Terikat Bersama Paman Muridku

Terikat Bersama Paman Muridku
Mbok Siti tak sengaja mendengar kenyataan.


__ADS_3

''Ayo Bu Aku bantu, Ibu duduk disini.'' Yuizi membantu Risma berdiri.


''Aku lihat tangan Ibu, ini terluka Bu.'' ucap Yuizi


''Gak apa-apa Yui, bukan luka besar kok.'' ucap Risma tak ingin Yuizi khawatir.


''Tidak Bu, biar Aku obati ya, Ibu tunggu disini aku ambil kotak obat.''


''Gak usah Yui, nanti juga ini sembuh kok.''


''Ibu tunggu saja ya, Aku gak lama.''


''Yaudah Yui.''


Huuufttt..


Risma masih shock dengan kejadian semalam dan hari ini.


Juga Risma merasa semakin benci kepada Daniel pria yang sama sekali tak punya perasaan dan benar-benar tidak bertanggung jawab.


'Pria itu benar-benar licik, sampai kapanpun aku tidak akan memaafkan nya, semua yang dia lakukan hari ini Aku akan mengingatnya dan Aku harap kamu suatu hari mendapatkan karma yang setimpal.' ucap batin Risma.


''Mana Bu tangannya biar aku obati ya.'' Risma sadar dari lamunannya ketika Yuizi datang.


Dengan cekatan Yui mengobati telapak tangan Risma guru nya. ''Bu, aku gak tahu harus memakaikan apa dulu, ini atau ini ya Bu?'' pertanyaan Yui ini membuat Risma terkekeh sampai tersenyum merasa dihibur.


''Nih kamu pakai yang ini dulu Yui,'' Risma menunjuk antiseptik kemudian melanjutkan ucapannya ''setelah itu obati dengan Betadine baru lah di balut kain kasa.'' Risma menjelaskan apa yang harus Yuizi lakukan.


''Ooh gitu ya Bu, yaudah Aku obati dengan antiseptik ini.'' akhirnya Yuizi sudah selesai mengobati luka Risma, padahal luka nya tidak terlalu besar dan parah namun Yui sangat khawatir takut Risma kesakitan yang parah makanya dia obati.


Risma tidak ingin berlama-lama di rumah itu, setelah agak siangan Risma pun akan pulang.


Sementara Yuizi, dia hari ini tidak sekolah dia juga masih terlalu shock dengan yang terjadi di rumah ini Yui pagi tadi selalu menemani Risma.


Risma turun ke bawah berjalan menuju pintu utama dengan di temani Yuizi mereka turun tangga.


Kemudian Risma berpapasan dengan Bibi pembantu nya orang tua Yuizi.


''Eh Neng masih disini ternyata.'' sapa Bibi


''Bi, iya .'' jawab Risma singkat


''Oh iya Neng kan semalam menemani Non Yui ya, Bibi mau ngucapin makasih sama Neng, karena sudah mau menginap disini ya Neng.'' ujar Bibi pada Risma


''Sama-sama Bi,''


''Em tapi tunggu deh.'' tiba-tiba Bibi jadi memperhatikan penampilan Risma dan berekspresi aneh.''


''Ada apa Mbok?'' tanya Yuizi


''Itu anu Non, Mbok perhatikan ya kok pakaian nya guru Non ini jadi berbeda ya? Oh apa Mbok kali ya yang salah lihat.'' ucap Mbok dengan spontan matanya di kucek kucek.


Risma dan Yuizi langsung saling tatap muka.


''Ah Mbok salah, guru Yui dari kemarin pakai baju yang ini kok Mbok. Mungkin Mbok salah nebak.'' sahut Yui segera.


''Iya mungkin ya Non, hehe maklum ya Neng, Mbok ini sudah mulai tua jadi kadang suka tidak jelas ini penglihatan nya.'' ucap si Mbok.


''Em iya gak apa-apa Mbok, yaudah Yui Ibu pamit pulang sekarang ya, Mbok saya permisi.'' Risma berpamitan.


