Takdir Yang Tidak Kuduga

Takdir Yang Tidak Kuduga
GAGAL LAGI


__ADS_3

Aku sudah berada di kampus, mengikuti kelas dengan hikmat hingga kelas selesai.


Kemudian aku pulang kerumah untuk bersiap siap. karena nanti malam aku akan bertemu dengan idolaku. siapa lagi klw bukan BTS.


Sangking semangat nya aku bahkan lupa kalau aku sedang hamil. Aku berlari ke kamar menelusuri tangga.


Dan... Brukk...


Badanku terguling di tangga, dan aku tak sadarkan diri.


~ Author POV


Karena mendengar suara, bi narsih langsung mencari sumber suara tersebut. Dan dia mendapati Nazwah yg sudah terbaring dilantai berlumur darah.


Dengan panik ia memanggil kang Cecep yg ada diluar. Mereka membawa nazwah ke rumah sakit.


sesampainya di rumah sakit, Nazwah langsung dibawa beberapa perawat ke IGD.


Bi narsih menyuruh kang Cecep untuk menelfon alvin namun nomornya sedang sibuk.


Beberapa kali ia mencoba menghubungi Alvin namun tidak juga kunjung dijawab.


Hingga dokter keluar dari ruang IGD.


"Apa ibu keluarga pasien..." tanya dokter.


"saya pembantu rumah tangga pasien dok" jawab bi narsih.


"Tolong secepatnya hubungi keluarga pasien, karena rumah sakit membutuhkan persetujuan keluarga untuk dilakukannya operasi. Kalau gitu saya permisi" jelas dokter tersebut lalu pergi.


"gimana nih kang..." ucap bi narsih khawatir.


"saya juga nggak tau bi, den alvin dari tadi tidak mengangkat telfon nya.." ucap kang Cecep.


"susul ke kantor den alvin saja, biar bibi terus mencoba menghubungi den alvin" jelas bi narsih dan dijawab anggukan oleh kang Cecep.


kang Cecep dengan cepat berangkat menuju kantor alvin.


Sesampainya di kantor, ia menanyakan keberadaan alvin pada resepsionis.


"maaf mba saya mau tanya, pak alvin sekarang berada dimana yaa..." tanya kang Cecep.


"maaf, anda siapa yaa... apa anda sudah membuat janji terlebih dahulu" ucap resepsionis itu.

__ADS_1


"saya supir rumah pak alvin... tolong cepat beritahu ini keadaan genting" ucap kang Cecep.


" pak Alvin sedang rapat saat ini, sekitar 10 menit lagi akan selesai" ucap resepsionis itu.


"apa tidak bisa diganggu, soalnya ini keadaan genting sekali.." bujuk kang Cecep.


"maaf pak, saya tidak bisa memberi izin, karena ini sudah peraturan dari pak alvin sendiri kalau rapatnya tidak boleh diganggu" jelas resepsionis itu.


"baiklah saya akan menunggu.." jawab kang Cecep pasrah.


10 menit kemudian


"mba sudah 10 menit...ayo mba buruan telfon " ucap kang Cecep.


"ihh.. si akang nggak sabaran banget.." ucap resepsionis itu lalu mulai menelfon sekretaris alvin.


"halo bu..." ucap resepsionis itu.


"halo..." jawab Thania (sekretaris alvin).


"ini bu, ada yang mau bertemu dengan pak Alvin, katanya supir rumah pak alvin" jelas resepsionis itu.


Diam sejenak.


"Tolong berikan telfon nya" ucap Thania.


"halo pak ini kang Cecep..."ucap kang Cecep.


"oh.. maaf kang. ini Thania sekretaris nya pak alvin. Pak Alvin nya masih berada diruang rapat" jelas Thania sopan.


"Kalau begitu, mba nya aja yg beritahu kepada pak Alvin" ucap kang Cecep.


"baiklah kang" jawab Thania.


"non nazwah masuk rumah sakit di kingdom hospital, tadi non nazwah jatuh dari tangga dan secepatnya mau di operasi" ucap kang Cecep.


"apaa... iya saya akan beritahu pak Alvin" ucap Thania lalu mematikan telfon.


Dengan cepat Thania kembali ke ruang rapat, dia mendekat ke arah alvin lalu membisikkan hal yg dikatakan oleh kang Cecep.


Alvin langsung berdiri dari duduknya.


"maaf bapak' sekalian, saya permisi dulu karena ada urusan mendadak" ucap alvin.

__ADS_1


tanpa menunggu jawaban dari hadirin yg menghadiri rapat ia langsung berlari menuju mobilnya yang ada di parkiran bawah.


Dengan kecepatan yg bisa dibilang diatas rata' alvin mengendarai mobil nya menuju rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit dia berlari menuju ruang IGD karena kang Cecep menunggu kedatangan alvin di dekat pintu rumah sakit.


Alvin langsung menemui dokter, yang sebenarnya merupakan temannya.


Dokter Hafizh menjelaskan keadaan nazwah sekarang ini.


Dokter Hafizh adalah dokter bedah syaraf, sama seperti Rendy sepupu alvin.


"gini al... benturan pada kepala nazwah cukup keras jadi harus segera di operasi. Dan untuk mengetahui keadaan kandungan nazwah kamu bisa menemui dokter Dewi" jelas Hafizh.


Alvin masih terdiam, dia belum bisa menerima apa yg sudah terjadi.


"al..." panggil Hafizh.


"ya.. hmm.. tolong lakukan yang terbaik. Aku memohon kepada mu.." ucap alvin.


"Kami akan berusaha keras san selebihnya itu ada ditangan tuhan " ucap Hafizh.


"sekarang kamu bisa menemui dokter dewi diruangan nya" ucap Hafizh.


"saya permisi.." ucap alvin lalu keluar dari ruangan Hafizh.


Sekarang dia sudah berada di ruangan dokter dewi


"Apa anda suami dari pasien atas nama Nazwah Shalsabilah Utami" tanya dewi.


"iya dok.." jawab alvin lemas.


"sebelumnya kami minta maaf, karena kami tidak bisa berbuat apa-apa. Karena umur janin yang masih sangat muda dan benturan pada perut Pasien cukup kuat. Jadi Pasien mengalami keguguran" jelas dewi.


degg... hati alvin bagai dihantam badai.


Dia tak bisa berkata-kata lagi, semua terasa begitu berat.


melihat alvin yang begitu sedih, dewi mencoba hanya bisa berpesan untuk nya.


" saya tahu ini pasti berat untuk anda, tapi ini akan lebih berat lagi bagi pasien. Jadi saya harap anda bisa menghibur pasien sehingga tidak drop..." jelas dewi.


"makasih dok..saya permisi.." ucap alvin lalu keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


alvin pergi menuju ruang IGD, Ia melihat nazwah yang terbaring lemah diatas tempat tidur dari balik pintu IGD. Yang sebentar lagi akan menjalani operasi.


Dia begitu lemah dan merasa tidak berguna sebagai seorang suami.


__ADS_2