
sesuai janji kak Alvin tadi siang, bahwa dia akan memasak makan malam untuk ku.
Jadi kak Alvin sekarang sedang sibuk memasak makanan. Dia terlihat begitu lihai memainkan pisau dan wajan itu.
Makanan hampir siap tinggal dihidangkan diatas piring, namun tiba' bell rumah berbunyi.
"siapa sih yg datang malam gini..." ucap kak alvin kesal.
aku terkekeh melihat ekspresi kak Alvin.
"biar nazwah aja yg liat" Ucapku lalu berjalan menuju pintu utama
Aku membuka pintu dan mendapati kak Rendy yang berdiri didepan pintu dengan sebuah piper bag ditangannya.
"ehh...kak rendy. ayo masuk" ucapku.
" makasihh cantik.." ucap kak rendy lalu memasuki rumah
"kak Alvin lagi masak didapur" ucapku.
"ohh...lagi masak yaa" ucap kak rendy lalu berjalan menuju dapur dan kuikuti dari belakang.
"eittss....las banget nihhh" ucap kak Rendy yg dibalas tatapan tajam dari kk alvin.
"kenapa lo datang malam'begini..." ucap kak alvin dingin.
"gue mau jenguk nazwah, emang nggak boleh" ucap kak Rendy.
"nggak boleh" jawab kak Alvin tegas.
"widihh... giliran udah baikan, jadi posesif gitu... padahal waktu itu..." kak Rendy menggantung ucapannya.
"ahh.. sudah lahh... itu udah lewat" ucap kak Rendy dan kemudian duduk di kursi meja makan.
"ok... sekarang sebagai tanda terimakasihnya karena sudah mendamaikan kalian berdua, biarin gue makan bareng kalian yaa.." ucap kak rendy.
"nggak boleh, ini khusus buat nazwah" ucap kak alvin.
" boleh dongg...yaa naz..." mohonnya.
aku mengangguk mengiyakan. sedangkan kak alvin mendengus kesal.
"Yessss...." teriak kak Rendy lalu mulai menyendok nasi keatas piring nya.
"kalian nggak kasian apa, gue tiap hari makan sendirian" ucap kak Rendy sedih.
"makanya cepat cari bini...biar nggak sendirian muluuu..." ucap kak alvin
Aku hanya terkekeh melihat tingkah kedua saudara ini.
Umur kak Alvin dan kak Rendy hanya berbeda 2 tahun. Kak Rendy lebih tua dari kak alvin.
Kami pun mulai menyantap makanan yg dimasak oleh kak Alvin. sambil Terkadang ada saja tingkah kedua laki' itu.
"Kenapa sihh...lo masih jomblo Mulu..." ucap kak alvin.
"terserah gue dong...yakan nazz" jawab kak rendy.
aku hanya tersenyum.
"kakak mau nggak nazwah kenalin sama temen nazwah" ucapku tiba' yg membuat kak Rendy tersedak.
sedangkan kak alvin dari tadi tertawa melihat ekspresi kak Rendy.
__ADS_1
"kok malah bicara soal cewek sihh.... tapi klw ada yg kaya nazwah boleh dehh..." ucap kak Rendy.
"klw kak Rendy mau, nazwah bisa telponin sekarang biar dia dateng" ucapku.
"nahh... telfon aja naz...biar ni orang nggak jadi bujang lapuk" ucap kak alvin setuju.
Aku langsung mengambil handphone ku yang ada didalam Kantongku dan menghubungi Zihan.
" assalamualaikum.halo zii... kamu bisa datang kerumah gue sekarang nggak. ada yg perlu gue omongin" ucapku.
"apa sihh nazz... kaya nya serius amat" jawab zihan dari seberang sana.
"pokoknya lo dateng aja, nanti juga bakal tau" ucapku lalu mematikan telfon.
Aku menatap kak Rendy yg sudah terlihat pucat.
Sekitar 30 menit kemudian, bell rumah berbunyi. aku langsung berlari untuk memastikan siapa yang datang.
