Takdir Yang Tidak Kuduga

Takdir Yang Tidak Kuduga
COWOK NYEBELIN


__ADS_3

"haii....boleh kenalan" ucapnya sedikit berbisik karena berhubung kami sedang di perpustakaan.


Belum sempat aku menjawab dia udh langsung kenalin dirinya.


"nama aku Afif Farhan, Panggil aja afif" ucapnya.


"nazwah" jawabku biasa.


"Nama yg cantik, sama kaya orngnya" ucapnya pelan.


aku tidak memperdulikan keberadaan nya, aku masih fokus dengan buku yg kubaca


"Oh...yaa kamu jurusan apaa.."tanyanya.


"Seni" jawabku singkat.


"owhh..." jawabnya lalu beranjak dari tempat duduknya.


sebelum dia pergi dia membisikkan sesuatu kepadaku.


"Aku pastiin, kita bakal ketemu lagi" bisiknya lalu pergi meninggalkan aku yg masih bingung dengan ucapannya.


"dasar cowok anehhh..." gumamku.


Setelah waktu jam kelas sudah tiba, aku pergi menuju kelas. Aku mengikuti pelajaran hari ini dengan baik. Walaupun terkadang ada sedikit masalah,namun aku bisa mengatasi nya.


Kelas sudah selesai dan semua orang keluar dari kelas menuju tempat tujuan masing'.


Aku sedang membereskan peralatan, dan hendak keluar dari kelas. namun seseorang menghampiri ku, dia teman sekelasku.


Yaa...dari pertama masuk kuliah dia selalu memperhatikan gerak-gerik ku. awalnya aku sedikit risih, namun setelah lama kelamaan aku mulai terbiasa dan mengabaikan nya.


"Hai...nazz" sapanya malu'.


"haii..." sapaku balik.


"aku devi, kita satu kelas di jurusan seni" ucapnya.


"ohh...maaf nggak kenal kamu sebelumnya"ucapku.


"nggak papa, oh...yaa..maaf yaa dari dulu aku sering ngelirik kamu" ucapnya.


"ahhh...ituu" ucapku basa-basi.


"dari dulu aku pengen banget temenan sama kamu, tapi aku terlalu malu buat bilang" ucapnya.


"kenapa harus malu..." tanyaku.


"yaa...aku pikir kamu nggak bakalan mau temenan sama aku karena aku cuman gadis cupu dan udik" jelasnya sedih.


"nggak kok, aku pasti senang klw kamu mau temenan sm aku" ucapku meyakinkan nya.


Dia tersenyum sumringah


"beneran...wahh...makasihh" ucapnya senang.


"hehe...iyaa..."jawabku


"klw gitu aku duluan yaa..."pamit ku.


Lalu aku meninggalkan nya yg masih senyum' sendiri. Aku sedikit heran dengannya, dia sampe segitunya bisa temenan sama aku.


Seperti rencana sebelumnya, aku akan mampir membeli cake kemarin.


Aku sudah sampai didepan cafe dengan ajol yg tadi kupesan. aku memasuki cafe, tampak sedikit sepi namun nggak pala sepi' amat.

__ADS_1


Namun ada yang berbeda, kak Linda tidak bekerja. Aku menghampiri karyawan cafe.


"mba saya mau pesen rainbow cake sama... strawberry cheese nya masih' satu" ucapku.


"baik mba, tunggu sebentar yaa" jawab karyawan tersebut ramah.


Setelah selesai aku membayar dan hendak pergi. namun aku sangat penasaran kenapa kak Linda tidak ada disini. jadi aku mencoba bertanya kepada karyawan tadi.


"maaf mba, saya mau tanya. karyawan yg bernama Linda kok nggak masukk" tanyaku.


"Maaf mba, saya kurang tahu. Karena saya karyawan baru disini. Kalau mba ada perlu silahkan tanya saja pada senior saya yang itu" ucapnya sambil menunjuk seseorang yg sedang melayani pembeli.


"oh... makasih mba" ucapku ramah.


aku lalu menghampiri orang tersebut.


"maaf mas, saya mau nanya..."ucapanku tergantung.


karena melihat laki'yg ada didepan ku ini.


"kamu..." seruku.


"hai...kita ketemu lagi kann" ucapnya sambil tersenyum manis.


"kok lo ada disini "tanyaku.


"yaa...gue kerja disini...dan lo kenapa disini... pasti lo mau ketemu gue kann..." ucapnya


"nggakk...gue tadi beli cake..." ucapku sedikit gugup.


karena sejak tadi dia menatapku intens.


