
.
.
.
Tak terasa besok aku akan melepas status lajang ku. Sebelumnya aku tak pernah berfikir untuk menikah semuda ini. semuanya berjalan begitu cepat.
Tadi nyonya Al-zafari menelfon ku agar aku bersiap Karena hari ini kami akan fitted gaun pengantin.
Aku sedikit gugup karena nyonya Al-zafari juga bilang kalau putranya atau bisa dibilang calon suami ku akan menjemput ku.
Aku Segera bersiap Karena jika dia sudah sampai, aku pasti malu jika belum siap juga.
Aku mengenakan Batwing warna army, celana jeans dan sneaker putih.
Ditambah sedikit polesan make up tipis dan liptint.
Tak berapa lama, terdengar suara bunda memanggil ku. Mungkin dia sudah datang.
Aku keluar dari kamar menemui bunda dan dia yang berada di teras.
Ada sedikit rasa gugup dihatiku.
"iya bunn...." ucapku.
"Nahh... kamu udah siap... nak alvin udah datang menjemput kamu.." ucap bunda.
Aku menatap laki' yang terlihat masih cukup muda sedang duduk disebelah bunda.
Dia menatapku datar.
"ayo... "ajaknya.
"bunda nazwah pergi dulu yaa.." pamit ku lalu mencium punggung tangan bunda. diikuti oleh laki' disebelah ku ini.
Kami menaiki mobil sport warna hitam yang terparkir di halaman rumah ku.
Dia menyetir dengan kecepatan normal. Selama perjalanan tidak ada pembicaraan diantara kami. Hanya ada rasa canggung dan rasa bosan menurut ku.
Dia terus fokus pada jalanan, sedang aku merasa begitu bosan selalu diam.
"ekhmm... boleh nanya.." ucapku memulai topik pembicaraan.
"hmm.." jawabnya.
"Kamu pasti terpaksa kan terima perjodohan ini.." tanyaku.
"hmm..." jawabnya.
"Sama gue juga... gue terima perjodohan ini demi bunda dan ayah... dan lo pasti juga sama kan..." ucapku.
"hmm.." jawabnya.
"dihh...nih orang bisu atau apa sih... dari tadi hmm... itu aja jawabnya.."gerutuku dalam hati.
"nggak usah ngatain gue..." ucapnya tiba'.
"ss.siapa yang ngatain lo..." elakku.
"dihh...kok dia tau yaa... apa mungkin dia cenayang.." benakku.
"kalau iya kenapa..." ucapnya.
Aku menelan ludah susah payah, dan dia terlihat tersenyum tipis.
Kami sampai di sebuah butik yang langsung disambut oleh para pegawai butik. Ternyata nyonya Al-zafari sudah ada disana.
"waduhh... cantik bangett ini mantu mama..." ucapnya senang.
aku hanya tersenyum lalu menyalam nyonya Al-zafari.
"Alvin nggak dingin-dingin amat kan cantik..." tanya nyonya Al-zafari.
__ADS_1
"nngak kok tante..." jawabku kikuk.
"jangan panggil Tante dong... Mama.." ucapnya.
"hehe..iya ma.." ucapku.
"Ayo sayang kita coba gaunnya, tapi mama rasa semua pasti cocok kalau nazwah yg pakai..." puji mama.
Aku hanya tersenyum malu.
Aku mencoba satu persatu gaun yang mama pilih, namun semua menurut nya bagus.
Hingga putusan terakhir, semua gaun yang kucoba tadi dibeli semua.
Aku sangat kaget, pasti harganya sangat mahal.
Dan betul saja, harga gaun' itu seharga rumah kami.
Setelah selesai, mama menyuruh kami untuk pergi makan siang bersama.
Mobil melaju membelah jalanan di siang hari yang cerah ini.
Hingga mobil berhenti di depan sebuah restoran yang sangat mewah.
Kami masuk kedalam dan duduk di kursi dilantai dua, tepatnya dekat jendela.
Seorang pelayan datang menghampiri kami.
Dia terlihat memesan makanan dan pelayan tersebut mencatat pesanan.
"Tunggu sebentar ya tuan.. nyonya.." ucap pelayan itu.
Aku tersenyum sedang kan laki' yang didepan ku ini hanya memasang wajah datar.
Tak menunggu lama, pesanan datang.
