
.
.
"Nazz... bangun dong.... gue harus gimana nihh... bunda sama ayah terus nanyain kak Alvin. Apa gue harus jujur..." ucap zihan.
Ia masih berada disamping sahabatnya yang sedari tadi belum bangun juga. Kata dokter efek obat yang disuntikkan.
Orangtua nazwah tadi pamit sholat magrib. Berhubung zihan sedang datang bulan jadi ia tak ikut serta.
Tiba' telfon zihan berbunyi, itu panggilan dari Alvin. Dengan malas zihan mengangkat nya.
"Halo... zii... nazwah dimana..." tanya alvin diseberang sana.
"Cikh.... Ngapain lo nanya' keberadaan nazwah..." jawab zihan ketus.
"Please... gue mohon kasih tau dimana dia...." Mohon alvin.
"Rumah sakit..." jawab zihan dingin.
"apa.... rumah sakit.... Nazwah kenapa.... Rumah sakit mana...." pertanyaan beruntun dari alvin.
"Kingdom Hospital.... Nazwah pingsan..." jawab Zihan datar.
"Lo kok nggak bilang ke gue...." Ucap alvin.
"Dihh... emang situ siapa... bukannya tadi situ udah kasih talak sama nazwah..." ucap zihan mulai emosi.
"Gue baru kasih talak 1, artinya nazwah masih sah istri gue ******..." ujar alvin.
"masaa sihh... emang gitu yaa... Ahhh.. sudahlah mending lo cepet kesini... orangtua nazwah disini... mereka udah nanya lo dari tadi." ucap zihan.
"Lo udah cerita semua..." tanya alvin.
"belum..." jawab Zihan lalu memutuskan sambungan telepon.
##
"cikh... nih anak kenapa sih bisa jadi sahabatnya nazwah..." kesal alvin.
Ia buru' pergi kerumah sakit.
Alvin mendapati Ayah dan ibu mertuanya beserta zihan yang masih menunggu nazwah siuman.
Mereka terlihat terkejut melihat kedatangan ku yang tiba'
"Dari mana aja...." tanya ayah tegas
"Maaf ayah bun... Alvin telat...." ucap alvin merasa bersalah.
"iyaa nggak papa.... Yaudah kami keluar dulu... Biar kamu leluasa...." ucap bunda nazwah lembut.
Zihan yang mengerti dengan ucapan bunda nazwah pun ikut keluar dari ruangan nazwah dirawat.
Alvin duduk di kursi yang ada disamping tempat tidur nazwah. Ia menggenggam tangan nazwah yang terhubung dengan infus.
Ia menunduk malu, Merasa tidak berguna. Tidak becus menjadi seorang suami untuk nazwah.
"Maaf..." ucap alvin lirih.
Hanya itu yang bisa ia katakan. Bibirnya tak mampu berkata lain melihat istri yang ia cintai terbaring lemah dihadapannya.
Alvin sesekali mencium punggung tangan milik nazwah. hingga tanpa sadar air mata lolos membasahi pipinya.
"Maafin kakak... Kakak nggak becus jadi suami buat nazwah... kakak emang laki' brengsek... Kakak nggak pantes dimaafin... Tapi tolong... kakak mohon nazwah jangan sakit.... Kakak nggak kuat liat nazwah selemah ini..." lirih alvin.
Hari mulai larut, zihan sejak tadi sudah pulang karena suruhan dari orangtua nazwah. Jika tidak mana mungkin dia akan meninggalkan nazwah yang terbaring lemah disana.
Orang tua nazwah pun ikut pulang karena melihat alvin yang sudah berada disamping putri kesayangan mereka itu. Sehingga mereka sedikit lega.
__ADS_1
Alvin tertidur dengan posisi yang masih duduk dikursi yang ada disamping tempat tidur nazwah. Sambil menggenggam erat tangan nazwah, seakan tak ingin kehilangan.
Alvin terbangun pukul 04.56 WIB. Ia hendak berdiri untuk pergi ke mushola rumah sakit untuk menunaikan sholat subuh. Namun sebuah tangan lemah mencegah nya.
Ia menoleh dan mendapati nazwah yang menatapnya lemah.
"Kak...jangan pergi..." ucap nazwah lemas.
Alvin kembali duduk di kursinya tadi.
"kakak nggak bakal pergi" ucap alvin Sambil tersenyum hangat.
"kakak bakal terus disamping nazwah..." sambungnya.
Nazwah membalas dengan senyuman.
"pengen peluk..." ucap nazwah manja.
Alvin pun langsung memeluk nazwah lembut.
"maaf.." ucap alvin pelan.
"nggak... nazwah yang minta maaf... Harusnya nazwah jelasin semuanya. Bukan malah pergi ninggalin kakak..." ucap nazwah.
Alvin mengelus lembut rambut nazwah.
"Kak..." panggil nazwah.
