
.
.
Sketsa ituu... Masih sama. tempat nya sama persis.
Aku menatap sketsa yang dulu kubuat itu yg terpajang rapi di dinding, dilapisi bingkai kaca.
Tanpa kusadari ternyata kak Alvin sudah berada di sebelah ku.
"Kenapa.." tanya kak alvin.
"Ahh... ituu...hmm.." aku mencoba mencari alasan.
"itu apa..." ulang kak Alvin.
"itu... mirip sketsa milik aku dulu yang hilang, malahan sama persis..." ucapku.
"Hmm... masa sihh..." ucapnya.
"iyaa... punyaku juga ada kodenya diujung sini..." tunjuk ku.
kak Alvin memperhatikan nya dengan seksama.
"NSU..." ucap kak alvin.
"Nazwah Shalsabilah Utami..." ucapku.
"itu kamu... Ahh pantesan aja sedikit familiar. Rupanya kamu... " ucap kak alvin.
"Iya..." jawabku.
"Bagus dehh... kalau itu kamu.." ucap kak alvin.
"kenapa.." tanyaku.
"karena... pernah terlintas difikiranku untuk jadiin istri si pemilik... Karena cantik. walaupun hanya dari belakang kulihat.." ucap kak alvin tanpa sadar.
Aku tersenyum malu.
Kak Alvin menyadari yang dia bicarakan.
"Itu dulu... sekarang beda..." ralatnya.
"dihhh... ngaku aja aku memang cantik... imut... plus pandai masak... pokok nya istri idaman banget dehh..." sombongku.
"Istri idaman gimana yang sakit pas malam pertama coba..." ucap kak alvin.
Tekkk.... kata'nya meresap ke dalam ginjalku.
"Ka.a..n.. ituu.... ahhkkk... kak Alvin...." teriakku karena kak Alvin sudah meninggal kan ruangan.
Aku pergi ke kamar dan ternyata kak Alvin berada disana.
Aku langsung berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu. Berhubung tadi aku belum sholat isya.
Saat aku keluar dari kamar mandi, kamar terlihat gelap.
"ahh... pasti ini kerjaan kak Alvin nihh... iseng banget sih tu orang..." guamamku.
"kak..." panggil ku.
namun tak ada sahutan.
Hingga tanganku ditarik paksa oleh seseorang yang tidak kuketahui.
Aku memberonta namun kekuatan orang itu sangat kuat.
Dia menjatuhkan tubihku keatas tempat tidur.
"Siapa kamu..." bentak ku.
Tiba" lampu warna warni menyala di setiap sudut ruangan. Terlihat begitu indah.
__ADS_1
Ternyata orang itu kak Alvin.
"Kakak kenapa sihhh .." tanyaku heran.
"suka nggakk..." tanyanya.
"hmm...dikit..." ucapku jujur.
Dia terlihat masam.
"iya... suka..." ucapku
Wajah nya kembali riang.
"jadi...boleh dong.. malam ini .." ucapnya penuh hati'.
"Boleh apa..." tanyaku bingung.
"Semalam kan tertunda... malam ini boleh dong..." ucapnya.
Aku yang mengerti maksud dan tujuan nya pun hanya bisa mengangguk.
Dia terlihat bahagia dan semangat.
"eitss.... sholat isya dulu.." ucapku.
"yahh..kann...air wudhu ku udh batal..." kesalku.
lalu berdiri untuk pergi mengambil wudhu.
Begitu juga dengan kak Alvin.
Kami sholat isya berjamaah dengan hikmat. Setelah selesai doa, seperti biasa. aku mencium punggung tangan nya dan dia mencium keningku.
Aku tersenyum lembut menatap wajah kak Alvin yang terlihat adem dipandang.
"Bismillahirrahmanirrahim..." ucap kak Alvin.
Dia membuka mukenah yang kukenangan dengan lembut lalu menggendong ku menuju tempat tidur.
Setelah selesai sholat subuh, seperti biasa aku membantu bi narsih membuat sarapan.
Sedari tadi pagi, sebangun tidur sikap kak Alvin berubah drastis dari sebelumnya.
