Takdir Yang Tidak Kuduga

Takdir Yang Tidak Kuduga
AKU DIMANA...?


__ADS_3

~ semua bayang-bayang kalian adalah yang pertama muncul di fikiran ku. Aku akui aku tak bisa melaluinya tanpa kalian~


Cilla ;)


setitik cahaya masuk secara paksa kedalam retina mataku. Hingga mengusikku dari tidur lelapku. Kukumpulkan kekuatan untuk mencoba membuka mata. kunetralkan penglihatanku dan mendapati diriku disebuah ruangan penuh dengan hiasan yang begitu cantik.


"aku dimana...?" batinku.


Kucoba mengingat-ingat apa yang telah terjadi.


"ohhh...gue ingat, sekarang pasti gue udah di alam baka..." ucapku lirih.


ku edarkan pandanganku ke penjuru ruangan.


"ohh...jadi begini alam baka...gue baru tau, semuanya komplit. ada lemari dan kamar mandinya segala.." ucapku kagum.


Suara ketukan terdengar dari balik pintu.


"ahh...mungkin itu malaikat yang akan menanyaiku... tapi apa amalku udah cukup nggak yaa buat masuk surga...?" tanyaku pada diriku sendiri.


"Aku udah siap kok. masuk ajaa...." teriakku.


pintu pun terbuka menampakkan seorang lelaki bertubuh atletis, tinggi putih.


"waw... malaikatnya ganteng banget ya Allah" batinku.


laki-laki itu memandangiku penuh keheranan. dia berjalan kearahku, lalu duduk ber hadapan denganku di atas tempat tidur.


" Baiklah, gue udah siap... mulai aja ke pertanyaan pertama bapak malaikat...tapi tolong jangan bahasa arab, soalnya gue paling bodoh di pelajaran agama.. tapi nggak bodoh-bodoh amat sihhh..." ucapku panjang lebar.


laki-laki itu terus memandangiku dengan wajah yang bisa dibilang datar plus dingin.


"lohh...kok bapak malaikat cuman mandangin saya sihh... emang ada yang aneh yaa dimuka saya..." ucapku.


laki-laki itu masih tetap diam. hingga beberapa saat kemudian ia menggangkat tangan kekarnya ke dahiku. yang langsung membuatku kaget bukan main.


"astaga yaa Allah....mohon ampuni hambamu ini..." lirihku.


setelah tangannya menyentuh dahiku. satu kata yang ingin ku ungkapkan yaitu nyaman. nyaman banget malahan.


"loo...nggak sakit kannn....?" tanyanya heran.


"duhhh...bapak malaikat ini perhatian banget" ucapku malu.


"bapak malaikat siapa maksud kamu...?" tanganya dengan wajah datar.


"yaa...bapak lahh...." ucapku sambil menunjuk kearahnya.


"bapak malaikat kann...." sambungku lagi.


Dia menatapku penuh keheranan.


"malaikat...maksud kamu apa sihhh" ucapnya.


"saya sudah mati kann...dan bapak kesini buat nanyain saya kann..." ucapku dengan polosnya.


"gue nggak ngerti maksud lo... udah sana mandi nanti kita bicara lagi" ucapnya lalu pergi keluar dari ruangan.


"tunggu....kalau dia bukan malaikat...jadi dia siapa dong..." guamamku.


"ahhh....bikin pusinggg" teriakku frustasi.


"UDAH...NGGAK USAH TERIAK-TERIAK CEPET MANDII..." teriak orang dari luar sana yang kuyakini itu adalah laki-laki tadi.


Aku buru-buru masuk ke dalam kamar mandi dan melakukan ritual mandiku.


setelah hampir 15 menit kemudian. aku sudah siap. Dengan sebuah baju kaos putih dan celana training yang kudapat didalam lemari. aku terpaksa memakainya karna hanya itu yang menurutku nyaman. selain itu hanya ada dress selutut dan berbagai pakaian yang sangat jauh dari seleraku.


sekarang aku sedang duduk di depan meja rias untuk menyisir rambutku. sebuah argumen muncul di otakku.


