
.
.
.
.
Ini yang terakhir, aku tak mau lagi naik bianglala. walaupun dibayar berapa pun, aku nggak mau.
Aku terus mengucap didalam hatiku. Hingga tiba' bianglala tersebut bergoyang lalu berhenti.
Jantungku terasa berhenti berdetak.
"kakkkk...." teriak ku dikala bianglala berhenti berputar.
"Iyaa... sayangg..." jawab kak Alvin yang masih asyik menatap pemandangan dibawah sana
"Nazwah takutt...." ucapku bergetar.
Kak Alvin langsung menatap ku, dia terkejut melihat ku yang sudah pucat
"kamu kenapa... " tanya kak alvin.
Aku langsung bergambur kedalam pelukannya.
Kak Alvin terlihat heran.
"nazwah takut.." isakku.
"Kenapa nggak bilang dari tadi sih... harusnya kita nggak perlu naik klw gitu..." ucap kak alvin.
Aku tak menjawab.
"Nazwah fobia sama ketinggian.." ucapku.
Kak Alvin mengelus lembut rambutku.
"Tunggu bentar lagi, pasti jalan lagi kok" jelas kak Alvin.
Aku tak menjawab aku malah memeluk kak Alvin lebih kencang.
Dan betul saja, bianglala pun kembali berputar.
Untungnya tinggal sedikit lagi agar aku terbebas dari sini.
Setelah berhasil keluar, aku langsung buru' lari mencari toilet. Tanpa menghiraukan kak Alvin yang sedari tadi memanggil ku.
Aku masuk kedalam toilet dan mengeluarkan semua isi perut ku. Aku sudah tak tahan dari tadi ingin muntah.
Setelah merasa lega, aku keluar dari toilet dan mendapati kak Alvin sudah berdiri disana.
"Udah mendingan..." tanya kak alvin.
Aku hanya mengangguk.
"Yaudah, kita pulang aja..." ucap kak alvin.
Aku langsung menggeleng.
__ADS_1
"nggak mau... " tolakku.
Kak Alvin menaikan sebelah alisnya bingung.
"Kamu udah pucet banget sayang..."ucap kak alvin.
Aku menggeleng
"nggak mau... nazwah masih mau keliling..." kekeh ku.
"yaudah... Tapi kalau kamu nggak kuat bilang ya.." ucap kak alvin.
aku langsung mengangguk patuh.
Kak Alvin merangkul ku, sehingga banyak pasang mata yang melihat kearah kami.
"kakak... lepasin... diliatin orang tuh.." bisikku.
Kak Alvin tak menggubris nya dia malah berjalan yang tentunya aku terikut.
"Kak kesana yuk..." Ajak ku.
Tanpa menunggu jawaban dari kak Alvin aku langsung menariknya secara paksa.
Ada banyak ornamen khas Jepang yang disuguhkan disana. Ada bunga sakura dan ada baju kimono yg dapat di pinjam.
"Kak.. kita pake kimono yukk.." ajakku.
"nggak mau ah..." tolak kak Alvin.
Aku langsung cemberut mendengar jawaban nya.
aku langsung berlari keriangan menuju tempat peminjaman baju yang diikuti oleh kak Alvin.
Aku keluar dari tempat ganti menemui kak Alvin yang sudah lebih dulu menggenakan kimono.
Beda dengan kak Alvin, rambut ku ditambah beberapa hiasan kepala khas wanita Jepang.
Kak Alvin menatapku tercengang.
"gimana... cantik kan.." tangaku sambil memutar tubuhku.
"cantik.." ucap kak alvin pelan.
" Ayo kita foto dulu..." ajakku penuh semangat.
Setelah difoto oleh kameraman yg tersedia disana. Aku mengambil handphone ku dan mengajak kak Alvin berfoto bersama.
Aku ingin memamerkan nya nanti pada zihan.
Ada banyak gaya yang kami peragakan, awalnya kak Alvin menolak namun atas bujukan ku yang tak mungkin ditolak oleh kak Alvin. akhirnya sia nurut juga.
Mulai dari gaya dua jari✌️, bibir dimanyunin 😙 sampe gaya luv' sudah kami peragakan.
"udah yaa nazz... gerah banget ini bajunya" bujuk kak Alvin.
"hmm... Yaudah.." jawabku pasrah.
Setelah mendengar jawaban dariku, kak Alvin langsung bergegas Menganti baju. Begitu juga denganku.
__ADS_1
Setelah puas, kami memutuskan untuk pulang setelah sempat makan siang dulu tadi di restoran dekat Ancol.
Malamnya, setelah selesai mandi dan makan malam. Aku langsung merebahkan tubuhku diatas tempat tidur. Hari ini sungguh melelahkan.
Baru jam 20.45 aku sudah terlelap dalam tidurku.
~Author POV
Melihat nazwah yang sudah terlelap dalam tidurnya. Alvin pun memilih ikut kealam tidur setelah sholat isya terlebih dahulu tadi.
Dia merasa sangat lelah setelah seharian ini berkeliling di Ancol bersama sang istri.
Belum sempat alvin larut dalam mimpi, Ia terbangun karena mendengar nazwah berteriak.
"Tidakkkkkkk...." teriak nazwah.
"Ada apa sayang.." tanya alvin cemas.
huf...huf... Nazwah mengatur nafasnya.
Alvin mengambil air yang ada diatas nakas lalu memberikan nya pada nazwah.
Nazwah langsung meneguk air tersebut hingga kandas.
"kamu mimpi buruk..." tanya alvin setelah melihat nazwah mulai tenang.
"iya... nazwah mimpi nazwah jatuh dari bianglala..." jawab nazwah sambil memikirkan mimpi nya itu.
"Astaghfirullah... sampe segitunya" ucap alvin.
"Segitunya gimana.... kalau udah takut yaa takut... nggak ada yang bisa mengelak.." ucap nazwah kesal.
"iyaa... makanya klw mau tidur baca doa dulu..." ceramah alvin.
"iyaa... pak ustadz.." jawab nazwah mengalah.
Ia pun kembali membaringkan tubuhnya mencoba kembali tidur. Sebelumnya dia membaca doa dulu sesuai anjuran dari sang suami tercinta. (ehh... bukan cuman anjuran dari alvin sihh... tapi itu adalah anjuran dari agama).
Alvin pun juga kembali mencoba untuk tidur, namun kali ini dia memposisikan diri dengan memeluk tubuh nazwah.
Nazwah yang merasa kegerahan pun langsung memberontak
"kak... nazwah kegerahan..." ucap nazwah Sambil mencoba melepaskan tangan kekar alvin yang memeluk tubuh mungil nya.
Alvin pun melepaskan pelukannya lalu meraih remote AC yg ada diatas nakas.
ia mengatur suhu menjadi lebih dingin dari sebelumnya.
Lalu kemudian ia kembali memeluk tubuh nazwah.
Nazwah hanya bisa pasrah dengan suaminya itu.
Dasar alvin... punya banyak cara untuk membuat nazwah takluk.
Nazwah bagaikan guling dibuat alvin.
Mereka berdua akhirnya terlelap dalam tidurnya.
Dengan posisi yang masih sama sapai pagi datang.
__ADS_1