
Setelah Risma setuju dengan pernikahan nya bersama Daniel maka hari itu Daniel tinggal di rumahnya, Loius mengatakan agar mereka bisa belajar akur dari sekarang.
Loius sudah berpamitan pulang tidak ikut menginap disana.
Bu Maya menyiapkan makanan untuk makan malam mereka, sementara itu Risma pergi ke kamarnya karena ia ingin mandi.
Daniel pun tengah duduk sendirian di sofa panjang. Dia merasakan agak ngilu di area tubuhnya akibat benturan keras dari mobilnya yang ia tabrakan pada pohon.
''Sial, ini membuat gue ngilu.'' gumamnya
''Si Risma kemana lagi, perginya lama banget gue ingin minta tolong dia untuk oleskan obat pada luka ini.'' ujar Daniel.
Kebetulan adik Risma yaitu Reva berjalan melewati Daniel, maka pria itu segera memanggilnya.
''Hei dek,'' panggilnya
''Iya Kak ?'' ucap Reva melihat kearah Daniel.
''Kakak mu mana ya?'' tanya Daniel
''Oh Kakak, tadi sih katanya mau mandi ya mungkin ada di kamarnya sekarang.'' ternyata Risma sedang mandi.
''Oh gitu, eh tapi kamar kakak mu yang mana?'' tanya Daniel lagi
''Yang itu Kak,'' menunjuk pada kamar ke dua .
Eh tapi Kakak kenapa tanya kamar Mbak Risma?'' lanjut Reva heran.
''Bukan apa-apa Dek, Kakak hanya bertanya saja.'' kata Daniel
''Oh yasudah, aku ke dapur dulu kak.'' pamit Reva dan berlalu setelah Daniel mengiyakan.
__ADS_1
''Apa aku ke kamar nya saja ya?''
''Ya gak apa-apa dong Aku kesana, lagian kami juga sebentar lagi akan menikah.'' Daniel merasa tidak masalah dia menemui Risma di kamarnya , Daniel suka seenaknya memang.
Tak
Tak
Pria itu berjalan menuju kamar yang di tunjuk Reva tadi, kini dia berdiri di depan pintu. Cukup ragu untuk masuk memang, tapi dia butuh bantuan Risma.
Ia menempelkan kupingnya pada pintu untuk menguping suara di dalam terdengar sepi, tiba-tiba pintunya terbuka akibat tubuh Daniel yang menyender ke pintu. Rupanya tidak di kunci karena pintu jadi terbuka akibat Daniel yang menempel di pintu tadi.
''Eh gak di kunci.'' gumamnya sambil melihat-lihat ke dalam kamar Risma.
Daniel sedikit terkejut melihat Risma yang tengah luluran, dan masih memakai handuk saja yang melilit tubuhnya itu.
Glekk,, glekk..
''Astaga, tubuhnya itu ternyata sangat mulus, putih dan montok.'' ucap nya pelan. Sambil terus melihat lekuk tubuh Risma bagian-bagian indah yang suka tertutup kini justru terlihat jelas sekali.
Risma tidak sadar ada yang sedang memperhatikan dirinya di kamar itu.
Sehingga Risma terus ber lulur seluruh tubuhnya hingga kamar itu tercium wangi dari aroma lulur yang dipakai Risma.
Tak sadar Daniel juga perlahan masuk ke kamar itu masih dalam diam tanpa suara, ketika Risma ingin memakai crem malam di lemari tempat kecantikan alat-alat wanita, Risma melihat pada cermin. Tapi dia dikagetkan dengan kehadiran seorang pria di ambang pintu.
''Aaaaaaahh, s-siapa kamu?.'' jerit Risma suaranya melengking lalu berbalik ternyata itu Daniel.
Daniel juga kaget lantas berlari lalu menutup mulut Risma dengan tangannya. Hingga suara teriakan wanita itu terhenti karena mulutnya di bekap.
''Mmmm ... Mmmm ... '' Risma minta di lepaskan tangan Daniel.
__ADS_1
''Sstttt, jangan teriak aku gak akan berbuat jahat '' ucap Daniel berbisik di kuping Risma
''Lepppasskkan , kkkau kenappa ddii siniii.'' suara Risma tidak jelas.
Risma merapatkan handuknya dan tangannya ia gunakan untuk menutupi buah dada dari pandangan Daniel. Sebisa mungkin ia tutup walaupun masih jelas kelihatan.
''Aww.'' Daniel memekik ketika Risma menggigit tangannya yang digunakan untuk membekap Risma.
''Apa yang sedang kau lakukan di kamar ku hah? Cepat pergi ... '' teriaknya mengusir Daniel menatap dengan tajam.
''Aku bisa jelaskan tapi berhenti berteriak.'' ucap Daniel panik
''Tidak! Keluar dari kamar ku! Aku gak mau melihat mu disini!'' usirnya lagi
''Hei, kamu bisa diam gak! Aku akan jelaskan kenapa Aku disini tapi tolong diam dan jangan teriak-teriak.'' sentak Daniel dan memegang pundak Risma yang terekspos jangan lupa karena Risma tidak memakai apapun kecuali handuk saja.
Risma merasakan tangan pria ini menyentuh kulitnya akhirnya Risma tersadar dan kembali berteriak, ''Aaaahh dasar kamu pria mesum, berani kamu sentuh aku. Menyingkir!'' Risma menepis tangan Daniel yang masih betah ada di pundaknya.
''Oh ****, Sorry gak sengaja.'' ucap Daniel menyesal
'Ya Tuhan aku belum pakai baju, dan dia melihat ini semua. Tidak! Aku sangat malu.' Risma menatap Daniel yang tengah menatapnya dengan tatapan buas, ya. Risma sadar akan hal itu.
''Apa? Jangan macam-macam! Ayo keluar! Kenapa masih disini.'' bentaknya kesal.
''Ternyata tubuhmu bagus juga, kau cukup berisi.'' Daniel melirik pada dua gunung yang menonjol ''Hm, kau juga wangi.'' pria itu menciumi aroma tubuh Karena risih di cium seperti itu.
Risma pun mundur menjauh dari Daniel,
''Apa? Kurang ajar ... Dasar pria cabul, mesum, pergi .... '' Risma memukul tubuh Daniel karena benar-benar marah tapi gak tak terduga justru terjadi, handuk itu tak sengaja terlepas hingga kini melorot ke bawah dan Daniel melihat sesuatu yang indah di depan matanya.
''Ohhh ini sungguh anugrah.'' si junior langsung tegak
__ADS_1
''Aaaaaaa.''