Takdir Yang Tidak Kuduga

Takdir Yang Tidak Kuduga
Mimpi buruk Dan kabar baik


__ADS_3

.


.


.


~ Author POV


Setelah puas menyantap mie instan, Nazwah merasa mengantuk. jadi mereka memutuskan untuk tidur.


Nazwah membelai lembut rambut nazwah yg sedang tertidur disebelah nya. Ia merasa kasian kepada nazwah karena harus menghadapi kejadian yg menimpanya. Semoga saja dibalik semua kejadian buruk ini akan ada kejadian baik.


Melihat nazwah yg sangat damai dalam tidurnya alvin tergoda untuk ikut serta. Ia membetulkan posisinya yg tadinya duduk bersandar pada kepala tempat tidur menjadi berbaring di sebelah nazwah.


Alvin memejamkan matanya untuk pergi ke alam mimpi. Namun teriakan nazwah kembali membuat nya terjaga.


"Tidakkk... jangan tinggalin nazwah..." Teriak nazwah Sambil menangis.


"Ada apa sayang.." ucap alvin yang kemudian memeluk nazwah untuk menenangkan nazwah.


"hiks...jangan tinggalin nazwah.." lirih nazwah.


"Siapa yg tinggalin nazwah... nggak ada... kakak nggak bakal tinggalin nazwah.." ucap alvin.


"hiks..Kakak tinggalin nazwah..hiks.. karena nazwah itu pembunuh...hiks.. nazwah membunuh kak Linda.." Tangis nazwah.


"nggak sayang... kamu nggak bersalah, dia yang bersalah karena mau mencelakai kamu.. dan kakak nggak bakal ninggalin nazwah apapun alasannya..jadi nazwah jangan sedih yaa..." jelas alvin.


Nazwah memeluk alvin erat.


"makasih kak.." Ucap nazwah.


"sama'sayang..." jawab alvin.


Setelah merasa nazwah cukup tenang, alvin melepaskan pelukan mereka.


"yaudah, sekarang kita tidur lagi yaa..." ucap alvin dan nazwah hanya mengangguk mengiyakan.


~Skip pagi


Setelah sholat subuh tadi, nazwah pergi berjalan pagi di taman hotel. Tadinya alvin ingin ikut namun ada Masalah di mall sehingga alvin harus pergi.


Nazwah berlari lari kecil di taman yg cukup sepi itu. Setelah cukup lelah nazwah kembali ke ruangan alvin.


Namun saat ia hendak menutup pintu tiba'tubuhnya oleng, Kakinya lemas dan penglihatan nya buram. Tubuhnya terjatuh kelantai.


Alvin melakukan pengecekan yang biasa ia lakukan 1 minggu sekali. yaitu sekedar berkeliling melihat perkembangan kingdom mall. Setelah itu ia memutuskan untuk menelfon nazwah untuk menanyakan apakah ia sudah sarapan atau belum.


Namun handphone nya tidak aktif. ia mencoba menelfon beberapa kali namun tak kunjung dijawab.


Alvin menelfon Thania, sekretaris nya si hotel.


"Halo.. Thania.. kamu sedang dimana.." tanya alvin.


"saya di kantor pak, ada yang perlu saya bantu pak.." ucap Thania sopan.


"Saya minta tolong, kamu temui nazwah di ruangan saya... sedari tadi telfon saya tidak dijawab." ucap alvin.


"baik pak. saya segera kesana.." jawab Thania


"terimakasih" ucap alvin lalu mematikan sambungan telepon.


"sama'pak.." Ucapan Thania tergantung karena bos nya itu keburu mematikan telfon.


Dengan segera Thania pergi menuju ruangan bos nya itu.

__ADS_1


Ia mengetuk pintu, namun tak ada sahutan dari dalam. Ia membuka pintu, dan mendapati nazwah yg tergeletak di lantai.


Dengan panik Thania menghampiri nazwah, lalu menelfon Bagian kesehatan.


Di hotel itu memang tersedia dokter yg dipekerjakan disana. Untuk para pengunjung dan karyawan hotel.


Setelah dokter datang, nazwah mulai diperiksa oleh dokter setelah dipindahkan ke kamar terlebih dahulu.


"Bagaimana keadaannya kiy..." tanya Thania cemas.


Dokter itu memang dekat dengan Thania, dia dokter kiyrana.


Kiyrana tersenyum. Thania yg melihat kiyrana tersenyum merasa heran.


"Kenapa lo malah senyum... Nazwah kenapa... kok bisa pingsan.." Tanya Thania mulai emosi.


"Nazwah cuman kecapekan, efek wanita hamil. jadi mudah capek..." jelas Kiyrana.


"Wahh... jadi nazwah hamil... Berapa bulan.." Ucap Thania semangat.


"belum genap sebulan... Apa mungkin dia belum tau yaa..." ucap Kiyrana.


Thania menaikkan bahunya pertanda Tidak tahu.


"oh..iyaa...gue lupa.. gue blm kasih tau pak Alvin klw nazwah pingsan.." ralat Thania.


