Terikat Bersama Paman Muridku

Terikat Bersama Paman Muridku
Welcome baby cantik (Masih ribut)


__ADS_3

Loius segera membawa Risma ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan karena Risma merasakan sakit yang luar biasa.


Risma duduk di kursi belakang bersama Reva adiknya, sementara Daniel sudah terkapar tak berdaya duduk di kursi depan samping Loius yang lagi mengemudi.


Tapi di perjalanan tiba-tiba Risma berbicara,


"Pak Loius, kenapa Anda membawa pria ini pergi juga." ucap Risma protes karena Daniel di bawa juga oleh Loius.


"Lalu saya harus membiarkan dia di tempat itu dengan wanita tadi begitu? Apa kamu mau kayak gitu?" tanya balik Louis menatap Risma dari balik kaca spion.


"Biarkan aja dia disana, bukannya dia tadi lagi bersenang-senang sama wanita ular itu." Risma masih sebal pada Daniel dan itu wajar saja karena dia berfikir Daniel memang sudah tidur dengan wanita lain.


"Tapi saya rasa itu gak mungkin." ujar Louis percaya Daniel tak melakukan nya.


"Kenapa tidak, buktinya udah jelas tadi mereka tidur di satu kamar yang sama." kata Risma dengan meringis kesakitan.


"Mbak tuh kan tenang dulu." Reva menyuruh Risma tenang jangan pikirkan hal ini dulu.


"Mbak tuh benci sama dia Rev, bisa-bisanya dia melakukan hal itu padahal Mbak ada di tempat itu juga." terdengar Risma menangis.


"Sabar ya Mbak." Reva memeluk Risma jadi merasa ikut sesak juga.


"Risma, kenapa kamu gak percaya sama si Daniel? Padahal kalian suami istri loh." ucap Loius begitu ambigu.


"Gimana Aku bisa percaya dia tidak seperti itu, bukankah tadi kita melihatnya sendiri kan." Risma kukuh beranggapan hal yang sama.


"Berarti kau belum mengenal si Daniel, benarkah dia melakukan nya secepat ini." ujar Louis membuat dahi Risma mengerut.


"Apa maksudmu?" tanya Risma


"Ah bukan apa-apa." Louis sengaja tak menjelaskan nya biar Risma yang berfikir sendiri.


Apa sih maksud dia bilang begitu, mana gak mau jelasin. .


Hmm, sepertinya rasa sakit di perutnya membuat dia lupa bila Daniel ini memiliki hormon yang beda yaitu nafsu yang tinggi bila berhubungan **** Daniel tidak bisa sebentar akan selalu membutuhkan waktu cukup lama. Sementara tadi dia menghilang belum ada satu jam ituu artinya Daniel dan Sinta kemungkinan belum ke tahap yang Risma bayangkan.


***


"Aduhhh Rev, sakit awwww." di rumah sakit Risma sudah tak tahan.


Dengan tidak sadar Risma meremas kuat tangan Reva.


"Aduh Mbak, kenapa tangan Aku yang di remas Aw sakit."


"Kamu gak paham Dek, ini sakit tau." omelnya.


Sementara itu Loius justeru membawa Daniel ke kamar mandi dan mulai mengguyur pria itu.


"Argggh, kau kenapa membuat tubuhku basah." Daniel berteriak keras memarahi Loius.


"Bagus Lo sadar," kata Loius.

__ADS_1


"Ngapain sih Lo bawa gue kesini mana buat baju gue basah kuyup kan." Daniel mulai sadar tapi masih sempoyongan.


"Bangun woy sadar, istri Lo tuh udah mau lahiran."


Mendengar itu mata Daniel langsung terbuka lebar, benarkah istrinya akan melahirkan, kini tatapan Daniel mengarah pada Loius dengan penuh tanda tanya.


"Iya Daniel istri Lo mau melahirkan, kenapa Lo malah bengong dasar payah." Loius mengejek Daniel.


"Dimana dia sekarang Loius?" tanya Daniel cemas.


"Ada di kamar xx."


Daniel akan langsung pergi untuk mencari Risma, tapi segera di tahan oleh tangan Louis. "Woii, Lo mau kemana hm?' ucap Loius.


"Apa lagi, udah jelas gue mau lihat istri gue." kata Daniel.


"Dengan pakaian Lo yang kaya gini?" Louis menunjuk tubuh Daniel.


"Ah sial, ini kan gara-gara Lo." Daniel menyalahkan Loius.