Dan sesuai ekspektasi ku itu adalah zihan. aku langsung menarik nya masuk.
"ada apa sih nazz..." ucap zihan meronta-ronta.
"udah ngikut aja..." perintah ku.
aku membawa zihan ke ruang keluarga, yap.. kak Alvin dan kak Rendy lagi disana. mereka sedang main game online.
Pertamanya gue juga terkejut, udah tua kok masih main game online.
Kak Alvin dan kak Rendy menatap ku dan Zihan bersamaan.
"ini ada apa sihh nazz.." tanya zihan heran.
"oh...yg kamu maksud zihan..." tanya kak Rendy.
"ohh..kakak udah kenal..." tanyaku balik
"iyaa...zii" tanyaku kepada zihan.
dan dia hanya mengangguk.
"yaahhh...sia' dong usaha nazwahh" guamamku.
mereka semua tertawa melihat ku.
"emang naz...ada apa sihh" tanya zihan.
"tadinya gue mau jodohin lo sama kak Rendy, tapi ternyata kalian udah kenal" jawabku lemas.
"makanya lain kali bilang dulu" timpal Zihan.
Aku mendudukkan diriku disofa, diikuti zihan.
Sedangkan kak alvin dan kak Rendy melanjutkan game mereka yg tertunda.
"zii...lo jadi kemarin ke konser BTS" tanyaku.
"iyaa...gue seneng bangett, tapi nggak enak klw nggak bareng lo. kenapa sih lo nggak ikut" ucap Zihan.
"nggak dibolehin sama itu tuhh..." ucapku sambil menunjuk kearah kak Alvin yg masih sibuk dengan gamenya.
"ohh...kacian bangettt...." ledek Zihan.
"lo ada dapet fotonya nggak..." tanyaku semangat.
__ADS_1
"ada nihh... " tunjuk Zihan.
Aku mulai melihat semua foto yg diambil nazwah saat konser.
"wahhh.... Daebak.... makin ganteng aja nih oppa" ucapku.
Seketika kak Alvin mengentikan acara game nya lalu menatapku tajam.
"iyaa...mereka tambah ganteng ajaa..." timpal Zihan.
"Ohh...kim Taehyung-ssi..." ucapku sedikit keras.
kak Alvin menatapku lebih tajam namun aku tidak menggubrisnya.
"oh..yaa tadi v baru live lohh..." ucap zihan.
"ahh massaa..." ucapku.
lalu aku mulai mengutak-atik handphone ku dan betul saja idolaku itu baru live 45 menit yang lalu.
Aku mulai menonton nya dengan seksama, hingga tiba' kak alvin datang dan merebut handphone ku.
"kakkk... balikin" teriakku.
kak Alvin tidak menjawab dia malah asyik mencari tahu apa yg kutonton.
"ini siapa sihhh..."tanya kak alvin kepada kak rendy.
"lo nggak tau, itu boyband Korea yg Sekarang ini sangat diminati banyak orang. kalau nggak salah namanya b..b" ucapan kak Rendy kupotong.
"BTS" teriakku.
"kim namjoon" teriakku
"kim seokjin" sambung Zihan
"min Yongi" ucapku lagi
"jung hoseok" sambung Zihan
"park Jimin" ucapku
"kim Taehyung" sambung Zihan
"jeon Jungkook " Ucapku
"BTS" teriakku dan Zihan bersamaan.
Kak Alvin dan kak Rendy menatap kami bingung.
"kalian pada kenapa sihh...." ucap kak alvin
"itu adalah lagu kebangsaan kami para army BTS kak" jawab Zihan.
Kak Alvin mendengus kesal.
"kak balikin handphone nazwah..." teriakku.
"nggak mau" jawab kak Alvin.
"kakak boleh main game, kok nazwah nggak boleh nonton BTS sihhh..." kesalku.
"yaudah....ini kakak berhenti main gamenya" ucap kak alvin.
__ADS_1
aku mendengus kesal.
"dasar... posesif..." benakku.