Takdir Yang Tidak Kuduga

Takdir Yang Tidak Kuduga
KERINDUAN YANG TERBALASKAN


__ADS_3

~ Aku senang bisa melihatmu setelah sekian lama tidak bertemu, ternyata kamu masih sama seperti dulu. sama-sama selalu membuatku rindu~


Cilla;)


Pesanan kami sudah datang, aku dan kak alvin menghentikan kegiatan kami sebelumnya. kami menyantap makanan dengan hikmat, tidak ada pembicaraan hanya suara sendok dan piring yang terdengar.


diperjalanan pulang kami memutuskan untuk singgah di minimarket untuk membeli bahan makanan, Lalu kembali kerumah.


kak alvin memang hari ini tidak bekerja, karena baru kemarin kami menikah jadi dia libur untuk beberapa hari.


sesampainya dirumah, jam sudah menunjukkan pukul 16.45. Aku menaruh bahan makanan ke dapur sedangkan kak alvin pergi ke kamar.


setelah semuanya sudah beres, aku menyusul kak Alvin ke kamar. Saat kubuka pintu...


Ceklek...


Oh my god... buru' aku menutup mataku dan membalikkan tubuhku.


Karena kak alvin yang baru mandi dan hanya mengenakan handuk yang melingkar di pinggang alias telanjang dada.


*Ahhkk...badannya bagus bangett....ada roti sobeknya...😅


Mataku ternodaa....🤭


"kak alvin kok nggak pake baju sihh" ucapku setengah teriak.


"emang kenapa...baru juga gini" jawab kak alvin dengan nada jahil.


"KAK ALVIN....cepet pake bajuuu...." teriakku.


kak alvin terkekeh dengan tingkahku.


"iyaa...iyaa" jawabnya lalu memakai bajunya.


"Udah selesai belumm..."tanyaku yang dibalas kak alvin dengan deheman.


kubalikkan tubuhku menghadap kak alvin yang masih berdiri di depan lemari pakaian sambil mengusap-usap rambutnya yang basah.


"Yaa Allah sungguh indah ciptaanmu ini" batinku.


" ngapain liat', baru sadar klw suami lo ini tampan" ucapnya membanggakan diri.


" isss...pede banget. Tolong tingkat kepedeannya di kurangin yaa mass" jawabku malas.


"Tapi betul sihh...Dia emang tampan, tampan banget malahan😅" benakku.


Tak mau terlarut lebih dalam lagi yang bisa membuatku malu sendiri nantinya. aku berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sekaligus berwudhu, untuk sholat ashar.


Setelah sholat ashar berjamaah dengan kak Alvin. Sekarang kami sedang berada di ruang Keluarga.


kak Alvin asyik dengan acara tv nya sedangkan aku masih sibuk dengan fikiranku yang bercampur aduk.


Masih banyak pertanyaan yang belum kuketahui jawabannya. seperti bagaimana aku bisa ada disini dan bagaimana kondisiku dimasa dulu. Tapi ada satu kenyataan yang membuatku tenang yaitu aku masih hidup hingga sekarang.


Tiba' handphone ku berbunyi pertanda ada panggilan masuk. Dengan cepat kulihat siapa yang menelfon, terpampang nama Zihan di layar handphone ku


kutekan tombol hijau yang langsung disambut suara cempreng dari zihan.


"Halooo...Nazwaaaaaaaa" teriaknya dari seberang sana.


"ni anak dari dulu sampai sekarang nggak berubah yaaa...tapi gue rindu bangettt..." benakku.


" nggak usah teriak' segala kali han..."jawabku kesal karna hampir membuatku tuli dengan suaranya cempreng nya itu.


"kok lo nggak jawab Chat gue sihh..." ucapnya kesal.


"maaf..maaff.." jawabku.


"mentang' pengantin baru...temen lama dilupain gituuu..." gerutunya.


" bukan gituu...cumann..." ucapannku ku gantung. ingin sekali aku menceritakan semua yang terjadi tapi pasti zihan nggak percaya.

__ADS_1


"cuman apa....pokoknya gue minta ganti rugi" sambungnya.


"ganti rugi apaa..." ucapku sedikit terkejut pasalnya apa yang sudah kulakukan hingga harus ganti rugi segala.


"ganti rugi... besok harus ikut belanja bareng gue...udah lama kita nggak shoping bareng" ucapnya memaksa.


"iyaa...iyaaa" jawabku pasrah.


"ok...sampai ketemu besok baby....mmuaah"


ucapnya so imut tapi malah membuatku jijik mendengarnya.


"gue tutup. assalamualaikum" ucapku lalu langsung memutuskan sambungan.


"yang nelpon siapa?" tanya kak alvin penasaran, memang dari tadi dia memperhatikan ku yang sedang menelepon.


"Zihan...sahabatku. dia kesel karna chatnya nggak kubalas jadi minta ganti rugi buat temenin dia belanja besok" jelasku yang ditanggapi kak alvin dengan oh ria.


" jadi boleh kan kak" tanyaku.


"Boleh aja, tapi emang kamu nggak kuliah?" Tanya kak alvin.


Dag...jantungku seperti berhenti berdetak mendengar pertanyaan itu. gue harus gimana jawabnya, gue nggak tau apa'. kampus tempat gue kuliah juga nggak tau.


melihatku diam saja tidak menjawab. kak alvin angkat suara.


