Takdir Yang Tidak Kuduga

Takdir Yang Tidak Kuduga
BAIKAN


__ADS_3

Saat aku membuka pintu, tiba' kak alvin menarik tanganku hingga badanku menubruk badan kak alvin. Aku mendongakkan kepalaku menatapnya yang masih berekspresi datar.


"Kak..'- " ucapanku terpotong karna sebuah benda kenyal berhasil mendarat dibibirku.


Cup


sebuah kecupan singkat dari kak alvin.


Refleks aku menutup mulutku dengan tanganku.


"Kak...Kakak kenapa sihh...kakak ngambek yaa" tanyaku setelah tadi menenangkan diriku.


"iyaa... kenapa" jawabnya dingin.


"Emang nazwah salah apa..." tanyaku polos.


"Banyak..." ucap kak alvin sontak membuat ku menunduk.


"Dan sekarang sebagai hukumannya, kamu harus nurutin permintaanku" ucap kak alvin.


lalu ia membisikkan sesuatu ketelinga ku.


"Aku minta hak ku malam ini" ucapnya dengan senyuman manis nya.


Mataku membulat sempurna, tanpa menunggu aba' kak alvin langsung menggendong ku. Aku meronta-ronta namun kak alvin tak memperdulikan nya.


"KAKK..." teriakku.


"hmm...apaa....nggak ada penolakan pokoknya, mau jadi istri durhaka" ucap kak alvin dengan penekanan di kata durhaka.


Dan pada akhirnya, nazwah hanya pasrah dengan semuanya.


~ Skip pagi


Pagi ini, aku seperti seorang princess dibuat kak Alvin. Pasalnya sejak kejadian tadi malam, Kak alvin terus melakukan berbagai hal manis yang terkadang bisa membuatku tersentuh.


"Segitu bahagianya diaa..." Benakku sambil tersenyum simpul menatap kak alvin yang dengan telaten menguapiku.


Yaaa....Dia menyuapi aku bagaikan anak kecil.


Aku sudah menolak namun kak alvin tetap kekeh untuk melakukannya.


Hari ini Kak alvin tidak pergi ke kantor, Dia izin demi untuk mengurus ku hari ini.


*Oh yaa, Jiwa nazwah kan masih umur 16 tahun, badannya aja yang udah umur 20 tahun. Semoga pas kembali nanti bagian ini terhapus dari memori nyaa....


"Udah...kak aku bisa sendiri kok" ucapku meraih sendok yg dipegang kak alvin.


"eittss...nggak. Pokoknya hari ini kamu nggak boleh kerja dan ngelakuin apa', semuanya biar aku urus" ucap kak alvin.


"hmm ... yaudah dehh...terserah kakak" ucapku lemas.

__ADS_1


"nah gitu dong...nurut" ucap kak alvin semangat.


Setelah selesai makan, aku hendak berdiri untuk mencuci piring. Namun dilarang kak alvin, Katanya dia yang cuciin.


Aku terus menatapnya yang masih terlihat tampan walaupun sedang mencuci piring.


Setelah selesai mencuci piring, kak alvin berjalan kearahku.


Aku menatapnya. tiba' kak alvin menggendong ku menaiki tangga menuju ruang baca lebih tepatnya ruang kerja kak alvin.


Disepanjang jalan dengan aku yang masih berada di gendongan nya. Aku menatap wajahnya yang begitu perfect, tanpa kusadari tanganku mulai mengelus pipi putihnya. sontak membuat sang empu menatapku.


Ia tersenyum manis, manis bangett...bisa' aku diabetes klw lama gini😂.


Setelah berada didalam ruangan kerja nya. kak alvin mendudukkan ku di meja kerjanya, sedangkan ia duduk di kursi kerja.


Ia mengelus tanganku lembut lalu menciumnya, itu berhasil membuat ku salah tingkah. mungkin Sekarang pipi ku sudah merah.


Kak alvin tersenyum melihatku yang salah tingkah.


