Takdir Yang Tidak Kuduga

Takdir Yang Tidak Kuduga
KAK LINDA - 3


__ADS_3

~ Aku tidak menyangka kamu adalah bagian dari masa lalunya ~


Nazwah


Siangnya aku hendak mengantar makanan untuk kak Linda yg berada dikamar tamu.


Namun tak sengaja aku melihat kak Alvin juga ada disana, mereka terlihat sedang mengobrol.


Aku urungkan niat untuk masuk, aku berdiri dibalik tembok. Yaa...bisa dibilang aku menguping pembicaraan mereka.


"Al... Maafin aku..."lirih kak Linda.


Kak Alvin terlihat begitu marah dan dingin.


"Al... aku nggak bermaksud gituu...aku hanya.." kak Linda menggantung perkataannya.


"udahlah... nggak usah membahasnya lagi. Aku udah melupakannya" ucap kak alvin dingin lalu hendak pergi.


namun kak Linda mencekal lengan kak Alvin.


"tunggu... jadi kamu udah maafin aku, makasih yaa..." ucap kak Linda.


"Nazwah nggak boleh tahu soal" ucapan kak alvin kupotong.


"soal apa kak.." ucapku yg sudah memasuki kamar.


"hmm...soal" ucapan kak Alvin dipotong oleh kak Linda.


"soal aku yg adalah mantan kekasih alvin" ucap kak Linda.


Kak Alvin langsung menatap kak Linda tajam.


"maksudnya...nazwah nggak ngerti.." tanyaku


" Ayo...kakak bakal jelasin semua.." ajak kak Alvin namun aku tak mau.


"kenapa nggak disini aja kak" Ucapku.


Huff.... kak Alvin menarik nafas panjang.


"Kakak sama Linda dulu pernah pacaran waktu SMA, tapi itu udah lama jadi nggak usah diungkit lagi" jelas kak Alvin.


Lalu pergi keluar dari kamar.


aku masih tidak percaya, bagaimana bisa ini semua terjadi.


Aku meletakkan nampan berisi dua diatas nakas. Lalu hendak pergi


"naz... Lo jangan marah yaa...gue nggak bermaksud ngerusak hubungan kalian disini" ucap kak Linda sedih.


"ngakk papa kok kak, itu kan hanya masa lalu. kakak makan yaa...biar cepat sembuh" ucapku.


kak Linda mengangguk, aku pergi keluar dari kamar untuk menemui kak Alvin yg tak tau kemana.


~ Author pov


Disisi lain, seorang Linda sedang menyusun berbagai rencana untuk merusak hubungan nazwah dan Alvin. Yaa...semua yang dikatakannya tadi kepada nazwah semuanya bohong.


Didalam hatinya hanya ada rasa benci dan iri kepada nazwah yang sudah menjadi istri dari seorang Alvin Nugraha.


"Lo tunggu ajaa... perlahan alvin akan berpaling dari kamu..." ucap Linda dalam hati.


~ Nazwah POV


Aku mencari keberadaan kak alvin, rupanya dia sedang berada di ruang kerjanya.


Aku menekan tombol yg ada disudut ruang baca, lalu rak buku pun terbuka menampakkan kak alvin yang sedang sibuk dengan laptopnya.


Kak Alvin menatapku, lalu memberikan kode dengan tangannya agar aku masuk.

__ADS_1


Aku sudah berdiri disampingnya, dan tiba' kak Alvin langsung memeluk ku erat.


"kakak minta maaf yaa...nggak bilang ke kamu sebelumnya" ucap kak alvin.


"iyaa...nggak papa kok kak, aku udah anggap kak Linda itu seperti kakak kandung ku sendiri" jelasku.


kak Alvin melepaskan pelukan nya lalu menatapku lekat dan tersenyum manis.


" aku beruntung punya istri kaya kamu" ucap kak alvin lalu kembali memeluk ku dan tanpa ragu aku membalas pelukannya.


Malamnya, aku sedang sibuk memasak didapur. Tanpa kusadari kak Linda datang menghampiriku didapur.


"ada yang bisa aku bantu" ucap kak Linda.


"eh...kak Linda. Nggak perlu kak, kakak istirahat aja" balasku.


"malu tau... massa aku cuman istirahat aja" ucapannya bercanda.


"yaudah...kakak bantuin nyiapin minum aja" ucapku dan kak Linda mengangguk paham.


Setelah semua sudah selesai, aku memanggil kak Alvin untuk makan malam.


Kami bertiga makan dengan hikmat tanpa ada percakapan.


Setelah itu kak Alvin kembali ke kamar, sedangkan aku dan kak Linda asyik mencuci piring di dapur.


Kami sesekali bercanda ria, Dan terkadang dia menceritakan hubungan nya dengan kak Alvin dulu.


