Takdir Yang Tidak Kuduga

Takdir Yang Tidak Kuduga
Keajaiban


__ADS_3

.


.


keluarga alvin dan keluarga nazwah tersenyum bahagia dikala cucu kembar mereka keluar dari ruangan bersalin dibawa dua orang suster.


Air mata kebahagiaan tak terbendung, bunda nazwah dan mama alvin berpelukan.


"Bagaimana dengan ibunya sus.... apa semuanya sehat" tanya papa alvin.


Suster hanya diam, membuat senyum diwajah mereka pudar seketika.


"kenapa sus... apa terjadi sesuatu" tanya ayah nazwah.


"Tuan dan nyonya tanya kedokter saja, permisi" ucap suster yang satu.


lalu mereka pergi membawa bayi twins itu.


Tak lama kemudian, dokter keluar dengan wajah murung.


"ada apa dok..putri saya baik' saja kan" tanya bunda nazwah.


"maaf..." ucap dokter Wiki.


Seakan diterjang ombak, bunda nazwah merasa lemas seketika untung saja suaminya dengan sigap menangkap nya.


"yah.... bunda salah denger kan" ucap bunda nazwah lirih.


Mama alvin menerobos masuk keruangan, mendapati putra semata wayangnya tengah menangis sambil menggenggam tangan menantunya.


Tangisnya pun pecah, ia berlari kearah nazwah.


Menatap menantunya itu tang terbaring. wajahnya pucat pasih.


Bunda dan ayah nazwah ikut masuk. Tubuh bunda nazwah oleng dan ia pun tak sadarkan diri.


Suster yang masih berada di sana membantu ayah nazwah membawa bunda nazwah.


"pa... ini mimpi kan.. bundaa... ini nggak nyata kan" ucap alvin bergetar.


Papanya memeluknya.


Sedangkan mama nazwah mengelus lembut rambut nazwah.

__ADS_1


Hingga tiba-tiba


Deg...deg...deg...


Mama nazwah yang merasakan ada pergerakan nadi nazwah, memastikan lebih seksama.


Ia menggenggam pergelangan tangan nazwah. Ia tak salah, nadinya masih berdetak.


Ia buru' menekan tombol merah yang ada di dekat ranjang untuk memanggil dokter.


Dengan cepat dokter datang.


"Dok... Saya baru merasakan nadi nazwah masih berdetak" jelas mama alvin.


Dokter terkejut lalu langsung memeriksa nazwah ulang.


Alvin dan papa alvin yang mendengar penuturan mama alvin itupun langsung memasang wajah serius.


Alvin memperhatikan dokter yang masih mengecek kondisi nazwah.


"Subhanallah.... Ini sebuah keajaiban..." ucap dokter Wiki.


Alvin dan kedua orangtuanya langsung mengucap syukur.


Alvin memeluk papa nya senang lalu kembali menatap istrinya dengan senyum bahagia.


Yang mendapat jawaban anggukan dari keduanya.


"Sayang... ini sebuah keajaiban..." Bisik alvin pada nazwah.


"Makasih ya Allah... Engkau masih memberikan kesempatan kedua pada istri hamba" ucap alvin dalam hati.


"Al... Kamu adzanin dulu anak kamu.." suruh mama alvin.


"iya ma" jawab alvin lalu berdiri dari duduknya.


Ia berjalan menuju ruang NICU. Ruang tempat baby twins berada.


Setelah mengenakan pakaian khusus yang steril. Alvin mendekat baby Sulung terlebih dahulu. Suster tadi sudah terlebih dahulu mengatakan mana si sulung dan mana si bungsu.


Alvin mendekatkan wajahnya ke telinga si sulung, Anak pertama nya itu laki', ia meng adzani baby yang masih belum diberi nama itu.


Ia membisikkan lafadz adzan dengan merdunya. Si sulung yang tadinya tertidur jadi terbangun. Ia terlihat diam seperti mendengar kan suara sang papa.

__ADS_1


Kemudian alvin berlalu ke si bungsu, princess kecilnya. Alvin membisikkan lafaz adzan jg dengan merdunya ke telinga putri nya itu. Sama seperti si sulung, si bungsu juga terlihat senang mendengar suara dari sang papa.


Bahkan bibir kecilnya itu terangkat, suara khas anak kecil yang tertawa riang terdengar membuat hati alvin hangat.


"Jagoan papa dan princess kecil papa baik' disini yaa... Jangan nakal, papa mau ke mommy dulu... ok" Ucap alvin sedikit berbisik, seakan putra putrinya itu akan mengerti dengan ucapannya.


Si sulung terlihat diam saja, sedangkan si bungsu terus tertawa.


Sebelum Kembali ke ruang nazwah, alvin terlebih dahulu pergi ke mushola rumah sakit, menunaikan sholat ashar.


Lalu ia kembali ke ruangan yang disana sudah ada kedua orang tua nya dan kedua orangtuanya nazwah. Bunda nazwah sudah siuman dan terlihat bahagia mengetahui putri nya baik' saja. Zihan juga sudah berada di sana.


1 Minggu kemudian


Alvin sudah diperbolehkan membawa istri dan si baby twins pulang. Nazwah siuman pada esok paginya. Semua keluarga menyambut dengan senyuman. Nazwah pertama nya sedikit bingung dan tak ingat apa yang terjadi. setelah mendengar penjelasan dari alvin


ia tersenyum dan meneteskan air mata. Dan alvin langsung membawa baby twins keruangan nazwah. Ia terlihat bahagia bahkan sangat bahagia bisa melihat baby twins yang sehat.


"Kita sampai...." Ucap Alvin Senang.


Ia menggendong si bungsu sedangkan nazwah menggendong si sulung.


Dan soal nama, mereka sudah memutuskan nya saat di rumah sakit kemarin. Alvin mengumumkan nama putra putrinya itu didepan keluarga.


Flashback on


"Alvin dan nazwah udah putuskan, nama si sulung Aksyal Nugraha Al-zafari dan nama si bungsu Avika Shalsa Al-zafari" Ucap alvin lantang.


"Aksyal dan Avika... Nama nya bagus" Ucap mama.


"Jadi nama Si kakak Aksyal... Jadi Laki' yang Sholeh ya" ucap Bunda nazwah sambil mengelus kepala baby Aksyal yang digendong nazwah.


"Dan si princess kita namanya Avika.... Namanya cantik kaya orangnya... Jadi anak yang Sholehah ya nak" ucap mama alvin yang menggendong baby Avika.


"Iya... Nenek" ucap papa alvin Sambil meniru suara anak kecil.


semua tertawa bahagia.


**Akhirnya....


Eitss... belum tamat lohh...


masih ada kelanjutannya, jadi pantengin terus yaa 😁😊

__ADS_1


Makasih atas dukungannya sampai sekarang 😊❤️


Semangat semuanya...💪🤗❤️**


__ADS_2