Terikat Bersama Paman Muridku

Terikat Bersama Paman Muridku
Lagi berurusan dengan Daniel


__ADS_3

Daniel menarik lengan Risma hingga Wanitta itu membalikkan lagi tubuhnya ke arah Daniel. Lalu Daniel bertanya dengan nada serius dan cukup keras.


''Anak siapa itu ?'' tanya Daniel


'Bagaimana bisa dia tahu, aku sedang hamil ?' batin Risma


''Lepaskan!'' ujar Risma menarik lengannya dari Daniel, tapi Daniel justru semakin menahannya erat.


''Katakan anak siapa yang kau kandung ? Dan apa benar kau telah menikah ?'' kembali tanya Daniel langsung pada intinya.


Risma semakin kebingungan dan terkejut lagi-lagi Daniel tahu akan dua hal itu.


Tapi tiba-tiba saja Risma ingat pada seseorang, bukannya yang tahu kebohongan ini hanya Loius pemilik Restauran di tempatnya bekerja.


Dan hari ini pria itu menanyakan kehamilannya juga kebohongan tentang Risma yang sudah menikah, apakah mereka itu saling kenal ?


''Jawab!'' sentak Daniel tak berperasaan.


''Ya! Memang aku sudah menikah, lalu apa urusannya dengan Anda, saya tidak kenal sama Anda jadi singkirkan tangan mu itu!'' balas Risma dengan suara lantang. Kemudian menariknya tangannya kasar hingga terlepas dari pria itu.


''Tolong dengarkan ini baik-baik ya! Jangan pernah ikut campur dalam kehidupan saya, karena kita tidak saling mengenal jadi berhenti mengurusi hidupku !'' kemudian Risma pun pergi tapi lagi di tahan Daniel.


''Tunggu! Jadi, apa benar kamu sedang hamil ?''


'Apa sih maunya pria ini, apa belum puas dengan jawaban ku.' Risma menggerutu.


''Ya! Aku memang sedang hamil, dan aku rasa itu bukan lah urusan mu.'' ucap Risma tegas lalu dia benar-benar pergi sekarang.


''Jadi itu benar, sedang hamil dan sudah menikah itu artinya anak itu bukanlah anakku dan Sebelumnya aku memang yakin akan hal itu.'' monolog Daniel sambil tertawa tenang.


**


Risma sudah pulang ke rumah dan juga sudah membersihkan tubuhnya. Kini wanita itu sedang menatap langit-langit kamar ia memikirkan darimana Daniel bisa tahu bahwa ia sedang hami bahkan anehnya tahu dengan kebohongan yang ia buat pada loud kemarin.


''Darimana pria brengsek itu tahu aku hamil, apa dari pak Loius. Apa mereka sebenarnya saling kenal?'' banyak sekali pertanyaan yang muncul di benak Risma.


Pagi pun datang, sebelum pergi ke restauran Risma lebih dulu mengerjakan pekerjaan rumah yaitu mencuci dan membersihkan lantai rumah.


Pagi ini Risma menjemur pakaian nya tapi tiba-tiba dia seperti melihat ada mobil yang mengebut di jalan, kebetulan memang rumah Risna ini berada di pinggir jalan jadi bisa melihat kendaraan yang lewat.


Dan tiba-tiba mobil tadi menabrak pohon besar, hingga mobil pun rusak parah.


Bruuakkkk


Suara benturan keras terdengar di sana.

__ADS_1


''Astaghfirullah, suara apa itu? Terdengar keras sekali.'' ucap Risna kaget .


''Ya Tuhan,itu seperti mobil yang tadi mengebut. Apa orang tadi menabraknya pohon besar itu.'' ucap Risma menebak.


''Tolong ... Ada kecelakaan disini.'' Risma berteriak memanggil warga.


Kerumunan warga pun mulai berdatangan ke tempat kejadian dan Risma menjadi saksi karena Risma adalah orang pertama yang ada di tempat itu.


Polisi sudah menyelidiki semua ini rupanya seorang Pria dalam keadaan mabuk parah juga mungkin tidak tidur semalaman itu mengakibatkan dia tidak fokus mengemudi akhirnya menabrakan mobilnya tepat pada pohon itu.


Saat korban kecelakaan akan di bawa ke rumah sakit oleh petugas ambulance Risma kaget ketika melihat wajah Pria itu.


Risma langsung mundur selangkah dia benar-benar terkejut tidak menyangka itu adalah Daniel.


'Pria ini, mabuk parah sampai menabrak pohon benar-benar dia ini.' Risma sampai geleng-geleng kepala tidak percaya.


''Karena Mbak adalah saksi satu-satunya dari kejadian ini maka saya minta Anda untuk ikut ke rumah sakit dan menjadi saksi atas kasus ini, mari ikut dengan kami!'' ucap seorang polisi, Risma tidak menyangka kalau dia harus berurusan lagi dengan pria yang dia benci itu.