"ahh...sudahlah. Gue disini mau nanya, lo kenal kak Linda, dia kerja disini..." ucapku dingin.


"ohh... kak Linda, dia kemarin dipecat dan anak baru itu penggantinya" ucapnya sambil menunjuk kearahnya karyawan tadi dengan dagunya.


"klw alamatnya kurang tau tp no ada" jawabnya.


"Klw gitu kasih tau nomornya...gue ada perlu sama dia" ucapku masih dengan mode dingin.


*kok nazwah jadi dingin yaa... mungkin ketularan kak Alvin kali...😂


Aku memberikan handphone ku agar dia mengetikkan no kak Linda. tapi kok lama banget sih, cuman ngetik no doang.


"lama banget sihh...." ucapku lalu merampas handphone ku dari tangannya.


aku melihat layar handphoneku, bukannya no kak Linda yg ada namun itu nomornya. Dia menamai kontaknya dengan nama Afif ganteng. wihh...pede banget nih orang, tapi bener sih dia lumayan ganteng tapi lebih gantengan kak Alvin dongg..


"kok ini malah no lo..." ucapku emosi


dia hanya nyengir nggak jelas.


"iyaa.. iyaa...sini biar gue kasih.." ucapnya.


aku menyodorkan handphone ku lalu dia mengetikkan no itu.


"nihh...makasih jangan.." ucapnya.


"makasih" ucapku datar.


Aku pergi meninggalkan nya dan keluarga dari cafe.


Aku buru' mengganti nama kontaknya itu. Kalau kak Alvin liat kan bisa barabe nantinya.


~skip taxi

__ADS_1


Sekarang aku sedang berada didalam taxi.


Aku bingung harus menelfon kak Linda atau nggak.


Aku mengumpulkan keberanian ku lalu menekan no kak Linda pada layar ponselku.


tut... panggilan tersambung.


"haloo..." ucapnya dari seberang sana.


"h..halo kak...ini nazwah" ucapku.


Namun seketika dia menutup telfonnya.


aku mengernyitkan dahi ku bingung.


"kenapa kak Linda matiin telfonnya yaa..." gumamku.


Oh yaa... kalian pasti penasaran kan kenapa aku bisa kenal dengan kak Linda.


~ Flashback on


Hari ini adalah hari terakhir siswa siswi baru SMA Nusantara menjalani MOS.


Dan saat ini, semua siswa-siswi sedang istirahat makan siang.


Hari ini aku lupa membawa bekal, jadi aku hendak pergi kekantin untuk membeli makanan.


Namun tanpa sengaja aku menabrak seorang siswi yg kiyakini adalah kakak kelas.


Hingga minuman yg dibawanya terjatuh kelantai.


Kantin yg tadinya begitu ramai, sekarang begitu hening karena bentakan siswi itu.


"heh....lo punya mata nggak sihhh" bentaknya


"m..maaf kak" ucapku takut.


"Maaf lo bilang, dass.." dia hampir menamparku namun tangannya ditahan oleh seseorang.


yaa dia kak Linda.


" lo nggak punya hati yaa... Dia tadi udh minta maaf. Kok lo malah mau nampar dia gitu cuman karena minuman yg harganya paling cuman goceng" ucap kak Linda tegas.


"Yaa... gue nggak terima. baru jadi siswi baru udah beranii sama guee..."Belanya


"Niihhh...klw perlu beli sampe lo muncrat tuh minumnya" ucap kak Linda sambil menyodorkan secarik uang kertas 50 ribuan.


Kak Linda menarikku keluar dari kantin, dan sekarang kami sedang berada di taman dekat perpustakaan.


"lo nggak papa kan, dia emang gitu orang nyaa... jadi nggak usah dimasukin dalam hati" ucap kak Linda lembut.


"ii...iya kak, makasih udah nolongin aku" ucapku.


"oh...yaa..nama kamu siapa.." tanya kak Linda


"nazwah kak, kak sendiri...." ucapku.


"Lindazui, panggil aja Linda " jawab kak Linda.


Aku tersenyum ramah.


dari sejak itu aku dan kak Linda sering makan bareng dikantin. Kami sangat dekat hingga kak Linda lulus, aku tidak pernah mendengar kabarnya lagi.


~ flashback off

__ADS_1


Tak terasa taxi yg kutumpangi sudah sampai didepan rumah. Aku kemudian membayar lalu masuk kedalam rumah.


__ADS_2