Sebenarnya aku sedikit risih dengan pembicaraan ini, namun aku mencoba sebiasa mungkin.


Aku belum berani bertanya kenapa dia berniat mau bunuh diri. Aku takut nantinya dia malah teringat kembali kejadian itu.


Setelah selesai, kak Linda dan aku kembali kekamar kami masing'


Aku mendapati kak Alvin yg sudah tertidur pulas ditempat tidur. Akupun menyusulnya ke alam mimpi berhubung ini sudah hampir pukul 10 malam.


Tak terasa kak Linda sudah tinggal dirumah selama tiga hari. Dia sudah kembali ceria seperti kak Linda yg kukenal saat SMA.


Aku turut bahagia melihatnya.


Hari ini aku ada kelas pagi jadi aku terpaksa meninggalkan kak Linda sendirian dirumah. Bi narsih baru nanti sore baru nyampe.


"nggak papa kan kakak sendirian" ucapku.


"nggak papa kok, gue ok aja.." jawab kak Linda santai.


aku tersenyum lalu beranjak pergi dengan kang Cecep.


Aku mengikuti kelas dengan baik.


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, kelas sudah selesai.


aku langsung pulang kerumah, keadaan rumah sangat sepi. Kang Cecep tidak ada dirumah, dia biasanya nongkrong di taman depan.


Aku memasukkan rumah dan sepi.


"assalamualaikum.kak Linda...." panggil ku.


"waalaikum salam.." teriak kak Linda dari arah dapur.


"kamu udah pulang..." Ucapnya.


"iya..kak. kakak lagi ngapain" tangaku.


"itu lagi ngobrol sama temen kamu..." ucapnya.


"hahh...temen aku...siapa" ucapku heran.


"haiii...." sapa orang itu yg datang dari arah dapur.

__ADS_1


"kamu...kok kamu bisa ada disini..." Ucapku.


"Masa temen nggak boleh mampir kerumah temennya" ucapnya tanpa merasa bersalah.


Yaa...dia adalah Afif, laki' menyebalkan itu sedang berada dirumah ku.


"Oh...yaa dia juga dulu satu tempat kerja dama kakak, ehh...nggak taunya kalian temenan " ucap kak Linda.


"ehh...nggakk..kak kami nggak temenan, kenal juga nggak" elakku.


"Ahh...massa sih kamu nggak kenal sama aku, aku Afif kita ketemu diperpus waktu itu" ucapnya.


"yaudah kalian ngobrol dulu, biar kakak yg siapin minum nya" ucap kak Linda lalu berjalan menuju dapur.


Tanpa disuruh, Afif langsung mendudukkan dirinya di ruang tamu.


"waahh..rumah lo gede juga yaa.." ucapnya.


aku menatapnya geram, aku membenci orang ini.


Tak lama kemudian kak Linda datang dengan nampan berisi dua gelas orange jus ditangannya.


"ini silahkan dinikmati" ucap kak Linda.


"makasih kak" ucapku.


"makasih kak cantik" ucap Afif.


kak Linda tersenyum lalu bergabung duduk bersama kami.


Aku meminum orange jus itu karena merasa kesal jadinya aku haus.


Kak Linda dan Afif terlihat berbincang', namun entah kenapa kepalaku jadi pusing dan penglihatan ku mulai buram.


Tanpa kusadari aku kehilangan kesadaranku.


~ Author POV


Setelah memastikan nazwah sudah hilang kesadaran Linda dan Afif mulai menjalankan rencana mereka.


Mereka berdua bersekongkol untuk memisahkan nazwah dan alvin.


"usah pingsan ayo buruan pindahin ke kamar" perintah Linda.


"siapp" jawab Afif lalu mulai menggendong nazwah menuju kamar nazwah dilantai dua.


Diikuti Linda dari belakang.


setelah nazwah sudah terbaring di atas ranjang, Linda pun menghubungi Alvin.


Tut... Panggilan tersambung.


"halo all..." panggil Linda pura khawatir.


"iya ada apa" jawab alvin datar.


"ini..al...hmmm...nazwah..." Linda menggantung perkataannya


"ada apa dengan nazwah" tanya alvin kaget


"Itu...tadi temen laki' nya datang kerumah, dan sekarang mereka sedang berada dikamar. aku nggak tau ala yg mereka perbuat" jelas Linda sok polos.


"Apaa....Gue pulang sekarang" ucap alvin marah lalu mematikan telfon.


"yees... kami siap' Alvin bentar lagi datang" ucap Linda dan Afif hanya mengangguk.


Linda keluar dari kamar dan Afif mengkunci pintu itu.


mereka mulai memerankan peran mereka masih'.

__ADS_1


__ADS_2