Takdir Yang Tidak Kuduga

Takdir Yang Tidak Kuduga
NGAMBEK


__ADS_3

Berkas itu berisi semua data pribadi tentangku. mulai dari keluarga, teman , pendidikan dan berbagai hal yg aku sukai, dijelaskan secara rinci didalamnya.


Aku mulai membaca satu persatu berkas itu.


Namun suara bell yg berbunyi mengalihkan perhatian ku.


Aku buru' pergi menuju pintu depan untuk membukakan pintu.


Kudapati seorang wanita paruh baya yg memandangiku dengan senyum diwajahnya.


Aku meyakini wanita ini adalah mama dari kak alvin atau bisa disebut mama mertuaku.


Sebelumnya aku melihatnya pada foto keluarga ug terpampang di dinding ruang kerja kak alvin dan juga ada di dalam kamar.


Aku mencoba bersikap senatural mungkin.


"Assalamualaikum mantu mama" ucap mama semangat lalu menarikku dalam pelukannya.


"waalaikum salam mama" jawabku sedikit canggung.


Mama melepas pelukannya, aku menarik tangannya untuk mencium punggung tangan mama.


"ayo masuk ma" sambung ku yg dibalas senyuman oleh mama.


Sekarang kami sedang duduk diruang tamu.


"padahal baru kemarin ketemu, mama udah rindu aja sama kamu" ucap mama yg membuatku sedikit malu.


"hehe...mama bisa ajaa" jawabku kikuk.


"Alvin udah berangkat ke kantor" tanya mama.


"iya ma, baru aja tadi berangkat" ucapku.


"Bi sri belum balik kerjaa..." tanya mama.


"Blm maa" ucapku ragu, pasalnya aku sebenarnya tidak mengenal siapa itu bi sri.


"ohh...yaa...hampir aja mama lupa, sebenarnya mama kesini itu mau ngajak kami sama alvin makan siang bareng besok. Dan berhubung paman dan bibi Alvin besok datang jadi sekalian ngumpul' keluarga. kalian datang yaaa" jelas mama.


"iya maa...nanti nazwah sama kak alvin pasti dateng" jawabku.


Kami melanjutkan perbincangan kami mengenai banyak hal, terkadang aku dan mama membicarakan kak Alvin, dengan kata lain kami sedang menggosipi kak Alvin. mungkin telinga kak alvin sedang gatal saat ini :v


Sekitar jam 09.30, mama pamit pulang.


Saat mama sudah pulang, tak beberapa lama kemudian ada pesan masuk dari zihan.


Ia mengirimkan alamat tempat kami akan bertemu.


Aku segera siap' untuk berangkat, karena kami janjinya bertemu jam 10.30


Sekarang aku sudah sampai di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kotaku.


Aku mencari cafe yg disebut zihan.


setelah memasuki cafe, Aku langsung disambut lambaian tangan seorang perempuan yg mengenakan baju pink yg kuyakini adalah zihan.


"dia masih sama, masih tetap cantik dan imut" benakku.


Aku berjalan mendekati meja yg ditempati zihan dan langsung memeluknya erat.


Ia kaget dengan tingkahku ini.

__ADS_1


"Lo kenapa...segitu kangennya lo sama gue" ucapnya terkekeh melihat tingkahku.


"gue kangen banget sama lo...lo nggak berubah dari dulu...lo masih sama..." gumamku.


"udah ahh....kok jadi sedih' kaya gini" ucapnya lalu melepaskan pelukan kami.


Aku menatapnya lekat, ia hanya tersenyum melihatku.


"ayo duduk...gue udah pesen tadi" ucapnya kemudian duduk dan akupun duduk dikursi yg berhadapan dengan nya.


segelas jus alpukat sudah tersaji dimeja.


"dia masih ingat klw gue suka alpukat" benakku.


Aku menyeruputnya tanpa aba'.


"gimana... hubungan lo sama kak Alvin, gue denger dia lulusan SMA Nusantara juga yaa" tanya zihan.


"hubungan kami baik. Iyaa kak alvin lulusan SMA Nusantara.." jawabku.


"tapi gue nggak pernah lihat dia di sekolahan dulu.." ucap zihan.


"sama gue jugaa..." jawabku.


"hmm...gimana..." tanya zihan.