"apa mungkin...gue diculik lalu sekarang dijadiin budakk..." panikku.


"ya Allah cobaan apa yang engkau beeikan ini” lirih ku.


setelah selesai. aku memberanikan diri untuk keluar dari ruanganku tadi yang kuyakini adalah kamar. saat pintu terbuka, mataku langsung disuguhkan dengan ruangan yang begitu indah dan besar dengan arsitektur yang begitu bagus di lantai bawah. sedangkan kamar yang kutempati sekarang berada di lantai dua.


"waw....megah banget...." ucapku takjub.

__ADS_1


aku mulai menuruni satu persatu anak tangga. kulirik kesebelah kanan merupakan ruang tamu yang ditandai ada sofa disana dan sebelah kiri adalah ruang keluarga dan disebelahnya ada ruang makan.


kuberjalan mengelilingi ruangan satu persatu hingga terakhir aku ke ruang makan. dan mendapati laki-laki tadi sedang memasak di dapur.


"lo udah turun..." ucapnya melirikku dengan wajah datar.


"udah... cepet duduk ini udah mau siap" sambungnya.


aku hanya mengangguk dan menurut. kududukkan diriku di kursi meja makan yang menghadap langsung ke dapur.


"semua tatanan tempat dan arsitektur rumah ini persis seperti rumah impian ku"benakku.


Dulu memang aku pernah menggambar rumah impianku dimasa depan. dan semuanya persis seperti ini.


"apa mungkin ini mimpi yaa..."benakku.


Tak lama kemudian laki-laki itu datang dengan membawa dua piring nasi goreng.


lalu duduk berhadapan denganku.


"cepet makan..." ucapnya dingin.


"nanti lo pingsan gue juga yang repot" sambungnya lagi.


"hmm... perhatian juga nihh orang" benakku.


Akupun menyuapkan sesendok nasi goreng itu ke mulutku.


"wahhh....enakk bangett" ucapku.


laki' itu hanya memandangku dengan tatapan datar.


"udah cepet habisin" perintahnya yg kujawab dengan anggukan kepala.


setelah selesai,aku berinisiatif untuk mengambil alih piring kotor untuk dicuci.


Setelah semua sudah beres, aku tidak melihat laki-laki itu di ruang makan.


"pasti dia dikamar" gumamku.


aku menyusuri setiap anak tangga untuk naik kelantai dua tepatnya menuju ruangan yg kutempati tadi.


Tok..tokk ...tokk..


"permisi...boleh masukk " ucapku setengah berteriak.


"masuk aja nggak dikunci" teriaknya dari dalam sana.


aku pun masuk kedalam kamar dan mendapati laki-laki itu sedang sibuk menyusun pakaian yg ada didalam koper kedalam lemari.


"Rajin juga niii orang" pikirku.


"kenapa..." tanyanya.


"nggak ada..." ucapku seadanya.


kududukkan diriku di tepi ranjang sambil memperhatikan nya yang menyusun pakaian dengan sangat rapi.


"Jadi gue ...mau nanya...kenapa gue bisa ada disini " tanyaku.


ia menatapku dengan wajah heran lalu mendekat ke arahku.


lalu ia mendekatkan wajahnya hingga jarak antara kami tinggal beberapa centi lagi.


itu membuatku kaget plus gugup. ia menatapku lekat.


Aku menutup mataku hingga sebuah tangan kekar berhasil mendarat tepat dikeningku.


"lo sakit..." ucapnya.


"g.. gue nggak sakit kok" jawabku.


"apa jangan' lo amnesia gara' kejedot kemarinn...cepet ayo kita ke rumah sakit" ucapnya lalu menarik tanganku hendak pergi.


"Gue nggak sakit dan... kapan gue kejedot" bantahku lalu melepaskan genggamannya.


"Astaghfirullah... Apa kesalahan hambamu ini ya Allah hingga punya istri kaya gini" lirihnya

__ADS_1


"Whatt....ISTRIII..."teriakku tidak percaya dengan apa yg baru kudengar tadi.