''Ayo Mbak.'' ujar polisi kembali


''T-tapi Pak kenapa saya harus ikut segala saya bisa menceritakan disini.'' ujarnya Risma berniat menolak perintah polisi dan alasannya dia tidak mau ada urusan dengan Daniel lagi.


''Mohon kerjasama nya Mbak, agar masalah ini secepatnya selesai.'' ucap polisi kukuh membawa Risma.


Daniel melihat semua orang di tempat kejadian itu lalu terakhir ia melirik pada Risma dan tiba-tiba Daniel mencekal tangan Risma dengan erat menariknya hingga Risma hampir saja tersungkur menimpa Daniel.


''Aduh, apa apaan kau ini.'' pekik Risma tapi dengan suara pelan.


Daniel tidak perduli dan masih menarik tangan Risma.


Namun Daniel kembali pingsan tapi masih menahan Risma dengan tangannya.


''Lepaskan!'' ucap Risma sayang Pria itu menahannya erat sekali.


Maka disinilah sekarang Risma justru menemani Daniel sampai Pria itu sadarkan diri dan memberikan pernyataan kepada polisi nantinya.


''Hufft, kenapa aku harus berurusan dengan dia lagi sih, setiap kali bertemu dengannya ini aku pasti sial dan memang dia itu pembawa sial.'' ucap Risma berbicara sendiri dia yang harus menunggu Daniel di rumah sakit padahal seharusnya dia itu berangkat kerja hari ini.


Risma mengirimkan pesan pada Pak Wahyu selaku manajer restauran.


[Selamat pagi Pak, saya Risma. Saya mau minta izin hari ini saya tidak bisa pergi bekerja di restoran karena saudara saya sedang sakit, terima kasih banyak.] Risma sudah memberikan kabar dia tidak masuk kerja.


Sudah siang hari..


''Kapan sih dia sadar nya, aku sudah tidak ingin berurusan dengannya lagi.'' ucap Risma mulai kesal disana.

__ADS_1


''Lo? Ngapain Lo ada disini?'' itu suara Daniel sangat menyebalkan.


''Ah syukurlah Anda sudah sadar dan saya akan menghubungi polisi dulu.'' ucap Risma sambil mencari ponselnya.


''Heh tunggu! Polisi? Ada apa memangnya? Kenapa Lo mau panggil polisi segala?'' tanya Daniel mencegah Risma yang akan menelpon.


''Karena Anda sudah melakukan kesalahan mengemudi, mabuk mabukan sampai menabrak pohon besar dan itu kriminal jadi polisi akan meminta pernyataan dari Anda yang sudah membuat kelalaian lalulintasnya membahayakan pengendara juga warga lainnya.'' jelas Risma


''Apa? Tidak!'' pekik Daniel


'Ini tidak bisa terjadi, gue harus mencari cara.' batin Daniel


'Sial ponsel gue ada di mobil lagi.'


''Hm, gue pinjem ponsel Lo.'' ucap Daniel seraya menengadah kan tangannya meminta ponsel Risma.


''Eh untuk apa?'' Risma menjauhkan ponselnya.


''Sudah cepat kemarikan! Gue butuh ponsel Lo gue mau mengubungi teman gue, cepat! Pelit amat sih.'' Daniel memaksa dan menarik ponsel itu dengan kasar.


''Sudah minjam kasar lagi.'' gerutu Risma


''Sstttt Lo diam saja, nanti gue ganti dengan sepuluh ponsel model jelek begini.'' kata Daniel secara gak langsung menghina ponsel milik Risma.


''Ya, memang ponselku itu jelek dan tidak mahal tapi bukannya ponsel ku ini berguna dari pada Anda.'' ucap Risma tidak suka miliknya di hina.


[Halo Bro!]


[Ada apa Bro? Tumben Lo nelpon pagi-pagi dan ini Lo pakai nomor siapa Niel?] tanya teman yang Daniel hubungi


[Nanti gue ceritakan, tapi gue minta tolong nih Lo bisa kesini sekarang kan, gue lagi butuh bantuan Lo. Gue lagi berurusan dengan polisi.] ucap Daniel


[Apa? Lo ngelakuin apa Niel? Sampai kena polisi segala.] decak temannya.


[Makanya Lo kesini deh, dan bantu gue] pinta Daniel


[Ok, gue kesana Lo dimana?]


[Di ... Rumah sakit Husada, Lo bawa pengacara sekalian!] pinta Daniel


[Siap Bro, Lo tenang saja.]


''Nih ponsel jelek Lo.'' ujar Daniel memberikan ponsel itu pada Risma, tapi dengan kata-kata yang menyebalkan.


Kira-kira siapa yang baru saja Daniel hubungi, apakah orang itu yang akan datang Dika? Atau Louis?

__ADS_1


__ADS_2