Takdir Yang Tidak Kuduga

Takdir Yang Tidak Kuduga
KENANGAN MASA KECILKU


__ADS_3

"Bunda kok malah ketawa sihhh...." ucapku sebal.


"Hahaha.... lucu aja. kamu segitunya sampe nangis segala. Kan baru juga kemarin ketemu" jawab bunda sambil tertawa kecil.


"ahh...bunda mah gituu..." rengekku.


"Udahh ...ahh...udh jadi istri nggak boleh cengeng lagii" ucap bunda sambil mengusap air mata ku yg masih membekas di pipiku.


"Oh yaa... kamu kesini sendirian.... alvin nya mana" tanya Bunda penasaran


"nazwah tadi baru pulang kuliah langsung kesini, kak Alvin masih dikantor kaya nya" jawabku.


"jadi kamu nggak bilang kamu kesinii ..."tanya bunda dan aku hanya menggeleng sambil nyengir kuda


"udahh...cepet telfon Alvin nyaa...nanti dia khawatir sama kamu" ucap bunda.


"iyaa...iyaa ...ini nazwah telfon" jawabku.


Akupun mengambil handphone ku yg ada didalam tas. Aku menekan no kak alvin dan panggilan pun tersambung.


"assalamualaikum...yaa naz ada apaa" ucap kak Alvin dari seberang sana.


"waalaikum salam, hehe...ini kak nazwah mau bilang sama kakak klw nazwah lg dirumah bunda" ucapku cengengesan.


"kok bisa dirumah bunda, bukannya kamu ada kelas siang" ucap kak alvin kaget.


"hehe...kelasnya dibatalin, jd dari pada kelayapan mending nazwah kerumah bundaa, maaf yaa kak baru bilang" ucapku


"huuf...iyaa..iyaa...yaa sudah tunggu disana kakak udah dijalan. assalamualaikum" ucapnya lalu mematikan telfon.


"waalaikum salam" jawabku masih bengong.


*wahhh... segitunya 😘


"Alvin bilang apa" tanya bunda penasaran.


"kak Alvin bilang mau kesini" ucapku santai.


"ohh ... yaudahh ayo bantuin bunda masak, sebentar lagi ayahmu bakal pulang biar sekalian makan nanti sama alvin" jelas bunda dan aku hanya mengangguk.


Aku dan bunda berjalan beriringan menuju dapur. Kami mulai memasak sambil sesekali ada tawa canda yg menghiasi.


"ahh ..aku suka saat seperti ini" benakku.


Saat sudah selesai, aku permisi mau sholat dulu. Aku berjalan kearah kamarku yg dulu, kamarku bersebelahan dengan kamar Gibran.

__ADS_1


Bisa terdengar olehku dari luar, Suara musik Rock dari kamar Gibran.


"Nii..anak apa nggak budegg yaa dengerin musik sekencang ituu..." gumamku.


Akupun mengetuk pintu kamar Gibran namun tidak ada jawaban, langsung saja aku buka pintu itu.


"Astaghfirullah....Gibrann.....ini kamar manusia apa kamar gorila sihhhh...." teriakku.


Kamarnya begitu berantakan, Baju berserakan dilantai. Dan ada beberapa kaleng minuman yg berserakan.


"Jorok banget sihhhh...." ucapku dengan nada tinggi.


"hehehe....nanti pasti Gibran bersihin" jawabnya Sambil nyengir nggak jelas.


"kakak nggak mau tau selesai sholat nanti kakak balik lagi, Awas aja klw masih kotor" ucapku lalu meninggalkan kamar Gibran.


Saat aku hendak masuk ke kamarku, suara seorang laki' menghentikan langkahku. Itu adalah kak Alvin, ternyata dia udah datang.


"Ekhmm..." dehem kak alvin.


refleks aku menoleh ke sumber suara.


"ehh...kak Alvin, udah datang. Kak udah sholat zuhur.." Ucapku.


Aku hanya ber oh ria dan langung saja kubuka pintu kamarku itu.


