Takdir Yang Tidak Kuduga

Takdir Yang Tidak Kuduga
NGINAP DI RUMAH BUNDA


__ADS_3

Setelah masakan sudah siap, aku pamit untuk sholat Zuhur dulu tadi.


Dan sekarang aku, bunda dan Gibran sudah berada dimeja makan. ayah memang selalu makan siang di tempat kerjanya dan akan pulang saat sudah sore.


"kakak ngapain kesini..." tanya Gibran memecahkan keheningan.


"hmm... emang nggak bolehh..." jawabku.


"yaa... boleh' aja sihh..." ucapnya.


"alvin lagi keluar negeri jadi kakak sendirian dirumah" ucap bunda.


kami kembali melanjutkan acara makan kami dalam keheningan.


Setelah selesai makan aku mencuci piring kotor, dan bunda kebetulan ada pengajian hari ini.


Bunda sudah berangkat dari tadi dan aku menghabiskan waktu didepan tv sekalian menunggu telfon dari kak alvin.


"isss.... kenapa nggak ngasih kabar sihh..." gerutuku kesal.


karena setelah kak Alvin berangkat kak Alvin tak pernah menghubungi ku.


"liat aja klw udah balik nanti, aku cuekin baru tau rasa..." gumamku.


Tiba' saja Gibran datang menghampiriku.


"kak..." panggil Gibran.


aku tetap fokus pada layar tv.


"hmm.."jawabku.


"hmm...boleh minjam duit nggak" ucap nya.


aku langsung menoleh kearahnya dengan tatapan mengidentimidasi


"buat apa...." tanyaku


"hehe... ada sepatu keluaran terbaru yg bagus banget kak..." ucap Gibran.


"terussss..." ucapku.


"hehe... beliin yaa... bunda nggak bolehin Gibran beli, tapi Gibran pengen banget sepatu itu..." bujuk Gibran.


Sebuah ide pun muncul dikepala ku.


"hmm...boleh aja. tapi kamu harus nurutin semua kemauan kakak.. ok" Ucapku.


"iyaa... Gibran bakal turutin" jawab Gibran.


"ok... mana sepatunya" ucapku sambil menyodorkan handphone ku.


Gibran pun mencari sepatu itu olshop.


"ini kak..." ucap Gibran memberikan handphone ku kembali.


aku langsung melihatnya dan harganya lumayan mahal.


"Nggak salah ni... harganya mahal bangett.." ucapku.


"tapi sepatunya bagus kak...boleh yaa..." ucap Gibran memohon.


aku menarik nafas panjang lalu menekan tombol beli pada layar handphone ku.


setelah selesai melakukan pembayaran, barang akan segera Sampai.


"udah...tinggal tunggu barangnya dateng" ucapku malas.


"yesss.... makasih kakakku yg paling baik" pujinya.


"sesuai janji, kamu harus turutin kemauan kakak" ucapku.


"iyaa deh... kakak maunya apa.." tanyanya pasrah.


"kakak mau nanya, kakak dulu waktu masih SMA pernah kecelakaan nggak sihhh..." tanyaku.


"hmm... seingat ku sihh pernah. waktu masih SMA kls x " jawabnya.


"ohh... terus keadaan kakak saat itu gimana.." tanyaku lagi.


"kakak ngapain sihh... nanya' soal ituu..." ucapnya.


"tinggal jawab juga... kan tadi udah janji.."ucapku kesal.


"iyaa...iyaa... klw nggak salah, kakak dulu sempat koma selama 3 hari. Terus setelah kakak bangun... kakak jadi aneh gitu..." jelas Gibran


"aneh gimana..." tanyaku.

__ADS_1


"ahh... nggak tau... Gibran kan masih kecil waktu itu... kakak tanya sama bunda aja..." ucapnya


"ihh... nyebelin banget sihhh" ucapku.


Gibran hendak pergi tapi aku menghentikan nya.


"eittss...mau kemanaa.." ucapku.


Gibran membalikkan badannya.


"kan belum selesai..." ucapku.


"yahh..." dengus Gibran kesal.


"sekarang kakak lagi mau makan batgor. beliin sana.." suruhku.


"tapi kak.." ucapannya langsung kupotong


"nggak ada tapi'... cepetan.." teriakku.


"iyaa...iyaaa..." jawab Gibran lalu pergi untuk membeli batagor sesuai yg kusuruh.


Sekitar 15 menit kemudian, Gibran kembali dengan sebungkus batagor ditangannya.


"inii..." Gibran memberikan bungkus yg dipegangnya itu.


"kok cuman satu... emang lo nggak mau" ucapku.


"nggak, udah kenyang" jawabnya lalu kembali ke kamarnya.


Aku pun menyantap batagor itu dengan senang hati.


~Skip malam


Setelah tadi makam malam, aku pamit kekamar untuk istirahat.


Aku membaringkan tubuhku diatas tempat tidur sambil memperhatikan handphone. Belum ada kabar darinya. aku sungguh marah dengannya.


Mataku terasa begitu berat jadi aku memutuskan untuk tidur.


~Skip pagi


Badanku terasa begitu berat, dengan malas aku membuka mataku dan mendapati sebuah tangan kekar memelukku dari belakang.


dengan susah payah aku melepaskan tangan itu dan mendapati wajah yang selama tiga hari ini hilang. wajah yg sangat kurindukan.


wajah siapa lagi kalau bukan wajah kak Alvin.


