Takdir Yang Tidak Kuduga

Takdir Yang Tidak Kuduga
Itu beneran...


__ADS_3

.


.


~ Author POV


Jam menunjukkan pukul setengah 11 malam, alvin sudah mulai mengantuk sehingga dia menghentikan pekerjaannya. ia melirik kearah nazwah yang sudah tertidur lelap.


Alvin pun tergiur untuk ikut bersama istri nya itu kealam tidur.


Alvin berbaring disebelah nazwah, ia memeluk tubuh nazwah Nyaman. Lalu mulai tertidur.


Paginya, nazwah merasa tubuhnya sangatlah pegal dan berat, ia perlahan membuka mata. Dan mendapati tangan kekar milik alvin memeluknya dari samping.


Tak ingin mengganggu tidur alvin, nazwah mencoba menunggu sampai alvin terbangun.


Ia memperhatikan wajah tampan alvin yang begitu lucu menurut nya. Sebuah maha karya sang kuasa.


"Bagaimana bisa ada orang sesempurna ini..." benak nazwah


Tanpa sadar tangannya mulai membelai lembut pipi alvin. Sehingga membuat sang empu terbangun.


Melihat alvin yang terbangun, nazwah langsung menarik tangannya namun dicegah oleh alvin.


Alvin menempelkan tangan nazwah ke pipinya. Nazwah hanya terdiam.


"kak...ayo buruan bangun... keburu telat nanti.." ucap nazwah.


"Sebentar saja..." jawab alvin menolak.


"kak...udah jam 5 lewat..." ucap nazwah.


sontak alvin langsung bangun dari tempat tidur dan melihat jam yang bertengger di dinding.


Alvin menatap nazwah tajam, Karena istrinya itu sudah membohongi nya. Jam masih menunjukkan pukul setengah 4 pagi.


Nazwah memilih kabur kedalam kamar mandi.


Setelah selesai, nazwah keluar dengan hati'. ia takut alvin akan membalas perbuatannya tadi. Dan betul saja, alvin langsung menarik nazwah hingga mentok ke dinding.


Jarak mereka begitu dekat, hingga nazwah dapat merasakan hembusan nafas dari alvin.


"Kak... lepasin aku mau nyiapin sarapan.." ucap nazwah mencoba menghindar.


"no... kamu harus dapat hukuman karena berbohong kepada suami sendiri..." ucap alvin.


"ahkk... kak... Lepasin dong.." bujuk nazwah namun alvin tak mendengar kannya.


Alvin mendekat, dan.... Cup... sebuah ciuman singkat yang membuat nazwah mematung.


melihat sikap nazwah, alvin tersenyum kecil.


Lalu kembali memulai aksinya, nazwah hanya terdiam. menerima semua perlakuan dari suaminya itu.


~ Nazwah POV


gara' kak Alvin, aku jadi mandi dua kali, dan aku terlambat turun untuk membantu bi narsih menyiapkan sarapan.


Sarapan sudah tersaji di atas meja.


"maaf bi.. nggak bantuin tadi..." Ucapku pada bi narsih yang sedang menyusun piring yg baru di cucinya.


"ahh... nggak papa non... ini kan udah tugas bibi..." ucapnya.


"naz..." panggil kak Alvin.


"iyaa..." ucapku.


"bi aku kesana dulu yaa... bibi sarapan..." ucapku.

__ADS_1


"iya non..." jawab bi narsih.


Aku pergi menghampiri kak Alvin yang sudah duduk di kursi meja makan.


Aku mengambil nasi dan lauk untuk nya dan juga untuk ku.


Kami makan dengan keadaan hening.


Setelah selesai, aku membereskan piring kotor.


"cepet siap'... kamu ikut ke kantor.." ucap kak alvin dingin. berhubung bi narsih disini. kalau nggak pasti udah manja setengah mati dianya ( becanda ..)😅


"Ngapain nazwah ikut..." tanyaku.


"udahh... nurut aja...aku tunggu di depan..


nggak pake lama..." ucap kak alvin lalu pergi begitu saja.


Aku langsung bergegas mengganti baju dan menemui kak Alvin.


mobil melaju menuju kantor kak Alvin yang berada di kingdom hotel.


kami disambut para pegawai hotel. Ini kali pertama aku kesini setelah hari pernikahan.


"Selamat pagi pak..." sapa pegawai sambil membungkuk kan badannya sedikit.


Kak Alvin hanya mengangguk sedikit sebagai jawaban. Ekspresi nya sangat dingin plus datar. Sehingga membuat semua pegawai segan kepadanya.


kami memasuki lift untuk menuju ruangan kak Alvin.


Kak Alvin langsung dihadapkan pada setumpuk berkas yg tersusun diatas meja kerjanya.


"kamu tunggu disana, aku selesaikan ini dulu"


ucap kak alvin dan aku hanya mengangguk patuh.