Ia langsung menghubungi Alvin, mendengar hak itu alvin kaget lalu buru' kembali ke hotel.


Setelah alvin tiba, ia melihat nazwah yg tertidur di tempat tidur.


Thania menjelaskan yg terjadi dan dia juga memberi tahu bahwa nazwah sedang hamil.


Alvin seketika terdiam, dia sangat terkejut plus bahagia.


"Selamat yaa pak.." ucap Thania.


"kalau gitu saya permisi pak.." pamit Thania lalu meninggalkan pasangan suami istri itu.


Alvin duduk ditepi ranjang sambil mengelus lembut rambut nazwah.


"Nazwah...bangun sayang... Kakak ada berita baik...Jadi kamu bangun yaa.." bisik Alvin.


Namun nazwah masih setia memejamkan matanya.


"Yaudah nanti aja kakak kasih tau,... sekarang kamu istirahat dulu..." bisik alvin lagi.


Ia membetulkan selimut nazwah lalu mencium kening istrinya itu


Alvin meninggalkan nazwah beristirahat, Ia pergi ke meja kerjanya.


Mengenai Linda, dia masih koma di rumah sakit. Dan hakim sudah menjatuhkan hukuman kepada nya. Ia akan di penjara setelah siuman.


Untuk menghindari pembicaraan dari publik, alvin meminta media untuk menghapus berita Soal kejadian itu. Hal itu sangat lah mudah untuk dilakukan oleh seorang Alvin Nugraha Al-zafari.


Dengan sekejap semua pemberitaan mengenai kejadian itu menghilang.


Ia tidak mau itu akan berdampak kepada kehidupan nya dan nazwah.


Tak ingin merahasiakan Mengenai kehamilan nazwah lagi, alvin buru' memberitahu kabar baik itu kepada keluarga nya dan juga keluarga nazwah.


Mereka sangat bahagia dan dengan cepat mama nya alvin langsung meluncur ke tempat nazwah.


Ia ingin melihat kondisi menantu nya itu. Tak terkecuali bundanya nazwah, dia pun langsung berangkat menuju hotel dimana nazwah berada.


Alvin yang sedang berhadapan dengan beberapa dokumen tak menyadari bahwa nazwah sudah bangun.

__ADS_1


Nazwah sudah berada dibelakang alvin. Ia tersadar karena sebuah tangan menyentuh lembut bahunya.


Ia melihat sang pelaku yg tak lain adalah istrinya.


"Kamu udah bangun sayang.." tanya alvin yang langsung menarik nazwah untuk duduk dipangkuan nya.


Nazwah hanya mengangguk lemas.


Alvin tersenyum penuh kebahagiaan. lalu ia mencium kening nazwah.


Nazwah yang merasa tubuhnya masih lemas, meletakkan kepalanya di dada bidang milik alvin.


Alvin memeluk lembut tubuh nazwah sambil mengelus rambut panjang nazwah.


"makasih sayang..." bisik alvin.


Nazwah menatap alvin heran.


"Kamu hamil sayang... kok nggak bilang sama kakak..." ucap alvin.


"Ha..hamil..." ulang nazwah.


"iyaa... dokter bilang belum genap satu bulan" ucap alvin.


Nazwah kaget, mengapa ia tak mengetahui ituu.


"Aku baru tauu..." ucap nazwah.


"Nanti kita periksa ke rumah sakit untuk lebih jelasnya. Dan dokter bilang kamu pingsan karena kecapekan. kamu ngapain aja sih sayang sampe kecapekan.." ucap alvin.


"nazwah cuman lari' kecil tadi..." jawab nazwah polos.


"kamu udah makan.." tanya alvin.


Nazwah nyengir kuda.


"belum.." jawab nazwah.


Alvin menatap nazwah tajam.


"lain kali sarapan dulu baru pergi olahraga.." jelas alvin.


"iya sayang.." jawab nazwah manja.


"Sekarang kamu makan dulu.." ucap alvin sembari hendak menurunkan nazwah dari pangkuan nya.


namun bukannya turun, nazwah malah memeluk alvin erat.


"Maunya digendong.." rengek nazwah.


Dengan sabar alvin menggendong istri manjanya itu keluar dari ruangan. mereka hendak pergi ke restoran yg ada di hotel.


Diperjalanan menuju restoran, banyak pasang mata yang melihat mereka. Mulai dari karyawan sampai pengunjung.


Ada yg iri, kagum, dan senang melihat kemesraan atasan mereka itu.


Alvin mendudukkan nazwah di kursi dekat jendela. Lalu ia mendudukkan dirinya di kursi yg berhadapan dengan nazwah.


"Kamu mau pesan apa princess.." tanya alvin


"hmm... Spaghetti carbonara katanya enak..." Jawab nazwah yg masih sibuk melihat daftar menu.


Alvin memanggil pelayan dan ia mulai memberitahu pesanan mereka.


pelayan itu pamit untuk mengambil pesanan.

__ADS_1


Tak berapa lama kemudian pesanan sudah tersaji di meja, nazwah dan alvin menyantap makanan mereka dengan hikmat.


__ADS_2