Takdir Yang Tidak Kuduga

Takdir Yang Tidak Kuduga
RESTORAN JEPANG


__ADS_3

Sekitar pukul 9 malam zihan pamit pulang dan kak Rendy juga. Dia tidak tega membiarkan zihan berkendara malam' sendirian.


Setelah dua makhluk itu pulang, aku dan kak Alvin memutuskan untuk tidur.


Malam ini begitu melelahkan, tadi setelah perdebatan. kami berempat memutuskannya untuk main game bersama.


hufff... aku menghela nafas berat.


"capek bangett.... mau buru' tidur" gumamku.


setelah masuk kedalam kamar, aku langsung menghempaskan tubuhku di atas ranjang.


"kamu tidur duluan aja, kakak masih ada kerjaan dikit lagi yg belum selesai" ucap kak Alvin lalu hendak pergi.


"kak....maunya tidur bareng kakak..." rengekku.


huff... kak Alvin menghela nafasnya lalu berjalan menuju tempat tidur.


Kak Alvin membaringkan tubuhnya disampingku. Dia membelai lembut rambut ku. itu membuatku nyaman dan mulai tertidur.


~ Author POV


Setelah memastikan nazwah sudah tidur, alvin pun pergi keruang kerjanya. Sebelumnya dia terlebih dahulu mencium kening istrinya itu yg sudah terlelap dalam tidurnya.


"kamu kok jadi manja gini sihh... tapi jujur aku sukaa..." bisik alvin.


lalu ia tersenyum menatap wajah cantik nazwah.


Sekarang alvin sedang bergelut dengan laptopnya. Ada sedikit masalah di mall dan hotel nya mengalami penurunan.


"argg... gimana ya caranya agar pengunjung hotel kembali melunjak" gumam alvin.


"Ahh... Sepertinya harus mengeluarkan iklan terbaru. Tapi yg siapa yg cocok untuk iklan ini..." fikir alvin.


Otaknya berfikir begitu keras hingga ia untuk mengistirahatkan tubuh nya dulu.


Alvin kembali kekamar dan membaringkan tubuhnya disamping tubuh mungil nazwah yg damai.


Ia memeluk tubuh itu lembut kemudian ikut menyusul nazwah menuju alam mimpi.


Sama seperti sebelumnya, setelah alvin berangkat ke kantor nazwah akan siap'untuk berangkat kuliah.


~ Nazwah POV


Setelah kelas telah usai, aku dan Zihan berjanji untuk bertemu di cafe dekat kampus.


Dan sekarang kami sudah duduk berhadapan dengan segelas juss alpukat kesukaan ku dan orange jus kesukaan Zihan.


Kami mulai mengobrol banyak hal, mulai dari cerita zihan yg diantar kak Randy sampai rumahnya.


"nazz..lo tau nggak tadi malam, kak Rendy nganterin gue sampe depan rumah. Gue udah larang tapi dia malah bilang gini udh nggak papa, gue nggak tega biarin cewek cantik pulang sendiri. Ahh....gue kan jadi baper..." ucap zihan.


"Hahaha... bisa gombal juga tuh kak Rendy, gue kira hidupnya hanya penuh dengan alat' bedah" Ucapku.


zihan tertawa mendengar ucapan ku.

__ADS_1


"Kenapa lo nggak coba sama kak Rendy aja... siapa tau cocok. Lagian kak Rendy sesuai sama selera lo kan.." ucapku


zihan senyum' sendiri.


"woii... malah senyum'sendiri... masih waras kann..." ucapku


"iyaa...gue masih waras" ucapnya kesal.


" lo belum jawab gue. gimanaa..." tanyaku.


"hmm...klw gue sih ok' aja. tapi nggak tau kak rendy nya gimana. massa gue yg duluan, nggak mau dongg..." ucap zihan.


"ohh... ok lah klw gitu. gue bakal bantu" ucapku.


"seriusss.... thank you nazwahhh" teriak zihan tiba' sehingga orang' melihat kearah kami.


"biasa aja kali..." ucapku.


zihan hanya nyengir lalu kembali senyum'nggak jelas.


"udah dong senyum' nyaa... gue jangan dikacangin..." ucapku kesal


"iyaa..."jawab zihan.


"oh yaa...naz... Gue tadi liat di sosmed. kabarnya BTS mau datang lagi lohh..." ucap zihan semangat.


