lo masuk kemobil guee..." ucapnya kesal
"hahh... bukannya bapak malaikat kesini mau jemput saya" ucapku.
"Bapak malaikat..? maksud kamu apa sihhh" tanyanya heran.
"Bukannya bapak.... malaikat yaa....saya udah matikan pak" ucapku polos.
"Gue bukan malaikat dan lo masih hidup, untung aja tadi rem mobil gue bagus klw nggak udah tamat riwayat lo" ucapnya.
"ohh...jadi aku masih hidup....yahhh kok nggak mati sihhh" gerutuku.
"Lo sebenarnya siapa sihhh...." tanyanya.
"gue nazwah Shalsabilah Utami, panggil aja nazwah" ucapku.
"oh...ok...kok lo bisa kehujanan dijalanan, emang lo nggak punya rumahh" ucapnya mengintrogasi.
Sumpah saat ini aku kedinginan banget, hingga tubuhku menggigil.
laki' itu terulur mengambil jas hitamnya yg ada dikursi belakang dan memberikan nya kepadaku. langsung saja aku menerima nya dan mengenakannya karena aku sangat kedinginan banget.
Wangi parfum laki' ini hampir sama dengan wangi parfum milik kak alvin. ahkk...aku jd teringat dengan kak Alvin. Ahkk sudahlah, dia pasti senang sekarang karena aku tidak lagi mengusik kehidupan nya.
"rumah lo dimana" tanya orang itu.
"hmm...On yaa nama lo siapa" tanyaku mengalihkan pembicaraan
"yg gue tanya rumah lo, kok lo malah nanya balik" ucapnya kesal.
"jangan ngegas gitu kali...."jawabku.
"nama gue Rendy. Dan sekarang bilang dimana rumah lo" ucapnya
"hmm...rumah guee..." aku menggantung ucapannku.
"klw aku pulang kerumah yg ada nanti ayah sm bunda khawatir" benakku.
"gue nggak punya rumah" jawabku
"jangan bohong..." ucapnya.
"iyaa...gue nggak bohong " ucapku meyakinkan nya
"Hmm...kayanya lo orang kaya, Apa lo ada lowongan kerja gituu...jadi pembantu juga bolehh" ucapku.
Namun seketika ia memberhentikan mobilnya, Lalu memberikan ku payung dan meyuruhku keluar.
"keluar guee bilang" ucapnya.
"hmm... tapi saya hanyaa..." ucapanku terpotong.
"KELUAR" bentaknya.
Klw sudah dibentak begini, rasanya aku seperti seorang gembel yg sedang meminta makanan tapi bukannya mendapat makanan malah mendapat bentakan.
Akupun keluar namun aku tidak mengambil payung yg diberikannya dan aku juga mengembalikan jas nya tadi.
Aku tersenyum kecil kearahnya lalu menutup pintu mobil. Seketika mobil itu pun melaju.
"Hufff ...." aku menarik nafas panjang.
Aku duduk di trotoar jalan, menikmati air hujan yg mengguyur tubuhku.
Air mataku perlahan mulai jatuh. Jalanan sangat sepi karena ini sudah malam.
Badanku mulai lemas dan penglihatan ku buram. mungkin karena dari tadi siang aku belum makan.
Tubuhku pun menyentuh trotoar jalan ditemani hujan deras malam ini.
Sedihhh bangettt ...(╥﹏╥)😭
__ADS_1