Takdir Yang Tidak Kuduga

Takdir Yang Tidak Kuduga
Liburan


__ADS_3

.


.


Tak terasa sudah 2 tahun lebih setelah aku dan kak Alvin menikah.


Dan aku sudah lulus, dengan nilai yang Lumayan memuaskan.


Yaa... sudah 2 tahun, Belum ada tanda' akan perubahan pada diriku. keluarga dari kak alvin dan keluarga ku juga sudah tidak sabar menunggu kehadiran anggota keluarga baru.


Namun, Belum ada sampai sekarang. Allah pasti punya rencana untuk kami. Kami hanya bisa berdoa dan berusaha.


Kak Alvin juga tidak terlalu mem permasalahkan hal itu. mungkin belum sekarang begitulah yang ia katakan.


.


.


Akhir' ini kak Alvin tidak terlalu sibuk, jadi selalu cepat pulang.


"Kak... liburan yukk..." ajakku pada kak Alvin yang tengah fokus dengan TV.


"Liburan kemana..." tanya kak alvin dengan matanya yang masih terfokus ke TV.


"Kemana aja..yang penting liburan..." ucapku.


"Ohh.... Yaudah ayo..." ucapnya.


"sekarang..." tanyaku.


"iyaa...." jawab kak Alvin.


"Kemana....Biar nazwah siap' dulu..." ucapku.


"nggak perlu siap', deket kok...." ucap kak alvin.


Ia menarik tanganku menuju taman belakang.


"kok kesini..." tanyaku.


"katanya mau liburan...yaudah kita liburan disini aja..." ucap kak alvin.


"what... astaghfirullah..." ucapku


"Katanya...kemana aja....yaa disini..." ucap kak Alvin.


"Yaa... maksud nyaa... Ahhh...sudahhlah..." kesalku.


Dapat kulihat kak Alvin tersenyum tipis.


Aku mendudukkan diriku di Ayunan yang ada disana. Dengan muka yang ditekuk.


"Hmm.... kayanya ada yang ngambek nihh..." sindir nya.


Aku hanya diam saja, sambil melipat kedua tanganku didada.


Kak Alvin duduk disebelah ku, menatapku sambil senyum menggoda.

__ADS_1


"Kalau lagi ngambek tambah cantik aja..." goda kak Alvin.


"Nggak udah alay..." ucapku dingin.


"Siapa yang alay... fakta kok... Istri nya alvin Nugraha Al-zafari, CEO sekaligus pemilik kingdom hotel adalah wanita paling cantik." puji kak alvin dengan percaya diri.


"Sombong...." ucapku pelan. kak Alvin tersenyum


"Kakk... nazwah maunya liburan keluar...bukan dirumah..." rengekku.


"Iyaa....Sayang.... Mau liburan kemana..." ucap kak alvin.


"Hmm.... Terserah kakak mau kemana... yang penting keluar..." ucapku sambil memeluk lengan tangan nya.


"Yaudah... Nanti kakak tanya dulu kapan jam kosong..." ucap kak alvin. Dan aku hanya mengangguk.


Setelah itu, keadaan menjadi hening.


"Kakk...." panggil ku.


"hmm..." jawab kak Alvin.


"Nazwah pengen dehh punya baby twins..." Ucapku.


Kak Alvin langsung menatapku lekat.


"Beneran..." tanya kak alvin.


"iyaa...bener... Mau nya satu laki' dan satunya perempuan...." Ucapku.


"emang kuat...." Ucap kak alvin


Kak Alvin tersenyum senang.


"Kita terus berdoa dan usaha, semoga tahun ini....jadi..." ucap kak alvin.


Aku tersenyum simpul.


"Hmm...apa kita periksa kedokter aja..." Usulku.


"Nggak usah yaa sayang, kakak yakin Allah sudah merencanakan semuanya.... sabar yaa..." ucap kak alvin.


"Iyaa...sayang..." ucapku.


kak Alvin memelukku, pelukannya sangat hangat.


**Pagi


"Selamat pagii..." ucapku pada kak Alvin yang baru turun dari kamar.


"pagi..." ucap kak alvin dingin.


"Dingin amat kaya es batu..." ucapku pelan.


Setelah selesai sarapan, aku mengantar kak Alvin ke depan.


"Hati-hati kak..." ucapku.

__ADS_1


"Iya..." ucap kak alvin datar.


"masih marahh.... nazwah kan udah minta maaf.." ucapku.


Karena kak Alvin sedari tadi cuek banget, mungkin gara' kejadian semalam.


*Flashback on


"Kak tidur yuk...udah malam..." ajakku.


kak Alvin langsung berdiri dari ayunan diikuti oleh ku.


Sampai dikamar, kak Alvin langsung menuju kamar mandi. Aku membaringkan tubuhku diatas tempat tidur. Menutup mataku, mencoba pergi kealam tidur.


Namun belum sempat aku terlelap, tiba' lampu mati. Aku paling benci dengan namanya kegelapan.


"Kakk..." panggil ku.


namun tak ada jawaban dari kak alvin.


"kakk... kak Alvin.... lampunya matii..." ucapku.


namun tak ada jawaban juga.


"kakk..... nazwah takut..." ucapku hampir menangis.


"kakk...." panggil ku gemetar.


lampu menyala, Aku berteriak karena mendapati kak Alvin yang berdiri tepat berhadapan ku. Ditambah lagi ia memakai kaos putih.


Refleks aku menendang nya hingga tak sengaja mengenai Bagian berharganya.


Dia menjerit kesakitan, sambil memegang bagian itu.


"Ahh...maaff.... maaff kak.... Nazwah nggak sengaja...kakak sihh ngagetin..." ucapku.


"Iiyaa....nggak papa.." jawabnya. namun dapat kupastikan itu pasti sangat menyakitkan.


Membayangkannya saja membuat ku bergidik ngeri.


Kak Alvin berjalan pincang naik ke atas tempat tidur.


aku menatap nya khawatir


Dia berbaring membelakangi ku. Aku menjadi merasa bersalah.


Flashback off


Kak Alvin tidak menjawab pertanyaan ku, dia langsung pergi setelah mengucapkan salam.


"assalamualaikum.." ucap kak alvin.


"waalaikum salam..." jawabku.


Setelah mobil kak Alvin meninggalkan pekarangan rumah. Aku kembali masuk kedalam rumah.


Aku merasa bersalah banget, tapi kan salahnya sendiri. kenapa muncul tiba'.

__ADS_1


;)


__ADS_2