''Kenapa buru-buru Neng, apa mau sarapan dulu.'' Mbok menawarkan makan.

__ADS_1


''Makasih ya Mbok, tapi lain kali saja ya '' tolaknya halus.


''Yasudah hati-hati dijalan nya Neng.''


''Baik Mbok, permisi.''


''Ya Neng.''


''Mbok, Yui mau anterin Bu Risma ke depan dulu.'' ucap Yuizi


''Iya iya Non.''


Di halaman rumah.


''Yui, ibu pulang ya, kamu hati-hati disini jaga dirimu dengan baik ya Yui. Ibu selalu mendoakan kebaikan untukmu.'' ucap Risma


''Bu, makasih banyak dan maafkan Yui, semuanya salah Yui.'' Yuizi langsung memeluk Risma.


''Tidak Yui, kamu jangan lagi menyalahkan dirimu sendiri ya Yui, mungkin ini memang sudah takdir ibu, kamu berhenti merasa kamu bersalah ya, ibu minta sama kamu stop menyalahkan mu, atau nanti ibu akan sedih dan gak bisa tenang.'' ujar Risma.


''Hikks hikks, baiklah Bu. Yui tidak akan membuat Ibu sedih.''


''Bagus, kau memang murid ibu yang paling baik dan pintar yaudah ibu pulang ya, jaga dirimu baik-baik Yui.''


''Huum Bu, Ibu juga hati-hati.''


''Ok Yui, sudah sana masuk kedalam.''


''Baik Bu.'' Yui pun kembali ke rumah dengan sesekali menatap kebelakang melihat pada Risma yang tengah tersenyum sembari melambaikan tangan.


Yuizi jug balas tersenyum walau dalam hatinya dia sangat terluka.


Huuufttt, ''Aku harus semangat, ayo Ris, kamu harus kuat dan kamu pasti bisa melanjutkan hidupmu!'' Risma menyemangati dirinya sendiri walaupun air mata justru jatuh membasahi pipi.


Lalu wanita itupun berjalan menuju mobilnya, mobil usang pemberian almarhum ayahnya, Risma sudah menaiki mobil lalu melajukan mobilnya dan berlalu pergi dari halaman rumah muridnya.


**


Hari ini Daniel tidak akan pergi ke kantor dia akan mengawasi Yuizi takut-takut kalau anak itu mengadu pada kakaknya, soal kejadian malam tadi.


Begitu juga dengan Dhika, dia juga masih berada di rumah itu belum juga mau pulang dan mungkin Dhika sama seperti Daniel tidak akan ke kantornya hari ini.


Dhika masih ingin menanyakan kepada Daniel tentang wanita asing itu, tentu Dhika penasaran bagaimana yang telah Daniel perbuat kepada Risma.


''Niel, Lo gak ngantor?'' tanya Dika basa-basi.


''Gak Dik, hari ini gue agak males keluar rumah.'' jawab Daniel.


''Ooh, iya gue jugga males sih Niel, makanya sekarang gue masih disini.'' kata Dika tak tahu malu betah di rumah orang.


''Yaudah Lo temani gue saja disini, Dik.'' kata Daniel.


''Siap, gue temani Lo Bro.'' dalam hati Dika tertawa.


''Oh ya Niel, Lo ingat sesuatu gak?'' Dika mulai misi nya.


''Soal apa?'' tanya Daniel


''Soal wanita yang semalam Niel, Lo ingat gak?'' tanya Dika.


Daniel langsung menatap Dika, ''Lo tahu?'' ujarnya

__ADS_1


''Jelas gue tahu, kan gue yang ngomong sama Lo Niel. Kalau di dapur tuh ada cewek bening, masa sih Lo lupa '' jawab Dika mengingatkan Daniel.


Daniel pun mengingat-ingat akhirnya dia ingat juga, memang awalnya Dika lah yang memberitahu Daniel soal Risma di rumah ini.


