
Namun saat aku hendak keluar tiba' kak Alvin menarik tanganku hingga aku kembali terduduk di kursi mobil.
"udah biar aku yg keluar, Mau beli apa" ucap kak Alvin datar.
*Alvin aneh banget yaa... kadang' lembut, baik, perhatian dan kadang' udah kaya kutub selatan dinginnya 🤣
"nggak usah, biar nazwah aja" elakku.
"lo mau keluar dengan keadaan seperti ituu..." ucap kak Alvin.
"emang aku kenapa" tanyaku heran.
"Bendera Jepang" bisik kak Alvin.
Mataku melebar seketika, aku mengerti dengan maksud kak Alvin itu. Ahhh...aku malu bangett, kenapa bisa tembus sihhh....
"Mau beli apa" tanya kak Alvin.
"Itu... telur dirumah udh habis terus sama ekhm " ucapku.
kak alvin mengernyitkan dahinya.
"ekhm maksudnya..?" tanya kak Alvin.
"Pembalut" ucapku pelan.
"oooo...yg jelas dong dari tadii..." jawabnya lalu keluar dari mobil.
Saat kak Alvin sudah keluar, ternyata handphone nya ketinggalan.
"kok nggak dibawa sihh....gimana klw ada telfon" gumamku.
dan betul saja, handphone itu pun berbunyi pertanda ada telfon masuk.
Aku mengambil handphone itu dan sebuah nama terpampang di layar handphone.
" Devi " bacaku.
langsung saja aku menjawab telfonnya.
"hal'- " ucapanku terpotong.
"Halo mas, mas lagi dimana... Bisa kesini nggak. Devi lagi sendirian nihhh" ucap wanita tersebut.
"Ha..'- " ucapanku terpotong lagi karena tiba' kak Alvin merebut telfon itu lalu mematikan nya.
"kok dimatiin..." ucapku.
__ADS_1
kak alvin hanya diam, lalu menjalankan mobil.
"kak itu siapa..." tanyaku.
kak Alvin hanya diam saja.
"kak...nazwah tanya kok nggak dijawab" ucapku sedikit kuat.
"nazz.. bisa diamm nggak sihhh" bentak kak Alvin tiba'.
"aku nggak salah denger kann..." benakku.
"kok kakak bentak aku sihh...kan aku hanya nanya itu siapa..." bentakku.
Tak sadar air mataku seketika turun, langsung saja aku mengalihkan wajahku.
"Ehh...kakak nggak bermaksud bentak kamu tapi.." ucapan kak Alvin langsung kupotong.
"tapi apaa... kakak marah karna ngangkat telfon dari pacar kakak" ucapku lalu keluar dari mobil yg sudah terparkir di garasi.
Aku buru' membuka pintu dan berlari kekamar dengan air mata yg sudah membasahi pipiku.
Kak alvin sedari tadi memanggil ku namun aku tidak menggubrisnya
Aku menutup pintu kamar, buru' aku masuk kekamar mandi dan aku mengunci diriku disana.
Entah kenapa hatiku rasanya sakit mendengar kak Alvin yg membentak ku tadi.
Tiba' perutku rasanya sakit sekali dan kepalaku terasa pening hingga aku terbaring lemas di lantai dengan shower yg masih menyala.
Aku terbangun dan mendapati kak Alvin yg tertidur disampingku. Aku mencoba mengingat kembali apa yg terjadi.
"Ahh...guee pingsan " gumamku dalam hati.
Aku hendak turun untuk mengambil air yg sudah kosong. tiba' tubuhku oleng, namun dengan sigap kak alvin menangkapku.
"Bukannya tadi dia sedang tidur..." benakku.
"mau kemanaa" tanya kak Alvin lembut.
Aku tak menjawab, aku masih kesal dengannya. Kulepaskan diriku darinya dan berjalan perlahan keluar kamar menuju dapur.
Aku bisa melihat kak Alvin mengikuti dari belakang.
Aku meneguk segelas air putih yg ada ditanganku. lalu kembali berjalan kekamar, namun saat sedang diambang pintu aku tidak melihat keberadaan kak alvin didalam kamar.
aku berjalan menuju tempat tidur, langkahku terhenti karena sebuah tangan kekar berhasil melingkar di pinggangku.
__ADS_1
Itu kak alvin, Ia memelukku dari belakang dengan manjanya. Ia meletakkan kepalanya di bahuku.
"kak lepasin" ucapku sambil mencoba melepaskan tangan kak Alvin.
Namun kak Alvin malah memperkuat pelukannya.
"nggak mauu..." ucapnya manja.
Akhirnya aku mengalah, setelah lama dengan posisi seperti ini. kak alvin pun melepaskannya.
aku langsung pergi namun kak alvin kembali menarik tanganku.
"Kamu marah yaa...aku minta maaf" ucapnya.
aku hanya diam.
"Aku nggak sengaja tadi ngebentak kamu" ucapnya lagi dan aku hanya diam saja.
"ngomong dong naz...jangan diam terus" bujuknya.
"Aku harus ngomong apa....Nanti ngomong dibentak lagi" ucapku dengan nada sedikit tinggi.
"Aku janji nggak bakal bentak kamu lagii..." ucapnya.
"jangan ngambek yaa...nanti cantiknya ilang lohh" goda kak Alvin.
Entah kenap dengan dia berkata seperti itu berhasil membuatku luluh. Akhirnya satu senyuman berhasil lolos.
Kak alvin yg melihatku tersenyum pun ikut tersenyum
"gitu dongg...senyumm...kan tambah cantik" godanya.
Aku mengalihkan wajahku.
kak alvin terkekeh melihat tingkahku.
"Ayo kita tidur, masih jam 2" ucap kak Alvin yg kubalas dengan anggukan.
Kak Alvin tiba' menggendong ku menuju tempat tidur. Ia meletakkan tubuhku dengan lembut lalu ia juga berbaring disebelahku
"Selamat tidur...my heart" ucap kak Alvin pelan.
itu berhasil membuat ku tersenyum.
"selamat tidur kak" ucap malu.
Aku dan kak Alvin pun terlelap dalam tidur.
__ADS_1