Takdir Yang Tidak Kuduga

Takdir Yang Tidak Kuduga
menghilang tanpa jejak


__ADS_3

Orang itu adalah... Laki' di UKS tadi


"loo.." tunjukku.


"iya gue... gue mau nagih janji lo tadi..." ucapnya.


"mati guee..."benakku.


"Huff... ok... lo mau apa..." ucapku pasrah.


"Lo ikut gue..." ucapnya.


"kemana... gue nggak mau...lo mau ngulik gue ya..." tolakku.


"Lo udah janji, lo mau gue kejar' di akhir..." ucapnya.


"huff... Ok... tapi jangan macem-macem, valak gue tentara, Lo bisa mati nanti klw ngapa-ngapain gue..." ancam ku.


"iyaa..iyaa... cepet naik.." ucapnya.


Akupun menaiki motornya, ia melajukan motornya dengan kecepatan rata'.


Aku tak banyak bicara, hingga motornya berhenti didepan rumah ku.


Aku juga kaget, kenapa bisa ia mengetahui tempat tinggal ku. Padahal aku baru mengenalinya, ehh... aku belum tau namanya.


Aku baru pertama kali bertemu dengan nya.


"lohh...kok kakak tau rumah aku.."tanyaku setelah turun dari motor.


Tanpa menjawab dia langsung melesat pergi.


"Dasar orang anehh..."gumamku lalu memasuki pekarangan rumah.


~ Author POV


Nazwah terus terfikir kan Mengenai laki'itu, dia sangat misterius sehingga nazwah pemasaran kepadanya.


Tak terasa 1 bulan berlalu, nazwah sedang bersiap siap mempersiapkan diri untuk ujian semester. Dia belajar begitu keras, agar bisa mendapatkan nilai yang bagus.


Dan sejak hari dimana laki' itu mengantar nazwah pulang, ia tak lagi muncul. Dia seperti menghilang, nazwah mencoba mencari nya di sekolah tetap tidak bisa menemukan orang itu. Karena ternyata siswa laki'itu kelas XII, jadi dia sudah lulus dari sekolah itu.


pantas saja nazwah tak menemukan nya.


Nazwah mengikuti ujian dengan baik hingga saat paling dinanti tiba yaitu hari penerimaan raport.


Nazwah sangat senang karena ia mendapat peringkat pertama di kelas. Dan naik ke kelas XI.


Semenjak duduk di kelas XI nazwah banyak mengikuti kegiatan sekolah, seperti karate, Pramuka, basket hingga kegiatan seni.


Nazwah menjadi siswi berprestasi hingga ia lulus dengan nilai yang cukup memuaskan dan di terima di salah satu universitas negeri.


Selama itu, nazwah sudah lupa dengan kejadian yang menimpanya dulu dan melupakan laki'misterius itu.

__ADS_1


~∆~~~∆~~~~∆~


~ Nazwah POV


Pagi ini seperti biasa aku berangkat kuliah dengan menaiki sepeda motor ku. Ayah membelikan nya saat aku masuk ke universitas tempat aku kuliah.


Dan sekarang aku sudah masuk semester 5, itu artinya hanya memerlukan waktu 1 tahun lagi agar aku wisuda. Itu pun jika lulus, Jika tidak mungkin aku harus tambah 1 tahun lagi.


Asal kalian tau, aku itu satu kampus dengan zihan. Memang yaa... anak itu sangat lah aneh. Orang tuanya sudah menyuruh nya untuk kuliah di Australia namun ia menolak.


Itu demi bisa kuliah bersama denganku, aku sedikit terharu mendengar kesetiaan nya. Namun aku kesal dengannya, karena membuat aku menjadi alasan.


Kami sering bertemu, malah sangat sering Walau jurusan kami berbeda.


aku jurusan seni dan dia jurusan sastra.


Katanya dia ingin menjadi seorang penulis.


karena kebanyakan baca novel kali dianya.


Setelah kelas selesai, aku memutuskan untuk langsung pulang. Karena bunda menyuruh ku untuk cepat pulang hari ini. katanya bakal ada tamu.


Aku sangat penasaran, siapa tamu yg Bunda maksud.


Sepeda motor ku memasuki pekarangan rumah. Aku memarkirkan nya di garasi.


Saat aku hendak masuk aku mendengar suara klakson mobil. Langsung saja aku menoleh. Aku buru' pergi membuka pagar, setelah pagar terbuka mobil itu langsung memasuki pekarangan rumah ku.