"Justru itu agar Lo sadar payah, udah cepat ganti baju." Louis memberikan baju ganti untuk Daniel.


Beres ganti pakaian dengan berjalan cepat Pria itu pergi ke kamar Risma yang lagi berusaha mengeluarkan anak mereka.


"Sayang." panggilnya mendekati sang istri.


"Ngapain kamu kesini hah?" Risma menarik tangan Daniel lalu menekan nya kuat menyalurkan kesakitan yang dia rasa.


"Menyebalkan ini sakit tau."


"Mas, aku gak mau hamil lagi ahh, Aku gak kuat."


"Hahh hahh, kamu gak merasakan sakit ini,"


Entah balas dendam atas penghianatan Daniel atau memang sesakit itu tapi Risma meluapkan semuanya dengan menarik mencakar bahkan dia menjambak rambut Daniel.


Daniel juga bingung kenapa Risma ini seperti punya dendam padanya membuat dia ikut merasa kesakitan juga.


"Iya benar sayang kamu jangan hamil lagi kalau buat sakit gini." ujar Daniel lirih.


"Ayo Bu, sedikit lagi Bu."


"Iya terus ayo kepalanya sudah terlihat." ucap Bidan.


Beberapa saat kemudian terdengar suara tangisan bayi yang nyaring di ruangan itu, bayi Daniel dan Risma yang berjenis kelamin perempuan.


"Selamat ya Pak, Bu, bayi kalian perempuan sangat cantik." ucap Bidan.


"Dia sangat cantik." kata Daniel menatap putrinya


"Dia mirip aku gak Mas?" tanya Risma membuat Daniel bingung.

__ADS_1


"Ya sudah pasti dong sayang, emang mirip siapa lagi." seru Daniel.


"Ya kali aja mirip si ular murahan itu." Risma masih belum bisa ikhlas dengan kejadian beberapa jam lalu.


"Siapa?" Daniel tidak mengerti.


"Udah lah, aku lelah malas debat." Risma langsung membalikkan kepalanya menghadap lain.


"Kamu aneh, kenapa sih."


Tapi Risma sudah tidak punya tenaga untuk berdebat.


Bidan juga asistennya merasa heran melihat dua pasangan ini yang seharusnya akan bahagia bila baru saja melihat anak mereka lahir. Tapi justru kedua manusia ini malah berdebat dan tidak saling sapa seperti tidak senang juga wanita yang baru jadi Ibu ini malah terlihat marah pada suaminya. Entah ada masalah apa di antara pasangan ini yang jelas membuat Bidan maupun asistennya keheranan.


"Halo sayang, ponakan nya Tante. Duh, kamu udah lahir aja sih sayang. Padahal tadi kamu masih di dalam perut ibumu." Reva mengajak bicara keponakan nya yang lucu ini.


"Mbak aku boleh gendong dia kan?" ucap Reva minta ijin.


"Hm." Risma mengangguk.


"Mbak tadi di rumah apa udah terasa mulas gitu? Kayak mau lahiran?" tanya Reva


"Gak kok,ini dadakan." jawab Risma


"Wahh bisa gitu ya Mbak, keponakan ku ini keluarnya dadakan." Reva merasa keheranan.


"Entahlah."


"Ooh apa ini gara-gara dia sakit hati juga kali Mbak." celetuk Reva


"Sakit hati kenapa?" segera Daniel bertanya.


"Iya Mas dia itu pasti sakit hati saat melihat bapaknya lagi sama wanita lain gitu." Reva menjelaskan.


"Maksudnya apa sih Rev?" Daniel bagai orang yang lagi linglung.


"Apa apa, perempuan gatel tadi itu siapa hah?" kata Risma melotot kearah Daniel.


"Perempuan siapa? perempuan apa sih Rev Mas gak ngerti sumpah." ujar Daniel


"Halah mana ada sih buaya mau ngaku," kata Risma


"Apa sih yang, sumpah Aku gak paham yang kamu maksud."


"Siapa tadi itu hah si Sima, eh bukan si Siti bukan bukan. Rev,tadi siapa nama tuh ular?" Risma bertanya pada Reva adiknya.


"Eee kalo gak salah sih, si itu aduh lupa lagi. ah iya, Mbak si Sinta ya, itu namanya." akhirnya Reva ingat.


"Nah iya itu dia, siapa tuh si Sinta cewek kamu Mas?" kata Risma.


"S-sinta?" kok Daniel jadi gugup.

__ADS_1


__ADS_2