"Apa separahh itu...Udah cepet sekarang juga kita harus kerumah sakit" Perintahnya.


"gue nggak mau...gue nggak perlu ke RS, yg gue perlu sekarang ituu penjelasan. Bagaimana bisa kamu itu suamiku... " ucapku dengan penekanan di kata penjelasan.


Dia diam sejenak.


"Baiklah...mari kita sederhanakan aja. Anggap klw lo lupa ingatan sementara waktu, karena kejedot kemarin" putus nya.


"Baiklah kita anggap begitu...sekarang lo jelasin sama gue dari awal sampe akhir" titahku.


Dia menarik nafas panjang lalu mulai menceritakan semuanya. Sebelumnya dia duduk didepanku lalu mulai berbicara.


"jadi gini... Kita dijodohkan sama'- " ucapannya kupotong.


"Apaa.... dijodohin..." teriakku kaget.


"kok bisaa...." tanyaku.


"makanya jangan dipotong dulu" ucapnya malas.


"ohh..ok...ok" ucapku.


lalu membetulkan ekspresiku menjadi serius bagaikan hendak mendengarkan guru matematika yg sedang menjelaskan di papan tulis.


"Papa sama ayah kamu menjodohkan kita, dan baru kemarin resepsi pernikahan nya dilangsungkan" jelasnya dan aku hanya mangut' mengerti.


" Tapi... darimana papa mu kenal dengan ayahku" tanyaku.


"hmm...gue juga nggak tau,yg gue tau mamaku sangat menyukai mu"ucapnya.


"lupakan, yang terpenting semuanya sudah terjadi, jadii terima aja" sambungnya lagi.


"huff...mudah sekali dia mengatakan terima saja. Gimana mau nerima, semuanya masih belum bisa dicerna dengan baik oleh otakku" gumamku.


"udah jelaskan...klw gitu'-" ucapannya kupotong.


"eittss...bentar...Ada satu lagi yg mau gue tanya" ucapku.


"apalagi" jawabnya.


"hmm...Nama lo siapa" tanyaku dengan hati'.


"Astaghfirullah..." ucapnya lalu menarik nafas panjang.


"Beri hamba ketabahan yaa allah" gumamnya.


"gue ALVIN NUGRAHA AL-ZAFARI, CEO sekaligus penerus A-zafari group" ucapnya lantang dengan nada seperti membanggakan dirinya.


Aku hanya ber oh ria.


"Apa nama lo juga lo lupaa" tanyanya.


"nggak...gue ingat kok. Nama gue NAZWAH SHALSABILA UTAMI " ucapku.


"Bagus dehh klw gitu" ucapnya lalu beranjak dari duduknya untuk melanjutkan kegiatannya tadi. Namun ia kembali membalikkan badannya menatapku.


"Dan satu lagi...lo nggak ada sopan' nya banget sama suami sendiri, masa lo panggil gue pake kata LO sihh. Asal lo tau gue lebih tua dua tahun dari lo" jelasnya dengan ada penekanan dikata LO.


"iyaa...iyaa kak alvinn" ucapku.


"nahh gitu kan enak didenger" ucapnya lalu melanjutkan langkahnya menuju lemari pakaian.


Aku berinisiatif untuk membantunya,namun di tolak mentah-mentah olehnya.


"oh iyaa...gue denger lo lulusan SMA Nusantara" tanya kak alvin mencairkan suasana yang tadi canggung.


"iyaa... kakak lulusan mana..?" tanyaku balik.


"sama, SMA Nusantara juga"ucapnya.


"pantesan...wajah kakak sedikit familiar gituu" ucapku.


kak alvin tidak menjawab sehingga suasana menjadi hening dan canggung.


sekarang ada banyak argumen yg berkeliaran didalam otakku.

__ADS_1


hingga sebuah suara panggilan masuk dari handphone yg ada diatas nakas mengalihkan semuanya.


aku diem sebentar, menatap kak alvin yg tidak peduli dengan suara handphone yg berbunyi.


__ADS_2