Takdir Yang Tidak Kuduga

Takdir Yang Tidak Kuduga
MASUK KULIAH


__ADS_3

"Kenapa sihh teriak', pengang nih kuping" ucap kak Alvin kesal.


"hehe...Maaf" ucapku.


"ada apa sihhh" tanya kak Alvin penasaran.


"nggak ada apa', hehehe..." jawabku.


"nggak ada apa' tapi kok teriak gitu" ucap kak alvin.


"nggak ada apa'kok kak" ucapku meyakinkan nya.


"Udah malam tidur yuk" ajak kak Alvin.


"huaammmm.... ayoo...nazwah jg udah ngantuk" ucapku.


~skip kamar


Aku membaringkan tubuhku yg sangat capek ini diatas tempat tidur king size yg begitu nyaman ini. Aku mulai memejamkan mata, namun tidak jadi karna tiba' ada sebuah tangan kekar yg mengelus lembut rambutku. Aku sontak terkejut, aku melihat sang pelaku yg tak lain tak bukan adalah kak Alvin.


Kak Alvin tersenyum manis kearahku dan akupun membalas senyuman nya itu. Lalu ia menarikku dalam pelukannya, jujur ini sangat nyaman hingga tanpa sadar aku mulai tertidur dengan posisi masih dalam dekapan kak Alvin. Aroma farmumnya sangat wangi menurut ku, aku menyukainya (◠‿・)


~Skip pagi


Sekarang aku dan kak Alvin sedang sarapan, hari ini kami sarapan dengan roti dan susu.


Yaa...hanya itu yg paling simpel, berhubung hari ini hari pertama aku kuliah setelah menikah.


Aku masih bingung harus gimana nantinya dikampus. Namun kak Alvin menyemangati ku sehingga aku lebih tenang.


"kakak anterin yaa" ucap kak Alvin yg sekarang sedang memakan rotinya.


"nggak usah kak, nazwah naik ojek aja" tolakku.


"nggak, pokoknya kakak anterin" ucap kak Alvin, akhirnya aku hanya bisa nurut.


~Skip kampus


"kak nazwah kuliah dulu yaa.." ucapku.


"Kuliah baik', jangan nakal" ucap kak alvin.


"iyaa" jawabku


"assalamualaikum" ucapku lalu hendak keluar dari mobil.


namun pintu terkunci, aku menatap kak Alvin yg lagi nyengir kuda.


"kakk .."ucapku


"morning kiss dulu baru pergi" ucapnya jahil.


"ihh... kakak mahhh" jawabku sebal.


Kak Alvin mendekatkan wajahnya ke arahku, dengan malu' aku mencium pipi kiri kak alvin sekilas lalu berlari keluar dari mobil.


Aku memutuskan untuk menelfon Zihan, Agar dia membantuku.


Aku bertanya-tanya tentang semuanya, memang zihan merasa aneh denganku. namun apa boleh buat


Aku mulai memasuki kelas, semua orang menatapku dengan tatapan bingung.


Aku memilih duduk di bangku paling ujung.


Namun tiba', ada seorang laki' yg duduk disamping ku, ia menatapku intens. karna merasa risih akupun memberanikan diri untuk bertanya.


"Apa sihh liat' gituu..." celetuk ku.


"lo kemana aja satu minggu ini" tanya nya.


"ohh...jd teman sekampus ku nggak ada yg tau klw gue udh married" benakku.


"g..guee...sakit" jawabku.


"ohhh...." ucapnya lalu meluruskan pandangan nya kedepan. Karena dosen sudah memasuki kelas.


"selamat pagi...semuaa..." sapa dosen itu.


"selamat pagii Bu..." jawab semuaa serempak.


"baik saya absen dulu" ucapnya.


Dan mulai menyebutkan satu persatu nama mahasiswa/mahasiswi.


Tiba giliran namaku yg dipanggil.

__ADS_1


"NAZWAH SHALSABILA UTAMI" ucap dosen itu.


"saya bu" jawabku sambil mengangkat tangan kananku.


"ohh...kamu sudah datang.." ucap dosen itu.


"hehe..iyaa bu" jawabku.


"Kepada semuanya... tolong bantuannya untuk nazwah" ucap dosen itu.


"emang nazwah kenapa bu" tanya seorang mahasiswi.


"Kata keluarga nya dia mengalami amnesia kecil, jd dia sedikit tidak mengingat hal " jelas dosen.


"ahhh...kasian bangett" ucap seorang mahasiswa.


"iyaa kasian yahh" ucap mahasiswa lainnya.


mereka semua menatapku penuh rasa kasihan.


"Ahh...apa kak Alvin yg bilang yaa" Benakku.


"udahh...udahh...mari kita lanjutkan" ucap dosen itu memecahkan kebisingan.


Kelaspun berjalan dengan lancar, hingga waktu habis.


"Baik cukup sekian hari ini, kita ketemu lagi Minggu depan. selamat pagi" pamit dosen itu.


"pagi bu" jawab semua serempak


xoh..uaa..nazwah nanti kamu datang ke ruangan saya" ucap dosen itu lalu pergi keluar kelas.


"huff... akhirnya selesai jugaa"benakku.