Ternyata masih sama, semua letaknya masih persis seperti dulu. Aku bisa melihat beberapa foto masa kecil ku yg masih tergantung di dinding.


Tak mau terlarut dalam suasana, Aku langsung berjalan menuju kamar mandi untuk wudhu.


"kak...nazwah wudhu duluan yaa.." ucapku yg dijawab kak alvin dengan anggukan.


Saat aku sudah keluar dari kamar mandi, aku mendapati kak alvin yg sedang menggelarkan sajadah, aku tersenyum simpul kearah nya.


Setelah kak Alvin wudhu, kami pun menjalankan sholat zuhur berjamaah dengan hikmat. Dengan fasih kak alvin melantunkan ayat demi ayat.


Ahhk...aku sangat beruntung memiliki suami seperti kak Alvin. Udah baik, ganteng,pintar masak, Sholeh lagi😍.


Setelah selesai sholat, aku dan kak Alvin pun berlalu keruang makan. Disana sudah ada bunda dan Gibran, sedangkan ayah belum juga pulang.


Aku dan kak Alvin duduk berhadapan dengan bunda dan Gibran. sambil menunggu ayah pulang kami berbincang bincang sejenak.


Tak lama kemudian ayah pun pulang, dan bunda langsung menyambut nya.


Aku masih terdiam, menatap laki' paruh baya itu lekat. Dia masih terlihat tampan walaupun sudah mulai terlihat kerutan diwajahnya. Tubuhnya masih terlihat sehat dan senyuman itu... Aku merindukan senyuman ituu....

__ADS_1


Tiba' kak alvin menyentuh pundak ku dan ia beediri menghampiri ayah. Refleks akupun ikut berdiri.


Kak Alvin menyalami ayah dan akupun ikut mengalami ayah. Ayah tersenyum senang melihat ku dan kak Alvin.


"kalian datang, sejak kapann..." tanya ayah.


"dari tadii...ini mau makan. tapi ayah Belum pulang" jawab bunda.


"harusnya nggak udah nungguin ayah" ucap ayah lalu berjalan kearah tempat cuci piring untuk mencuci tangan.


Sekarang kami berlima sedang makan dengan hikmat, tidak ada percakapan. Ayah memang mengajarkan kami sejak kecik untuk tidak berbicara saat sedang makan, katanya nggak baik.


setelah selesai makan, aku dan bunda mencuci piring sedangkan ayah, Gibran dan kak Alvin sedang duduk di ruang tamu


Semua sudah bersih, aku dan bunda lalu menyusul ayah dan kak Alvin di ruang tamu. Dan Gibran kata ayah udah kekamar tadi.


Ayah mulai membuka suara.


"Gimana alvinn....pasti repot yaa ngurus nazwah" ucap ayah bercanda.


"ihh..ayahh...." ucapku malu.


"Yaa.... begitulah yahh..." ucap kak Alvin dengan nada bercanda.


Aku menatap kak Alvin tajam, sedangkan yg ditatap hanya senyum jahil.


Ayah dan bunda tertawa melihat tingkah kami berdua.


Kami mulai membicarakan semua hal mulai hak terkecil sampai hal aneh sekalipun.


"Nazz...kalan nihh...bunda bakal punya cucu" tanya bunda dengan santainya


"iyaa...ayah juga udah nggak sabar mau nimang cucu" sambung ayah.


Aku membelalakkan mataku lalu menatap kak Alvin yg hanya tersenyum ramah.


"Klw bisa sihh... secepatnya yah bun" ucap kak Alvin sambil menatapku jahil.


Aku hanya bisa diam, Ayah dan bunda terlihat begitu bahagia.


"Baru juga kemarin nikah, udah bunting aja kan mustahil. semuanya butuh proses" Benakku.


Sekitar pukul 16.30 aku dan kak Alvin pamit pulang.


Saat sedang perjalanan pulang, Aku meminta kak Alvin untuk berhenti di minimarket sebentar. Namun saat aku hendak keluar tiba'......

__ADS_1


__ADS_2