"ahh... beneran... kali ini gue harus dateng..." tekad ku.


"Nahh... bagus... gue jadi ada temennya" ucao zihan.


"kapan..." tanyaku.


Setelah puas ngerumpi dengan bersama. kedua sahabat itu pun kembali ke asal nya masing'. eh... maksudnya kerumah masing'.


Nazwah sudah sampai dirumah, dan ni narsis sudah dirumah.


"ehh...bi narsih udah balik. kapan sampenya bi.." ucap ku.


"baru tadi pagi non, Non udah makan siang, apa saya perlu siapin.." ucap ni Narsih.


"nggak usah bi, nazwah udah ada janji sama kak Alvin " jawabku.


"kalau gitu nazwah ke kamar dulu ya bi, bentar lagi kak Alvin pasti datang" sambungku


"baiklah non" ucap bi narsih.


Aku tersenyum kearah bi narsih lalu berjalan menuju kamar.


Aku mandi dan saat aku hendak sholat zuhur, kak Alvin udah pulang.


"nazwah..."panggil kak Alvin dari bawah.


aku keluar dari kamar untuk menghampiri kak Alvin dengan masih menggunakan mukenah


"iyaa kak..." jawabku.

__ADS_1


"kamu udah sholat.." tanya kak alvin.


"belum kak, tadinya nazwah mau sholat tapi kakak manggil nazwah" jawabku.


"oh...yaudah kita berjamaah aja" ucap kak Alvin dan aku mengangguk mengiyakan.


Setelah kak alvin mengambil wudhu,kami pun menjalankan sholat zuhur berjamaah.


Setelah selesai, aku bersiap' untuk makan siang bersama kak Alvin diluar.


Yaa...tadi pagi kak Alvin yg bilang. karena kami tidak tahu klw bi narsih bakal pulang hari ini.


~ Skip restoran Jepang


Kami menyantap hidangan yang sudah disajikan. Ada berbagai macam makanan khas Jepang yang tersaji di meja.


"hmm...naz...kakak besok mau berangkat ke liar negeri, kamu ditinggal sebentar nggak papa kan.." ucap kak alvin disela' makan.


Aku menghentikan acar makanku, lali tersenyum kearah kak Alvin.


"nggak papa kok kak" jawabku.


"huff... syukurlah... kami tinggal dirumah mama aja. Sekalian temenin mama dirumah" ucap kak alvin dan aku hanya mengangguk mengiyakan.


"emang kak Alvin berapa lama disana" tanyaku.


"kalau tidak ada kendala, 3 hari juga udah pulang" jawab kak Alvin.


dan aku hanya ber oh ria lalu kembali melanjutkan acara makan ku.


"hmm...enak banget yaa makanannya" Ucapku memecahkan kecanggungan.


kak Alvin terkekeh.


"klw enak... makan yg banyak ya sayang..." ucap kak alvin.


"hehe... tapi nazwah udah kenyang.." jawabku.


"ahh.. itu masih dikit.. ayo tambah lagi makannya. ini....aaaaaa" ucao kak Alvin lalu menguap kan sashimi itu kedalam mulutku.


dengan terpaksa aku melahap nya, padahal aku sudah sangat kenyang.


"udah yaa kak... ini perut nazwah udh mau meletus" ucapku.


"hahaha....massa sihh...mana coba kakak liat" ucap kak Alvin.


akupun memperlihatkan perutku yg aku buat' buncit


"ahh...itu mahh... bukan karena kekenyangan, tapi itu ada dede bayi" ucap kak Alvin yg berhasil membuatku salah tingkah.


"hehe... mukanya kok jadi merah gitu.." goda kak Alvin.


"nggak kok, mana ada..." elakku.


Kamipun melanjutkan beberapa candaan kami hingga jam menunjukkan pukul 14.30.

__ADS_1


Kak Alvin mengantar ku pulang kerumah dan setelah itu kak Alvin kembali ke kantor untuk mengurus beberapa berkas yg dibutuhkan untuk besok.


Sebenarnya aku sedikit sedih ditinggal oleh kak Alvin. Namun apa boleh buat, itu menyangkut kepentingan kantor yg Meri tanggung jawab kak Alvin sebagai seorang CEO.


__ADS_2