Takdir Yang Tidak Kuduga

Takdir Yang Tidak Kuduga
Malam pertama


__ADS_3

.


.


.


~ Author POV


Setelah selesai sholat isya, Alvin memilih pergi ke ruang kerjanya. sedangkan nazwah memilih untuk membaringkan tubuhnya yang begitu lelah seharian ini.Hingga tanpa sadar ia mulai terlelap dalam tidurnya.


Alvin kembali ke kamar setelah jam menunjukkan pukul 10 malam.


Dia sebenarnya mencoba menghindar dari nazwah. Karena alvin tahu nazwah terlalu capek hari ini untuk sesuatu yang lebih.


Alvin mendapati nazwah tengah terlelap dalam tidurnya. Ia pun ikut berbaring di sebelah nazwah, ikut masuk kedalam alam mimpi.


Kira' pukul 11.30. nazwah terbangun karena dia mengalami mimpi buruk.


Mimpi yang cukup familiar di ingatannya. Ia memutuskan untuk sholat tahajud, setelah itu dia kembali untuk tidur.


Namun matanya tak kunjung terpejam.


"Mimpi ituu... apa aku sudah pernah melihat nya sebelum nya..." ucap nazwah dalam hati.


setelah cukup lama mencoba tidur, nazwah akhirnya berhasil. Namun belum sempat ia terlelap. Tiba' kepalanya sakit, sangat sakit.


"Ahhhh..." teriak nazwah.


Itu membuat alvin terbangun.


"kamu kenapa..." tanya alvin melihat nazwah yang begitu kesakitan.


"Kepala aku sakit..." ringis nazwah.


Alvin mengambil air untuk nazwah yang ada diatas nakas.


"ini minum dulu..." titah alvin.


Nazwah meminum air itu dengan bantuan alvin.


Alvin mencoba menetralkan sakit nazwah dengan ia memijit pelipis wanita itu.


"masih sakit..." tanya alvin khawatir.


nazwah hanya terdiam, air matanya menetes seketika.


Lalu ia memeluk alvin erat, alvin sontak kaget namun lama' ia mulai membalas pelukan wanitanya itu.


~ nazwah POV


Entah mengapa setelah mendapat pijatan darinya, sebuah ingatan yang sedikit buram menghantui pikiran ku.


Aku mencoba memperjelas ingatan itu.


Dan....


Sebuah kejadian tiba' terulang di ingatan ku.


Diaman aku bertemu dengan seorang laki' yang ternyata suamiku. Dan melakukan berbagai hal bersamanya hingga terakhir aku melihat sebuah Tangis bahagia dari ku dan laki' itu. dan suara tangis bayi yang menggema di ruangan itu. Belum sempat aku melihat bayi itu mataku sudah terpejam.

__ADS_1


Aku baru ingat, itu adalah mimpi yang kualami saat aku koma dulu.


Aku tersadar dari semua itu, mendapati seorang laki' yang berada dihadapan ku menatapku penuh kecemasan.


"masih sakit..." tanyanya.


Aku tak bisa berkata-kata, wajahnya sangat sama dengan mimpi ku itu. Aku langsung memeluknya erat, seakan melepaskan semua kerinduan ku selama ini.


Akhirnya aku menemukan jawaban, ternyata itu semua bukan mimpi. itu semua nyata.


Buktinya dia... laki' yang sama dengan laki' yang dimimpiku telah menjadi suamiku.


Aku senang mimpi itu terwujud, namun ada rasa sedih jika akhir dari mimpi itu akan sama


Jika memang sama, aku harus bagaimana...?


Apa aku harus menghindar dari nya agar mimpi itu tidak kenyataan. Sehingga dia tidak perlu sedih kehilangan seorang yang ia cintai.


sebelum semuanya terlambat.


Aku melepas pelukan ku.


"kamu nggak papa..." tanya nya.