Kami menyantap hidangan dengan hikmat tanpa ada suara. Hanya suara sendok dan piring yg beradu tersengar memecahkan keheningan. Ditambah alunan musik klasik dari restoran.
karena yang pasti ini bukan arah kerumah ku.
"kita mau kamana..." tangaku.
Dia hanya diam.
"Apa dia kesal denganku... sehingga dia mau membunuh ku... ahh... bagaimana ini..." benakku.
"Tenang aja.. gue nggak bakal bunuh lo.." ucapnya.
"waduh.. gue lupa kalau dia bisa denger gue.." guamamku.
dia tersenyum tipis.
Mobil berhenti di sebuah taman, yang cukup sepi.
Ada banyak tumbuh tumbuhan yang sangat hijau
"wahhh... indah bangett..." ucapku girang.
"Ayo..." ajaknya sambil menarik tanganku.
Sontak aku terkejut, baru pertama kali ada laki' menggenggam tangan ku. kecuali ayah dan adikku tentunya.
Dia menarikku masuk kedalam taman.
Ternyata ada sebuah danau disana. Pemandangan nya masih asri. mungkin belum banyak orang yang mengetahui tempat ini.
Kami duduk di kursi kayu yg ada di bawah pohon ditepi danau.
Aku memandangi pemandangan yang terlihat begitu indah didepan mataku. hingga tanpa kusadari sejak tadi dia memandangi ku.
"kamu masih sama..." ucapnya tiba'.
langsung saja aku menatap nya yang duduk di samping ku.
__ADS_1
aku mengernyitkan dahi, tidak faham dengan perkataan nya.
"kamu masih sama, dari dulu sampai sekarang. kamu masih cantik.." ucapnya.
Aku tersipu malu.
"Makasih..." ucapku malu
"tapi tunggu... kenapa kamu bisa kenal aku.. kan kita baru pertama kali bertemu..." tanyaku serius.
"Kamu nggak ingat sama aku..." tanyanya balik.
Aku mencoba mengingat kembali, namun aku tak mengenalinya.
"nggak..." jawabku polos.
"Siswi kls x yang pura' pingsan saat upacara... itu kamu kan..." Ucapnya.
"ahh... ituu... gimana kamu bisa tau... padahal yang tau cuman satu orang... yaitu kak al..." ucapku.
Aku memandangi nya heran.
"Apaa... kamu.." ucapannku terpotong.
"iyaa ..." jawabnya pasti.
"Astaghfirullah... Jadi kakak itu kak Al..." ucapku.
"Jadi menurut lo..." jawabnya.
"kok beda... wajahnya beda gituu... Ganteng yg dulu..." ucapku.
Dia menatapku tajam.
"Becanda.... kakak kemana aja..." tanyaku
"Emang kenapa... kangen yaa..." godanya.
"dihhh... pede banget..." elakku.
"Emang nama kakak yg sebenarnya apa sih... jujur aku nggak tau..hehe..." ucapku.
"Alvin Nugraha Al-zafari, CEO sekaligus pemilik kingdom hotel dan kingdom mall" jawabnya sombong.
"KONGDOM HOTELL...." teriakku.
"Ahh... pasti kakak becanda nihhh..." Ucapku.
"Kalau nggak percaya, yaa.. terserah.." ucapnya.
Aku masih belum percaya, aku mengambil handphone ku di tas ku.
Aku menserching nama kak Alvin di google. Langsung keluar berbagai artikel Mengenai nya. Aku kaget sekaligus tidak percaya bahwa laki'didepan ku ini sungguh sangat hebat.
"gimana... udah percaya kan..." ucapnya aku hanya mengangguk.
Dia tersenyum bangga.
"Ohh...yaa... Kakak kan orang sukses nihh... kok kakak mau sama aku yang hanya mahasiswi semester 5 yang ingusan ini.." tanya ku.
dia tertawa renyah.
Aku bingung dengannya.
"Gue mau cari wanita buat jadi istri bukan buat pajangan..." ucapnya.
Aku tak bisa mencerna yg dikatakan nya.
"Maksud nyaa.." tanyaku.
"ahh..sudah lah... ayo kita pulang. Besok kita akan bertemu sampai dengan seterusnya jadi persiapkan mentalmu..." ucapnya lalu berdiri dari duduknya.
Akupun mengikuti nya, kak Alvin mengantar ku sampai ke rumah. Lalu ia pamit untuk pulang karena sudah hampir sore
__ADS_1