Aku memandangi wajah tampan kak Alvin yg begitu damai dalam tidur nya.


tanpa kusadari mata kak alvin mulai terbuka dan sebuah senyum manis langsung terukir diwajah nya


"udah bangunn.." tanya kak alvin dengan suara khas orang bangun tidur.


aku mengangguk pelan, lalu hendak bangun dari posisiku. namun dengan cepat kak Alvin menarik ku sehingga badanku menubruk dada bidang milik kak Alvin.


Mata kami saling bertemu, dan kak Alvin mulai mendekat kan wajahnya. Aku menutup mataku, aku takut dengan apa yg akan dilakukan kak Alvin.


Apa yg ku fikirkan benar, kak Alvin mencium ku lembut yg lama'menjadi sebuah lumatan.


Aku hanya pasrah, dan kelanjutan nya hanya aku dan kak Alvin yg tahu. ok..😉


Setelah mandi, aku dan kak Alvin menjalankan sholat subuh berjamaah.


Kemudian kami turun untuk sarapan bersama ayah dan bunda.


Kalau Gibran udah berangkat sekolah, katanya dia tugas piket hari ini.


Kami sarapan dengan hening, tak ada percakapan hingga selesai.


Aku dan bunda membereskan peralatan makan. sedangkan ayah dan kak Alvin masih duduk di kursi meja makan.


Jarak dapur dan ruang makan memang dekat jadi bisa dengan jelas terdengar pembicaraan antara ayah dan kak Alvin.


"vin... gimana... semuanya lancar..." ucap ayah.


"Alhamdulillah.. semua lancar kok yah" jawab kak Alvin.


"Alhamdulillah klw begitu..." ucap ayah.


Aku dan bunda kembali duduk bersama ayah dan kak Alvin. Mama mulai membicarakan hal yg sama dengan mama kemarin.


"nazz... kapan nihh mama nimang cucu nyaa" ucap mama.


aku dan kak Alvin saling menatap, kak Alvin tersenyum tipis.


"lagi proses kok bun.." jawab kak Alvin.

__ADS_1


aku hanya diam, aku merasa malu sekali.


belum juga sebulan nikah, massa udah berisi. Dasar bunda nggak sabaran, kan semua butuh proses.


"yasudah...kalian lanjutin aja ngobrol nya, ayah berangkat dulu" pamit ayah.


Bunda mengantar ayah kedepan, sedangkan aku mulai berdebat dengan kak Alvin.


"Kirain udah lupa sama istri sendiri" sindirku.


"nggak mungkin lahh.." jawab kak Alvin.


"Terus kok 3 hari ini nggak telfon atau kasih kabar" tanyaku kesal.


"maaf deh..." jawab kak Alvin singkat


"maaf, nggak semudah itu...." gumamku dalam hati.


Aku membuang pandanganku, pura'marah.


"hmm... jangan marah gitu dongg..." ucap kak alvin.


Namun tiba'bunda datang menimpali.


"jangan gitu dong nazz... kasian itu suami mu baru pulang kok malah dicuekin gituu.." ucap bunda.


"tau ahh.." ucapku lalu pergi kekamar. aku membanting pintu sedikit keras.


Tak berapa lama kak Alvin datang menghampiriku. Aku sebenarnya kekamar bukan karena ngambek tapi aku mau beresin pakaian untuk balik kerumah.


Tapi mungkin kak alvin mengiranya aku ngambek. hehe...😅


"sayang...jangan marah dong... kakak punya sesuatu buat kamu..." bujuk kak Alvin.


aku tersenyum tipis tapi sembunyi, jadi kak Alvin tidak melihat nya.


"nggak perlu..." ucapku.


"massaa iya, kamu nggak mau. Nanti nyesel lohh" ucap kak alvin.


Aku jadi penasaran sekarang, tapi aku masih belum puas mengerjainya.


"nggak bakal.." jawabku.


"oh.. yaudah... ini dihapus aja foto BTS nya" ucap kak alvin.


"what...BTS.." teriakku dalam hati.


tanpa menunggu lama aku membuang egoku jauh'.


"eits..jangann.." teriakku.


kak Alvin tersenyum jahil.


"klw gitu jangan marah lagi..." ucap kak alvin dan aku hanya mengangguk.


kak Alvin menyodorkan handphone nya dan akupun langsung menerimanya dengan cepat.


"whatt... kok bisa ada foto BTS di band kakak... ini asli kann..." ucapku kaget setengah mati.


*masih setengah yaa... bukan mati beneran 😁


"ya asli dong... Itu kakak dapet langsung dari agensi nya langsung" jawab kak Alvin.


mataku langsung berbinar.


"kok agensinya kasih kekakak" tanyaku.


" karena perusahaan kakak sama agensi BTS yaitu big hit entertainment mau bekerja sama. jadi selama 3 hari kemarin, mengurus kontrak sama agensinya agar BTS jadi bintang iklan kingdom hotel sama kingdom mall" jelas kak Alvin.


aku terdiam,tidak percaya.


" jadii... selama 3 hari kemarin kakak di koreaa.." tanyaku.


"i.. iya.." jawab kak Alvin.


"ahkk... nazwah juga mau ikutt...." ucapku.


"yahh... nazwah nggak bilang, klw kakak tau nazwah mau ikut. kakak pasti aja nazwah. Biar sekalian kita honeymoon.." ucap kak Alvin.


"yahh... kan kak Alvin nggak bilang mau kemana..." ucapku.


"oh.. iya yaa... maaf. Hmm... bulan depan kakak bakal berangkat lagi, nazwah ikut deh.." ucap kak Alvin.


Aku langsung senyum sumringah.


"beneran.." tanyaku memastikan.

__ADS_1


"iyaa... beneran"jawab kak Alvin.


aku langsung memeluk kak Alvin erat karena sangat bahagia.


__ADS_2