"jangan bilang lo nggak ingat apa-apa" tanya kak Alvin dengan ekspresi serius.


Dan semua memang betul sekali. aku hanya mengangguk tanda iya sambil menunduk.


Tiba' kak alvin mendekat ke arahku dan memelukku (whatt.....). seketika aku seperti patung hidup, badan panas dingin. serba salah dehh.


perlahan aku merasa ada tangan yang mengelus kepalaku lembut. tangan siapa lagi kalau bukan kk alvin (masa syaiton 😂).


"udah...nggak usah sedih...perlahan pasti kamu ingat" ucap kak alvin memenangkanku.


satu kata yang ingin ku rasakan saat ini adalah Nyaman.


Aku memberanikan diri untuk membalas pelukannya.


"makasih kak.." ucapku yang masih berada didalam pelukannya.


"makasih yaa Allah... sudah memberikan hamba laki' yang begitu sempurna seperti kak alvin" benakku.


kak alvin perlahan melepas pelukannya. (padahal gue masih nyaman😭)


"udah sedih'nya..." ucap kak alvin datar.


(balik lagi ke mode kulkas :v)


aku hanya mengangguk sambil sesekali mengusap air mata yang tidak kuketahui kaapn jatuhnya. soalnya dia nggak permisi :v


"udah sekarang mendingan lo masak buat makan malam nanti...dari pada sedih'an kaya gini" ucap kak kevin yang masih dengan mode datarnya.


Deggg....


"masak..." batinku seketika memberontak.


"mati guee...."gumamku.


"apa...matii...mati kenapa..." tanya kak alvin karena mendengar gumaman ku tadi.


"n.. nggak kok...nggak kenapa-napa" jawabku setenang mungkin biar tidak ketahuan.


"udah buruan...ngapain masih diam disitu" ucap kak alvin sedikit berteriak.


"ii..iya ini juga mau pergii.."jawabku lalu pergi berjalan kearah dapur.


Sekarang aku sedang didepan kulkas. memperhatikan bahan makanan satu persatu.


*jangan cuman diliatin...nggak bakalan bisa masak sendiri tu makanan🤣.

__ADS_1


"gue harus masak apa yaaa..." gumamku sambil memikirkan makanan dan melihat lihat bahan makanan yg tersusun rapi didalam kulkas.


"ok...kita bikin telor balado aja" ucapku pada diri sendiri.


*aku emang paling suka makanan pedas, jadi kalau makan nggak ada cabenya kurang apa gitu.


sekarang semua bahan sudah ada di depan mata. tinggal tunggu giliran untuk dimasak.


"ok semangat....!" seruku.


kumulai mencari panci untuk merebus telur.


selama telur masih direbus, aku mulai memasukkan satu persatu bahan seperti bawang merah, bawang putih, cabai dan tomat kedalam blender.


setelah telur sudah matang aku kupasi satu persatu dengan telaten. lalu aku mulai menumis bumbu yang sudah di blender kemudian memasukkan telur yang tadi kedalamnya dan tinggal ditunggu sampai matang sambil sesekali di aduk.


setelah matang, kutata didalam piring lalu menambahkan sedikit hiasan agar lebih menarik.


"Selesaii...." seruku senang.


"akhirnya..." ucapku legaa.


setelah membersihkan peralatan dapur yang yang dipakai aku mencari keberadaan kak alvin yang sudah tidak ada di ruang keluarga lagi.


kucari di kamar juga nggak ada.


"kak alvinnn...." teriakku memanggil.


tidak ada jawaban sama sekali. kuambil handphone ku mencoba menghubunginya. kucari kontak kak alvin si handphone ku namun nggak ada.


ku mengelilingi setiap ruangan dirumah tapi nihil. orang yang dicari nggak ada. saat hendak berbalik kak alvin sudah ada dihadapanku.


itu membuatku terkejut.


" kak alvin dari mana sihh...di cariin nggak ada terus nazwah coba telfon tapi kontak kakak nggak ada"


"ahh...masa kontakku nggak ada di hp kamu?" ucap kak alvin dengan nada menggoda.


kuberikan handphone ku agar ia mencarinya sendiri.


kak alvin terlihat mencari dengan telaten.


"ini ada...." ucap kak alvin memperlihatkan sebuah kontak dengan nama


MY HUSBAND ♥️


"ahhh...iyaa..adaa" ucapku gelagapan.


"astaga....masa sih gue yg bikin tu nama kontak...pake emoj love lagi" gumamku.


kak alvin terkekeh melihat tingkahku.


"oh yaa...kak alvin dari mana sihh" tanyaku mengalihkan pembicaraan.


"dari ruang kerja" ucap kak alvin singkat.


"emang ruang kerja kakak dimana?" tanyaku kepo.


kak alvin tidak menjawab, dia berjalan menuju sebuah ruangan di paling ujung rumah. Aku mengikutinya hingga kami sampai didepan pintu ruangan tersebut.


"kan tadi gue udah periksa ruangan ini" gumamku.


kak alvin membuka pintu ruangan tersebut yang merupakan ruang baca/perpustakaan.


"ini kan perpustakaan..." ucapku yang tidak dijawab kak alvin sama sekali.


Jangan lupa like and coment yaaa...☺️


Oh..yaa.. Author mau nanya...


kalau ceritanya dibikin ada k-pop nya gimana menurut kalian...?

__ADS_1


Makasih udah baca karya aku♥️


__ADS_2