"gimana apanya" tanyaku tidak mengerti.


"itu lohhh...." ucapnya.


"apaa... klw ngomong jangan setengah-setengah gitu dongg" ucapku kesal.


"hmm...ahhhkk..udah lahh... lupain aja" ucapnya.


"Anehh..." gumamku.


"Ayo...sekarang kita berangkat...." ucapnya semangat.


"kemana dulu nihhhh" tanyaku.


"hmm...toko sepatu" teriaknya.


lalu melenggang pergi menuju kasir, meninggalkanku.


Aku mengejarnya yg sudah mau keluar dari cafe.


"ehh... tungguin dongg" teriakku.


Kami menghabiskan waktu berbelanja, lebih tepatnya sihh hanya zihan. semua hampir diborongnya, sedangkan aku masih membeli beberapa barang.


setelah capek berbelanja, kami memutuskan untuk makan siang di salah satu restoran jepang yg ada di sana.


sebelumnya aku izin ke zihan untuk sholat Zuhur terlebih dahulu, berhubung zihan lagi kedatangan tamu bulanannya jadi dia nggak ikut sholat.


Pesanan kami sudah terhidang dimeja dan kamipun mulai menyantap makanan dengan sesekali ada candaan di selah' makan kami.


Tiba' handphone ku berbunyi, langsung kulihat siapa yg menelfonku. Dan ternyata itu dari kak alvin.


"siapa..."tanya zihan.


"kak alvin" jawabku.


"ayoo buruan angkat" ucapnya.

__ADS_1


"iyaa...ini juga mau diangkat" jawabku allu menekan tombol hijau pada layar ponselku.


"assalamualaikum....halo nazz" ucap kak alvin di seberang sana.


"waalaikum salam...iya ada apa kak" jawabku.


"kamu lagi dimana..." tanyanya.


"lagi makan siang sama zihan, kakak udah makan..?" jawabku.


"ohhh.... yaudah aku tutup telfonnya, assalamualaikum" ucapnya singkat lalu menutup telfonnya.


"waalaikum salam" jawabku heran.


"ada apa nazz" tanya zihan penasaran.


"nggak tau tuhh...kak Alvin anehh banget" ucapku lalu melanjutkan kegiatan makanku yg tadi tertunda.


sekitar jam empat, kami memutuskan untuk pulang. Tadinya zihan mau mengantarku pulang namun kutolak karena dia harus bolak-balik nantinya. Arah rumahku yg Sekarang memang berbeda dan rumah zihan.


Aku memutuskan untuk pulang naik taxi.


sesampainya di rumah, aku langsung naik kekamar untuk bersih-bersih. Badanku rasanya sangat lengket banget karena seharian keliling mall.


Hari mulai gelap, namun belum ada tanda'kak alvin pulang.


Aku coba menelfonnya namun nggak diangkat.


Aku mencoba berfikir positif.


"mungkin kak alvin lagi sibuk, berhubung ini hari pertamanya masuk setelah beberapa hari libur" benakku.


Hari mulai larut, namun kak alvin belum juga pulang.


"apa aku susul kekantornya aja yaa.." gumamku.


Aku mengambil dompet dan jaket.


saat hendak mengunci pintu, terlihat mobil kak mulai memasuki halaman.


Hatiku seketika merasa lega.


Kak alvin sekarang berada dihadapanku yg berdiri didepan pintu.


"kakak dari mana aja sihhh...nazwah khawatir tauu" ucapku sambil memanyunkan bibirku.


kak Alvin tidak menjawabku dia lebih memilih masuk kedalam rumah dan meninggalkan ku yg masih terdiam.


aku mengunci pintu lalu bergegas mengejar kak alvin yg hendak pergi kekamar.


"kakk...." panggil ku dan kak alvin menoleh kearah ku.


"Apaa..." ucapnya dingin.


"kakak marah yaaa.... nazwah minya maaf dehhh klw udah bikin kakak marah" ucapku.


kak Alvin tidak menjawab, ia kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar.


Aku menarik nafas panjang, lalu berlari menuju kamar.


Dan saat aku membuka pintu kamar tiba-tiba........


penasaran yaaa....tunggu episode selanjutnya yaa....

__ADS_1


makasih udah mau baca karyaku☺️♥️


__ADS_2