"apa ini tamu yg bunda bilang.."benakku.


Pintu terbuka menampakkan bunda dan ayah yang hendak menyambut mereka.


"Selamat datang dirumah kami pak..." ucap ayah Sambil bersalaman dengan laki' itu.


Dan wanita yg bersamanya berpelukan dengan bunda sambil saling mengapa.


Aku hanya diam mematung, hingga bunda mengisyaratkan ku untuk menyalami mereka.


Aku pun menyalami keduanya bergantian sambil tersenyum ramah.


"ayo silahkan masuk pak..bu..." ucap Bunda yang dibalas senyum an oleh keduanya.


Kami masuk kedalam rumah, dan bunda mengisyaratkan ku untuk membuat minuman.


Dengan sigap aku langsung pergi ke dapur, membuat kan teh untuk tamu dan beberapa cemilan.


Setelah memberikan teh dan cemilan aku hendak pamit ke kamar. Namun bunda menghadang Ku dan menyuruh ku untuk duduk.


Aku memandangi empat orang tua itu bergantian


"mengapa mereka terlihat begitu serius... apa ada yg salah dengan teh nya... Aku udah kasih gula nggak yaa tadii..." gumamku dalam hati.


"Nazwah..." panggil ayah.

__ADS_1


aku langsung menatap ayah.


"Ayah mau kenalin, ini Tuan Al zafari dan nyonya Al-zafari. Mereka kesini hendak..." ucapan ayah langsung dipotong oleh tuan Al-zafari.


"Kami berniat menjodohkan nak nazwah dengan anak kami..." ucapnya.


seketika aku mematung, kaget... pokoknya campur aduk.


"maksud nyaa... Nazwah kurang faham..." ucapku.


"Mereka kesini mau melamar kamu untuk putra mereka sayang..." jelas bunda.


"Hahh... kok bisaa..." ucapku.


"Yaa bisa dong... kamu mau kan cantik..." ucap nyonya Al-zafari.


Aku hanya diam.


"bunda dan ayah bakal seneng loh... kalau kamu terima... karena putra mereka itu bunda rasa cocok buat kamu. Dan kalian bakal bahagia..." jelas Bunda yg dibalas anggukan oleh semua nya.


"tapi bunnn.." ucapku, bunda langsung menggeleng.


"Apa ini nggak terlalu cepat..." ucapku.


"lebih cepat lebih baik..." ucap tuan Al-zafari yg disetujui oleh semua.


"hufff.... baiklah.." jawabku pasrah.


mereka semua terlonjak bahagia, namun aku merasa terbebani.


"Baiklah mari kita bicarakan kapan acara pernikahan nya..." ucap tuan Al-zafari.


"whatt....cepet banget..." ucapku dalam hati.


"kalau kami terserah tuan dan nyonya saja..." ucap bunda.


"jangan panggil tuan dan nyonya dong... Panggil besan..." ucap nyonya Al-zafari yg dibalas tertawaan semua kecuali aku.


"Gimana kalau hari Kamis besok pa... mama kan ulang tahun hari rabu jadi ini sekaligus kado buat mama..." usul Nyonya Al-zafari kepada suaminya.


"Ok... Gimana pak..bu... hari Kamis besok, kalian tidak perlu memikirkan soal acara. Itu urusan kami..."jelas tuan Al-zafari.


"kalau saya dan istri saya gimana baiknya aja" ucap ayah.


"Baiklah... kami akan mengurus semuanya jadi sampai ketemu di hari kamis... kami akan membawa putri kalian jadi bersiaplah..." ucap tuan Al-zafari tersebut senang.


"Kalau begitu kami permisi pulang..." ucap tuan Al-zafari.


"tante pamit ya sayang, ini terakhir kamu bisa panggil Tante.. hari kamis nanti sampai seterusnya kamu harus panggil mama...ok.." ucap nyonya Al-zafari. aku hanya tersenyum kikuk.


Setelah selesai mengantar tuan dan nyonya Al-zafari. Aku langsung pamit untuk mandi dan sholat zuhur dulu.


Fikiranku campur aduk, antara senang dan khawatir.

__ADS_1


senang karena akan segera menikah dan khawatir karena aku belum tau siapa laki'yg akan menjadi suamiku.


Aku berdoa dalam hati agar aku selalu diberi kesehatan dan kesabaran. Serta semoga ini adalah jalan yang terbaik untuk ku dan orang tua ku.


__ADS_2