"oh yaa... kamu besok ada kuliah kann" tanua kak alvin tiba'.


aku hanya mengangguk.


"ingatanmu udah balik nggak" tanga kak alvin lagi.


aku menggelengkan kepalaku.


Aku menggeleng.


"Bisa ngomong kann" ucap kak alvin dengan nada menyindir.


aku mengangguk.


"kok nggak ngomong, apa perlu dikasih kiss dulu baru ngomong" ucap kak alvin menggoda.


"ehh...nggak...nggak usahh" ucapku lalu menutup mulutku.


kak Alvin terkekeh melihat tingkahku.


Lalu ia mulai sibuk dengan laptopnya dan membuatku bosan hanya diam saja sejak tadi.


Aku memutuskan untuk pergi, saat hendak turun dari meja. kak alvin memegang tanganku.


"ehh...mau kemana.." tanya kak alvin


"Mau keluar...bosan diam mulu" ucapku lalu menepis tangannya.


Aku turun dari meja lalu berjalan keluar dengan pelan'. Karna bagian bawahku masih terasa sedikit sakit.


Aku berjalan menelusuri tangga, aku juga bingung mau ngapain. Hingga mataku tertuju pada halaman belakang.

__ADS_1


Aku duduk di ayunan besi yang ada dihalaman belakang didekat kolam berenang.


aku memakai earphone dan memutar lagu' K-Pop kesukaan ku.


Angin berhembus dengan tenang, hingga tanpa sengaja aku mulai tertidur.


Tidurku terusik karna ada hembusan nafas yang menerdang leherku. Dan Badanku terasa berat.


saat kubuka mataku, hal pertama yang kulihat adalah wajah tampan kak alvin yang begitu damai saat tidur. tangannya melingkar di pinggangku.


Aku melihat sekeliling, kami sedang berada di kamar. Mungkin kak alvin menggendong ku kekamar.


Aku menatapnya lekat, hingga tanpa sadar matanya mulai terbuka. dengan cepat aku mengalihkan pandanganku.


Kak alvin tersenyum kearah dan...


Cup..


satu kecupan singkat berhasil mendarat di bibir mungilku.


Refleks aku menatap sang pelaku yang sedang menatapku balik. pandangan kami bertemu.


"Aku bersyukur punya istri kaya kamu" ucapnya pelan namun aku bisa mendengar nya dengan jelas karena jarak kami sangat dekat.


"Aku juga bersyukur punya suami kaya kak Alvin" ucapku malu-malu.


kak alvin tersenyum lalu memelukku begitu erat bagaikan dia tidak mau kehilangan ku. Tanpa ragu aku membalas pelukannya.


Jam menunjukkan pukul 12.45.


Aku dan kak Alvin baru selesai sholat zuhur dan sedang membereskan peralatan sholat tadi.


"kak...kakak mau dimasakin apa" tanyaku.


"nggak usah masak. kita kan mau kerumah mama" ucapnya.


"ohh...iyaaa...nazwah lupaa..." ucapku sambil menepuk keningku.


"yaudah, nazwah siap' dulu" sambungku lalu berjalan menuju kamar mandi.


Sekarang kami sudah berada diperjalanan menuju rumah mama.


Sekitar pukul 13.15 kami sampai didepan sebuah rumah besar bercat putih.


Gerbang rumah pun terbuka, dan kak alvin memarkirkan mobil di depan rumah.


Aku dan kak alvin sudah berada didepan pintu.


Kak alvin membunyikan bell rumah dan langsung saja pintu besar itu terbuka menampakkan seorang wanita paruh baya. siapa lagi klw bukan mama.


"wahhh kalian udah sampee....ayk masuk" ucap mama semangat.

__ADS_1


Kami pun masuk dan langsung disambut oleh seorang pria paruh baya yang kuyakini adalah papa dari kak alvin, sepasang suami istri yg kira' seumuran dengan mama, papa kak alvin dan ada....


__ADS_2