"hmm..." jawab alvin yang masih memeluk nazwah, kini ia ikut tidur di ranjang pasien. Entah bagaimana, mereka bisa muat disana
Mungkin karena badan nazwah yang bisa dibilang mungil.
"Nazwah hamil.." ucap nazwah pelan.
Alvin menghentikan tangannya yang mengelus kepala nazwah. menatap nazwah terkejut.
Nazwah menganggukkan kepalanya.
Alvin langsung tersenyum bahagia, ia lalu mengeratkan pelukannya.
"kak... gerah..." Omel nazwah.
Lalu alvin melonggarkan pelukannya. Ia mencium punggung tangan milik nazwah lembut.
"Makasih..." ucap Alvin
"untuk apa..." tanya nazwah.
"untuk semuanya..." jawab Alvin.
Nazwah tersenyum lalu memeluk alvin.
Merasa ada yang kelupaan, alvin langsung duduk dari tidurnya.
"ahhh... kakak belum sholat subuh.." ralat alvin. ia bangkit dari tempat tidur hendak pergi namun nazwah menghadangnya.
Alvin menatap nazwah.
"Ikutt..." ucap nazwah manja.
Alvin tersenyum lalu menghampiri nazwah untuk membantunya bangun
"emang udah kuat..." tanya alvin.
Nazwah mengangguk mantap.
Alvin membantu nazwah membawa tiang infus dan juga membantu nazwah berjalan. Ia masih sedikit lemah untuk sekedar berjalan.
Mereka sholat berjamaah di ruang inap nazwah. Seperti biasa setelah selesai sholat nazwah akan mencium punggung tangan milik alvin dan alvin akan mencium kening nazwah.
__ADS_1
##
"Naz... Gimana kalau sekalian USG... mumpung di rumah sakit..." usul zihan yang sudah stay dari tadi.
"Ide bagus..." Sambung alvin.
Nazwah mengangguk.
"Biar kakak urus dulu yaa..." ucap alvin lalu pamit untuk mengurus administrasi nya
"Udah baikan nihh..." goda zihan. Nazwah tersenyum.
"Nazz... emang kalau masih talak satu, masih belum cerai yaa..." tanya zihan.
"Iya... kalau masih talak 1 sama 2, itu masih belum. Kalau udah jatuh talak 3, baru..." jawab nazwah singkat.
Zihan hanya ber-ohh.
##
"Gimana dok..." tanya alvin pada dokter Wiki, dokter spesialis kandungan.
"Selamat bayinya ada dua..." ucap dokter Wiki senang.
Nazwah dan alvin pun ikut senang mendengar hal itu.
"Mommy nya jangan terlalu banyak lelah yaa... Dan jaga pola makannya. Semoga sehat sampai persalinan..." ucap dokter Wiki.
"aminn..." ucap mereka bersamaan.
##
"gimana..." tanya zihan yang menunggu di ruang inap nazwah.
"Twins..." jawab nazwah senang.
Zihan ikut bahagia mendengar nya.
"waw... Sekali dapet dua...." ucap Zihan.
"Makanya cepetan nikah.... biar punya baby juga nanti..." ucap nazwah yang sudah kembali ke ranjangnya.
"Iyaa... iyaa... tenang aja... Calon gue masih kerja... Nyari duit buat pernikahan kami nanti..." ucap Zihan begitu songong.
"Masaa... siapa.... gue nggak pernah tau lo punya pacar... gitu yaahh main rahasia' an..." ucap nazwah.
Melihat kedua sahabat yang mulai asyik dengan cerita mereka, alvin memilih duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.
"Siapa... cepet ngomong..." desak nazwah.
"siapa lagi kalau bukan my oppa Jungkook..." ucap zihan dengan pedenya.
Nazwah tertawa terbahak-bahak, alvin yang mendengar penuturan zihan yang begitu pede itupun ikut tertawa kecil.
"kenapa... kok ketawa.... kan emang benar..." ucap Zihan polos.
"halu ...." ucap nazwah penuh penekanan. Zihan menggembungkan pipinya.
"lo tega... hancurin imajinasi gue..." kesal Zihan.
"owhh... kalau gitu gue minta maaf nyonya Jeon..." ucap nazwah bercanda.
"Tak apa... nyonya kim..." ucap Zihan yang langsung mendapat sorotan tajam dari alvin.
Zihan menyebut nazwah nyonya kim Karena bias nazwah adalah kim Taehyung (v). Dan itu berhasil membuat alvin kesal sehingga menatap Zihan dengan tatapan tajam.
"ohh... gue lupa... lo sekarang nonya Al-zafari yaa.... Bukan nyonya kim lagi..." ucap Zihan Sambil sesekali melirik kearah alvin.
Nazwah tertawa geli melihat ekspresi kedua Manusia yang ada dihadapannya ini.
__ADS_1