Aku mendudukkan diriku di sofa yg ada didepan meja kerja kak alvin.


"kak... masih lama yaa..." tanyaku.


"Emangnya ada apa..." tanya kak alvin balik.


"nazwah bosen tauu..." ucapku sambil memanyunkan bibirku.


kak Alvin tersenyum kecil.


"Yaudah, Sini..." ucap kak alvin menyuruh ku menghampiri nya, dan akupun hanya menurut.


"hmm... apa.." tanyaku.


Tiba' kak Alvin menarik tubuhku, hingga terduduk dipangkuan nya.


Pandangan kami saling bertemu, kak Alvin mendekatkan wajahnya, aku tahu betul apa yang akan terjadi sehingga aku menutup mataku.


Belum sempat kak Alvin melakukan aksinya, pintu ruangan diketuk oleh seseorang di luar sana.


"argh... Yaa... masuk.." ucap kak alvin tegas.


Aku mencoba berdiri dari pangkuan kak Alvin namun ditahan olehnya.


Seseorang masuk, dan ternyata itu Thania, sekretaris kak Alvin. Dia sedikit terkejut melihat posisi kami, sehingga dia menunduk.


"maaf pak ganggu,.." ucapnya.


"Tidak papa.. ada apa.." ucap kak alvin.


Jangan tanyakan bagaimana perasaan ku saat ini. Sangat malu, pasti Thania berfikir macam' soal kami. Tapi jika difikirkan lagi, kami kan udah sah. jadi sah' aja dong...


"Para Tamu VIP segera tiba pak, sekitar 10 menit lagi" ucap Thania.

__ADS_1


"ohh... baiklah saya akan kesana.." ucap kak alvin.


"kalau begitu saya permisi pak." pamit Thania lalu keluar dari ruangan.


"Nanti kita lanjutkan... sekarang Ayo kita sambut tamu dulu...ok ..." ucap kak alvin.


Aku hanya mengangguk lalu bangkit dari pangkuan nya.


Kak Alvin berdiri dari duduknya lalu menggandeng tangan ku keluar dari ruangan.


"Tamunya siapa kak..." tanyaku.


"Liat aja nanti..." ucap kak alvin.


Kami tiba di lobi hotel, para penjaga keamanan sudah bersiap di sekitar pintu masuk.


"siapa sih tamunya, hingga sampai' penjagaan nya seketat ini... apa mungkin presiden... atau..." ucapku dalam hati.


belum sempat aku melanjutkan argumen ku.


sebuah mobil berhenti tepat di depan pintu masuk. Seorang laki' keluar dari dalam mobil yang langsung di serbu oleh beberapa wartawan.


para petugas keamanan, mengamankan laki' itu hingga masuk kedalam hotel. Kak Alvin langsung menyambut orang itu dengan uluran tangan yg disambut hangat oleh laki' itu.


Dia membuka masker yang hampir menutupi wajahnya. Dann.....


"astaga... Ini beneran Lee Minho..." batinku.


Aku masih ternganga melihat orang yang berada dihadapan ku ini. Antara percaya, tidak percaya. Semuanya seperti mimpi.


"Apa kabar Pak alvin.." sapa Lee Minho. ( Dalam bahasa Inggris, di translate aja ke Indonesia biar mudah dicerna..)


"Baik... Bagaimana.. apa perjalanan nya menyenangkan.." ucap kak alvin.


"sangat menyenangkan, walaupun tadi sedikit ada kemacetan dijalan. Tapi tidak apa... aku menyukai nya.." ucap Lee Minho.


"Ahh... syukurlahh.." ucap kak alvin.


"ini..." tunjuk Lee Minho kearahku.


"perkenalkan ini istriku, nazwah..." ucap kak alvin.


"ahh... sangat cantik, kalian sangat cocok sekali..." puji Lee Minho.


aku hanya tersenyum, masih belum percaya.


"Ayoo... mari kita kesana..." ucap kak Alvin.


Lee Minho hanya tersenyum lalu mengikuti langkah kak Alvin. Sedangkan aku masih terdiam ditempat.


"Ya.. Allah... senyumnya manis banget ..." ucapku dalam hati.


Hingga panggilan dari Thania membuyarkan ku.


"Bu... pak alvin memanggil anda..." ucap Thania.


"ahh... iyaa..iyaa.." ralatku.


"mari saya antar..." ucap Thania.


"makasih.." ucapku dan dia ternyum.


Dia mengantar ku kesebuah ruangan, yang ternyata kak Alvin dan Lee Minho sedang berbincang'disana.


dengan gugup aku memasuki ruangan sambil ternyum kearah keduanya.


"Tadi kamu kemana..." tanya kak alvin.


"ahh...tadi nazwah ke toilet bentar.." bohongku.

__ADS_1


"Yasudah...sini duduk.." ucap kak Alvin dan aku hanya menurut.


__ADS_2