''Ya gue udah ingat.'' kata Daniel


''Lalu sekarang wanita itu kemana? Gue gak melihatnya Niel. Dan apa yang terjadi pada kalian?. Secara wanita itu masih fresh.'' ucap Dika langsung pada intinya.


Memang mereka bisa membedakan wanita yang satu dengan yang lainnya, maksudnya wanita yang suka mereka tiduri dengan yang masih fresh mereka dapat membedakan walaupun tidak merasakan.


''Sial, wanita itu memang sialan!'' pekik Daniel tiba-tiba


''Ada apa Bro?''


''Lo tahu gak, wanita sialan itu ngejelekin Lo Dik,''


''Apa bagaimana bisa, Niel?'' Dika pura-pura terkejut


''Lo tahu gak, dia ngatain Lo dan fitnah Lo, katanya Lo ini mau melecehkan ponakan gue aneh kan tuh cewek, siapa dia? Beraninya fitnah Lo Dik mana dia ngatur gue untuk jauhin Lo agar jauh dari si Yui, Lo tahu sendiri kan gue ini kayak gimana. Gue paling tidak suka di atur oleh cewek, eh tuh perempuan sialan so ngatur gue,'' Daniel menjelaskan dengan amarah menggebu.


''Serius Niek, cewek itu ngomong kayak gitu sama Lo?''


''Iya Dika, emang gak tahu diri wanita itu, tapi Dik ...?''


''Ya apa?'


''Gak mungkin kan Lo mau berbuat aneh sama si Yuizi?'' Katanya tidak percaya tapi Daniel menanyakan juga pada Dika.


Dika jelas langsung gelagapan, ''Y-ya tidak dong Niek, hahaha mana mungkin gue berbuat kayak gitu sama si Yui, gini gini juga gw masih waras si Yui masih kecil gitu, bukan selera gue Niel.'' jelas Dika hanya mengeles.


''Nah makanya Dik, gue marah banget sama tuh cewek, gue benar-benar marah..Baru kali ini ada yang berani mengatur hidup gue, jelas gue gak terima.'' ucap Daniel.


''Lalu Niel, apa yang Lo lakukan pada wanita itu?'' tanya Dika.


"Gue tidak akan tinggal diam Dika, gue langsung meniduri dia dan bermain-main dengan nya malam tadi, entah berapa lama gue main dengan wanita itu dan entah berapa kali juga kecebong gue masuk ke sarang dia yang jelas gue sih cukup menikmati, eh tapi tunggu Dik!" pekik Daniel


"Ada apa?"


" Gue kok merasa dia masih gres Dik, dia sempit dan terasa enak." celetuk Daniel


"Astaga Jangan-jangan dia perawan Niel?" tebak Dika


" Mungkin iya Dik,tapi tidak Dik. Gue gak percaya dia masih perawan." Daniel ragu


"Tapi Bro, Lo gak make pengaman? Dan apa Lo melakukannya di dalam Niel?" tanya Dika serius


"Iya Bro, gue masukin dia dan keluar nya di dalam." jawab Daniel


"Astaga Niel, Lo kenapa ceroboh gitu."


"Dik, gue gak sadar."


"Bagaimana kalau dia sampai hamil Bro?"


"Itu gak mungkin, satu malam doang gak mungkin jadi anak lah." Daniel sebisa mungkin menepis perkiraan Dika.


"Gue sih cuma bilang Lo hati-hati aja deh, jangan sampai Kakak Lo tahu."


"Sialan, Lo jangan ngada-ngada karena itu tidak akan pernah terjadi." Daniel masih kukuh pada hatinya.


'Astaghfirullah .... Apa yang mereka bicarakan? Siapa yang mereka maksud?'

__ADS_1


'Tidak tidak, tidak mungkin. Tidak mungkin kan orang yang mereka bicarakan itu Guru nya si Non?'


'Astaghfirullah tidak mungkin.' tapi di rumah ini tidak ada perempuan lain lagi selain Risma.


__ADS_2