"n.nggak papa.." jawabku.


lalu kembali berbaring dengan posisi membelakangi nya.


~Skip pagi


semuanya terlihat sama dengan mimpi yang ku alami.


Setelah sarapan, kak Alvin berangkat ke kantor dan aku bersiap pergi ke kampus.


Bagaikan film yang diputar kembali. Semuanya terlihat sama.


Saat sedang dalam perjalanan menuju kampus, sebuah nama melintas di fikiran ku


Kak Linda.


Apa itu juga akan terjadi. semoga saja tidak.


Aku sampai di kampus. mengikuti kelas seperti biasa.


Setelah itu, aku sedang ingin pergi berjalan-jalan di taman belakang kampus.


Aku mendudukkan diriku di bawah pohon besar yang ada disana. Aku biasa berada disana jika kelas sedang kosong.


Entah angin dari mana, aku tertidur pulas.


"Lupakan semua... Mulai hidup yang baru bersamanya. Semua bisa diatasi jika kalian selalu bersama. Jika kau berfikir untuk meninggalkan nya, percuma dia akan tetap datang. yang perlu kau lakukan adalah memperbaiki semuanya...."


Sebuah bisikan yang kudengar dalam mimpi ku. Aku terbangun dan mendapati zihan memandangi.


"lo tidur..." tanya zihan.


"ehh... nggak.." elakku.


"hmm..gue tau.. pasti semalaman lo nggak tidur yaa... akhh... dasar laki'.." ucap Zihan.

__ADS_1


aku mengernyitkan dahi ku heran dengan ucapan sahabat ku ini.


"maksud lo apa sihh... gue nggak ngerti.." ucapku.


"ahh.. sudahlah..." ucap zihan.


"hmm..lo ada kelas nggak... kita ke cafe yuk..gue lagi pengen makan es krim..." ucap zihan sambil membayangkan sesuatu yg kuyakini adalah es krim.


"Yaudah ayo... " jawabku.


Zihan langsung menarikku menuju parkiran.


Kami sampai disebuah cafe.


"kok kesini... kenapa nggak ke cafe biasanya" tanyaku


"katanya rainbow cake nya enak.. gue mau coba..." ucap zihan lalu keluar dari mobil.


Aku mengikuti nya masuk kedalam cafe.


Kami duduk di kursi dekat jendela lalu seorang pelayan datang menghampiri kami.


"Mau pesan apa.." tanya pelayan itu ramah.


"gue pesen.... rainbow cake dan es krim cokelat... lo pesen apa naz.." ucap zihan.


"hmm...samain aja... tapi aku rasa vanilla yaa." ucapku yang masih sibuk dengan handphone ku karena ada pesan masuk.


"baik... tunggu sebentar yaa.." ucap pelayan itu lalu pergi mengambil pesanan.


"nazz.. pelayan tadi terlihat sedikit familiar yaa..." ucap zihan.


"familiar gimana..." tanyaku.


"liat aja nanti.." ucap zihan.


Tak berapa lama, pelayan itu datang dengan pesanan kami.


Aku memandangi pelayan itu.


"silahkan menikmati.." ucap pelayan itu hendak pergi.


"tunggu mba.." cegahku.


"Kak.. Linda.." ucapku.


"ahh...iyaa..kak linda..." ulang Zihan.


"maaf saya permisi dulu.."ucapnya lalu buru' pergi.


"Dia bekerja disini..." ucapku.


"Kalau tidak... ngapain juga dia disini... aneh lo nazz..." kesal Zihan.


lalu mulai menyantap es krimnya.


"Ahh... aku harus bicara dengannya... agar semua jelas.. dan kejadian itu tak terulang.." benakku.


"lo mikirin apa sih naz...buruan tuh makan.. keburu cair nanti..." ucap zihan.

__ADS_1


"iyaa...iyaa...bawel..." Ucapku.


Lalu menyantap es krim yang memang sudah sedikit mencair.


__ADS_2