Dia sedikit manja, namun itu saat kami hanya berdua. jika didepan orang lain masih sama, masih tetap dingin dan datar.
Hari ini aku terpaksa menuruti kak Alvin yang ingin mengantar ku pergi kuliah. Sebenarnya dia sudah melarang ku untuk kuliah hari ini.
Namun bukan nazwah namanya kalau tidak keras kepala.
Sesampainya di gerbang universitas, aku pamit lalu pergi memasuki universitas.
Aku berjalan menuju gedung dimana kelasku berada dengan jalan yang masih sedikit risih.
Bagian bawahku masih sedikit perih karena semalam.
Namun aku mencoba untuk terlihat baik'saja. agar kak Alvin tidak khawatir.
Sampai kelas berakhir aku hanya berada di kelas.
Hingga kelas sudah mulai sepi, aku berjalan perlahan keluar dari gedung universitas.
Saat aku hendak pergi ke halte, ada orang yang memanggil ku. Akupun menoleh kearah sumber suara, ternyata itu Afif.
"huf..huff..." dia terlihat mengatur nafasnya.
"Ada apa..." tanyaku.
"ituu... Kak Linda minta lo datang ke cafe, katanya ada yang mau di omongin.." ucap Afif.
"Ok... gue kesana..." ucapku.
Sambil melirik kiri kanan mencari taxi.
__ADS_1
"Ayo..gue anteri.." ucapnya sambil menarik tanganku.
sontak saja aku langsung melepaskan tanganku.
"ehh...maaf..." ucapnya.
Dia berjalan duluan yang kuikuti dari belakang.
Kami sampai didepan cafe, tempat kak Linda bekerja.
Aku memasuki cafe dan terlihat kak Linda sedang sibuk melayani pembeli.
"Aku tunggu disana..." isyarat ku yang diangguki oleh kak Linda.
Tak lama kak Linda datang dengan choco ice ditangannya.
"ini...minum dulu... maaf lama.." ucapnya lalu duduk didepanku.
"ahh..nggak papa kok kak .." ucapku.
"ohh...ya kak ada apa yaa kok manggil nazwah..." ucapku.
"itu... aku hanya ingin bilang..." ucapnya
"makasih..." ucapnya sambil menggenggam tanganku.
Aku tersenyum melihat nya.
"Aku sadar... kalau aku nggak boleh seegois ini... Itu masa lalu. Dan itu tidak ada hubungannya denganmu. Aku minta maaf nazz..." ucap kak Linda.
"nggak papa kok kak..." ucapku.
"Semoga kalian bahagia yaa..." ucapnya.
"makasih kak... Nazwah berdoa semoga kakak dapat laki' yang terbaik... yang menyayangi kakak..." ucapku.
"Amin..." Ucapnya.
"Kalau gitu aku pamit pulang ya kak, keliatan nya kakak lagi sibuk. Jadi ganggu akunya.." ucapku.
"Hehe... maaf yaa... lain kali main kerumah kakak aja... udah lama nggak main bareng.." ucap kak Linda.
"siap kak..." ucapku dengan gaya menghormat.
"kalau gitu aku pamit yaa kak.." ucapku lalu memeluk kak Linda.
"assalamualaikum.." ucapku.
"waalaikum salam" jawabnya.
Aku keluar dari cafe, dan ternyata Afif masih disana.
"masih disini..." ucapku.
"iyaa... Kan kerja disini.." ucapnya.
"lah kok diluar, nggak masuk. Itu kak Linda keliatannya lagi sibuk... bantuin gihh.." ucapku.
"Nggak mau ah... Aku anterin kamu aja.." ucapnya.
"Aku naik taxi aja...bye...." ucapku melarikan diri.
Untung saja aku Sebuah taxi datang mendekat.
Aku sampai dirumah sakitar pukul 13.45.
Setelah sholat, aku makan siang. Lalu menghabiskan waktu menonton drakor.
Hingga menjelang sore, kak Alvin pulang.
Jam menunjukkan pukul sembilan malam. aku memutuskan untuk berbaring di tempat tidur sambil memainkan ponsel ku.
Sedangkan kak alvin sedari tadi fokus dengan laptop nya.
__ADS_1
Hingga perlahan aku mulai tertidur.