Kelas mulai sepi, sebagin orang pergi kekantin untuk mengisi perut atau pergi ke perpustakaan bagi yg rajin. dan sebagian ada yg bolos kuliah.


Aku berjalan menelusuri koridor kampus menuju kantor dosen yg baru kuketahui bernama Bu Ani.


tok..tok..tok


Aku mengetuk pintu ruangan itu.


"permisi bu" ucapku.


akupun masuk dan mendapati Bu Ani yang sedang sibuk dengan laptopnya. Karena aku masuk dia pun menghentikan kegiatannya itu .


"ayo silahkan duduk" ucap Bu Ani ramah.


"ii.. iyaa bu" jawabku canggung.


Akupun duduk dikursi yg ada didepan meja kerja Bu Ani.


"ada apa yaa bu. kok saya dipanggil kesini" tanyaku membuka percakapan.


"Saya akan menjelaskan beberapa peraturan dan semua tentang kampus, saya disuruh oleh kepala yayasan untuk ini. Katanya kamu amnesia" jelas Bu Ani dan aku hanya mangut' mengerti.


"Baik bu saya akan mendengarkannya" jawabku.


Bu Ani pun menjelaskan semuanya secara rinci.


setelah selesai aku izin pamit, namun langkahku terhenti.


"oh yaa...saya dengar kamu sudah menikah" tanya Bu Ani.


deggg..


"ii..iyaa bu" jawabku kikuk.


"Ohh... yasudah kamu bisa pergi" ucap Bu Ani.


"iya bu.. permisi"jawabku.


Aku keluar dari ruangan itu dan berencana pergi ke taman kampus.


Disana aku duduk sendiri, sambil mengamati beberapa mahasiswa yang sedang duduk' disana dan menikmati keindahan kampus yg begitu indah.


Namun suara seseorang berhasil membuyarkan lamunanku.


"Hy...Nazwah yaaa..." ucap laki' tersebut.


"iyaa...siapa yaaa" jawabku.


Dia duduk di sebelahku.


"masa sih nggak ingat" ucapnya

__ADS_1


Aku memperhatikan nya begitu lama dan akhirnya aku mengingat nya.


"Aahhh...Ferdy..." ucapku.


Ferdy adalah teman sekelasku dulu waktu SMA.


"nahh..tu tauu..." jawabnya.


"wahh...apa kabar kamu" ucapku.


"baik. kamu gimana..." sambungnya


"Baik" jawabku.


"kamu kuliah disini...jurusan apa" tanyanya.


"iyaa... jurusan seni" jawabku.


"Bagaimana dengan mu" sambungku.


"Aku jurusan sastra" jawabnya.


"ahh... Zihan juga jurusan sastra" ucapku.


"Zihann... Zihan siapa yaa.." tanyanya.


"zihan temen sebangku dulu" Ucapku


"Ohh... Zihan ituu....Emang dia kuliah disini" tanyanya bingung.


"ii..iyaa emang kamu nggak tau" ucapku dan ferdi hanya menggeleng.


Ferdy itu dulu pernah suka pada Zihan, namun Zihan tidak menganggap ferdy serius jadi gitu dehh. Seperti cinta bertepuk sebelah tangan gitu.


Aku dan Ferdi berbincang' hingga ferdy pamit karena ada kelas.


Dan aku mendapat pesan dari grup kelas. klw kelas siang ini dibatalkan karena dosennya tidak datang berhubung sakit.


Aku memilih untuk pulang, dan aku berniat untuk pergi kerumah bunda.


Sebelumnya aku sudah memesan ojol.


Sekarang aku sudah berada di halaman rumah bunda, rumah yang menjadi saksi aku tumbuh. Saksi semua kenanganku.


Aku mengetuk pintu.


tok..tok..tok...


"assalamualaikum" ucapku.


"waalaikum salam" jawab orang itu yg tak lain adalah Gibran.


"ahh..adikku ini tumbuh menjadi lelaki yg tampan sekali" benakku.


"wahh...kak nazwah" ucap Gibran.


"Bunda...kak nazwah datang" teriak Gibran.


dan bundapun datang menghampiriku yg masih berdiri di ambang pintu.


"wahh...putri bunda yg cantik datang, ayo masuk" ucap bunda


Namun aku tidak merespon,aku masih terpaku menatap bunda yg masih terlihat cantik walau pun sudah mulai muncul kerutan pada wajahnya.


"Bunda apa kabar...bunda sehat...Bunda.. nazwah kangenn.." ucapku dalam hati.


Tanpa basa-basi aku langsung berlari kedalam pelukan bunda.


"ehmm...kamu kenapa" tanya bunda karena melihatku menangis


"ada masalah apaa..." sambung bunda.


Bunda membawaku duduk di sofa. Bunda menatapku lekat yg masih sesenggukan.


"hiks..hikss...bundaaaa...." ucapku lalu kembali memeluk bunda.


"ada masalah apa....bilang sama bundaa" ucap bunda.


"hiks..nggak..ada masalah kok bunn...hiks... nazwah hanya kangennn..." ucapku sesenggukan.


bunda tersenyum lucu, melihatku yg seperti anak kecil.


Terdengar bunda dan Gibran tertawa kecil.


aku melepaskan pelukan ku dan menatap tajam kearah Gibran yg sedari tadi menertawakan ku.

__ADS_1


__ADS_2