
Daniel terus menatap bagian-bagian tubuh Risma yang sangat indah, kali ini pria itu melihatnya dengan sadar sangat sadar. Bila dulu ia pernah menjamah Risma tapi dalam keadaan tidak seratus persen sadar dan kali ini ia benar-benar nyata melihat semua keindahan ini.
Mata Daniel terus tertuju pada dua gunung kembar yang memiliki ukuran cukup besar dan ada biji nya berwarna pink.
Glekk
Ia menelan ludah kesusahan.
Lalu tatapannya turun ke bawah semakin bawah hingga berhenti di titik kelemahan seorang laki-laki, lagi Daniel sampai menelan ludahnya,
Di area itu terdapat bulu-bulu berwarna kecoklatan tidak terlalu lebat tapi juga tidak tipis sangat enak di pandang, pikirin Daniel langsung mengarah pada belahan milik Risma.
Hingga sesuatu langsung berdiri tegak nafas Daniel juga seketika memburu terasa sesak yang di dalam celananya juga ikut sesak ingin segera keluar dari sarangnya.
''Ooh sial, si Otong ingin masuk kedalam gua itu, gua yang hangat dan nikmat pastinya.' isi otak Daniel membayangkan berkuda dengan Risma.
''Tutup matamu itu mesum! Dasar gak tau malu! Kamu lihat apa hah? Keluar dari kamar ku!'' ucap Risma menjerit, sontak mengagetkan Daniel membuyarkan ke-mesuman otak Daniel yang sedang berkelana membayangkan bersenggama dengan Risma.
'Pasti itu enak sekali, empuk dan kenyal.' Daniel terkekeh.
''Eh!''
''I-itu A-aku aku ... Lihat itu !'' dengan tak tahu malu Daniel menunjuk milik Risma.
''Hih dasar pria mesum, keluar dari kamar ku!'' pekik Risma sambil menarik handuknya yang terjauh tadi, lalu mamakai nya kembali.
__ADS_1
''Pergi dari sini, kenapa masih berdiri saja.'' cetus Risma matanya sangat tajam marah pada Daniel.
''Sorry, sorry gue tadi gak sengaja lihat Lo.'' ucap Daniel gugup
''Yasudah cepat keluar sana.'' usirnya menunjuk pintu
Kemudian Daniel berbalik badan dan melangkah pergi tapi baru dua langkah dia membalikkan badan menatap Risma lagi.
''Apa? Ayo pergi!'' Risma terus mengusirnya.
''Tubuhmu itu sangat indah, dan aku suka itu.'' celetuk Daniel tak tahu malu.
''Dasar Pria kurang ajarrr ... Cepat pergi sialan!!'' Risma langsung menendang betis nya Daniel saking geramnya.
''Pergi!!'' jerit Risma
Daniel pun langsung setengah berlari keluar dari kamar itu.
Risma menutup pintu dengan keras dia sangat marah dan merasa sudah memalukan dirinya sendiri.
''Huuuh, kurang ajar pria itu! Kenapa dia harus datang ke kamar ku, dan mau apa sih dia kesini segala benar-benar menyebalkan.'' Risma kesal pada dirinya sendiri kenapa bisa tidur tahu ada orang lain di kamar ini.
Setelah dia terkejut waktu itu pun berjalan menuju lemari pakaian dengan kaki yang masih lemas Risma sangat shock sekali.
Tok
__ADS_1
Tok
Ada yang mengetuk pintu nya.
''Apa itu Pria sialan tadi? Mau apa lagi dia.'' ucap Risma siap memarahi bahkan akan memukul nya dengan kasar.
''Ada apa?'' bentak Risma ketika membuka pintu, sambil mengangkat pas bunga ke hadapan orang di depannya.
''Ya ampun Mbak,, apa ini ? Mbak mau membunuh ku dengan itu?'' pekik Reva kaget sampai mundur takut terkena lemparan pas bunga di tangan Risma, ternyata yang mengetuk pintu tadi adalah Reva dan bukan Daniel.
''Eeeh, kamu Dek,'' Risma merasa lega lalu menurunkan tangannya tidak jadi memukul Daniel.
''Memang Mbak pikir siapa lagi? Dan apa itu tadi Mbak ? Kau mau melemparkan pas bunga padaku?'' tanya Reva bingung juga agak takut.
''Aah ini, bukan kok Mbak gak mungkin lemparkan ini ke kamu, tadi itu Mbak lagi bereskan ini kamu salah paham.'' ucap Risma beralasan.
''Oh gitu, eh Mbak ibu sudah manggil tuh katanya kita makan sekarang.'' beritahu Reva
''Yaudah nanti Mbak kesana mau nyisir rambut dulu.'' ucap Risma
''Ok, jangan lama ya Mbak.''
''Hmm.'' Reva pun berlalu pergi.
''Sebenarnya malas sekali aku ketemu pria mesum itu, aku tidak sudi melihatnya huh.'' ucap Risma menggerutu sendiri, kemudian menutup pintu dan pergi ke dapur untuk makan malam bersama.
__ADS_1