
''Yah, apa kamu sekarang percaya pada adik mu atau tidak ?'' tiba-tiba tanya Yessi
Mereka sedang berada di kamar
''Apa maksudmu bicara begitu Bun?'' tanya balik suaminya
''Ya yang seperti tadi kamu lihat, adikmu itu kukuh menyangkal nya dan dia selalu mengatakan yang salah adalah wanita itu, jadi apakah kamu percaya pada adikmu sekarang atau tidak?''
''Bun, walaupun dia benar ataupun salah kita tetap harus mendengar dulu penjelasan wanita itu, jadi kita jangan hanya mendengar satu pihak. Ayah tidak ingin membela yang salah makanya besok kita harus cari kebenarannya.''
''Jadi kamu ragu kan dengan Ucapan adikmu?''
''Kenapa kamu nanya gini?'' Doni menatap Yessi
''Yah, aku gak mau kamu jadi bela Daniel karena dia adikmu, dan Aku juga ingin semua bisa terungkap kalau wanita itu jadi korban tolong berikan dia keadilan seadil-adilnya mas.'' pinta Yessi tahu bagaimana perasaan wanita itu sebab dia juga seorang wanita.
''Kamu tenang saja, tentu Aku akan melakukan keadilan makanya kita harus ketemu dengan wanita itu juga.''
''Iya mas aku percaya padamu.'' kata Yessi
Doni hanya membalas dengan tersenyum.
**
Sesuai yang di katakan oleh Doni juga Yessi siang tadi kalau mereka akan datang malam ini ke rumah Risma, korban pelecehan perbuatan Daniel.
Maka mereka pun sudah siap-siap untuk pergi, sementara Yuizi dia kebingungan saat melihat orang tuanya juga Paman nya seperti bersiap-siap untuk pergi tapi entah kemana, Yuizi tidak tahu maka dia pun bertanya juga akhirnya.
''Bunda, kalian sepertinya sudah siap-siap ya? Memang mau pada kemana Bun ?'' tanya Yuizi
Yessi menoleh pada Doni kemudian menjawab pertanyaan putrinya. ''Yui, Bunda sama Ayah mau keluar dulu sebentar ya, kamu disini dulu sama Mbok Siti.'' ucap Yessi lembut
''Ouh iya Bun, tapi apa perginya sama Paman juga?'' kembali tanyanya
''Iya benar, kita pergi akan pergi nya bertiga.''
''Oh gitu Bun, apa ada acara Bun?''
''Hm iya bener sayang, ada acara di luar yaudah kamu ke kamar mu gih nanti Mbok Siti temenin kamu, Bunda gak lama kok perginya dan ya kamu jangan keluar rumah ok!'' pesan Bunda Yessi
''Baik Bun.'' Yui mematuhi Ibunya lantas masuk.
Kini semua sudah di dalam mobil.
Yessi sesekali melihat reaksi dari Daniel yang anehnya tidak terlihat takut ataupun tegang sama sekali. Apakah Daniel memang tidak bersalah ? Dan apakah wanita itu lah yang menggoda duluan? Begitu yang ada dalam pikirannya Yessi.
Karena kalau Daniel bersalah harusnya kan dia jadi terlihat cemas dan ketakutan tapi ini justru terlihat santai, 'Ini benar-benar aneh.' batin Yessi
Tentu Daniel tidak takut sama sekali, ingat dia adalah Pria tak berperasaan dan bisa melakukan cara lain untuk menyelamatkan diri dan nama baiknya walaupun dia yang salah.
🌿
Beberapa saat yang lalu, lebih tepatnya siang hari tadi.
Seorang pria datang ke tempat sekolah SMP, tentu karena akan menemui seseorang di sekolah itu. Dia lah Daniel, Daniel Radcliffe datang karena ingin bertemu dengan Risma.
Pria itu sampai di halaman sekolah kemudian turun dari mobilnya lalu ia memakai kacamata hitam sehingga membuat nya semakin tampan saja.
Namun itu untuk orang yang tidak tahu sifat asli Daniel ya mereka akan memuji dan terpesona pada pesona Daniel.
Tapi bila tahu kebusukan Daniel, mungkin yang melihatnya tidak akan lagi se pesona itu.
Pria tampan itu berjalan untuk bertanya pada salah satu Guru disana, tentu menanyakan Risma.
''Permisi Bu.'' ucap Daniel bisa seramah itu.
''Eh i-iya Tuan ?'' kebetulan sekali yang Daniel tanya adalah guru muda juga tapi tentunya lebih cantik Risma.
Guru itu sampai gugup melihat pesona Daniel.
''Saya mau bertanya Bu, disini apa ada Guru yang bernama Bu Risma tidak ya? Dan apa dia masuk mengajar hari ini kan?'' begitu tanya Daniel
Tapi Guru didepannya tadi seketika mengerucutkan bibirnya,
''Halo Bu ?'' sebenarnya Daniel malas harus berlama-lama disini mana wanita ini diam saja lagi. Gerutu Daniel.
''Ouh ya maaf Tuan, tapi memangnya Tuan ini siapa nya Risma ?'' justru wanita itu jadi balik bertanya
'Huh dasar wanita ini, membuang waktuku sekali.'
Daniel pura-pura tersenyum ramah lagi, ''Saya teman lamanya tapi karena sudah lama tidak bertemu jadi saya bertanya pada Ibu guru.'' jawab Daniel
__ADS_1
''Teman lama? Seriusan Tuan ?'' wanita itu malah memekik
''Ya, kenapa ?'' Daniel mengernyit
''Ah bu-bukan apa-apa, maaf saya kurang percaya hehe karena rasanya tidak mungkin dia si Risma memiliki teman se keren Tuan ini, bahkan setampan ini.'' celetuk guru itu begitu ragu.
Daniel tersenyum miring, 'Ya kau benar, lihat bahkan Wanita ini saja tidak percaya bila gue bersanding dengan wanita sialan itu.' batin Daniel
''Jadi dia sekarang ini ada kan ?'' tanya Daniel tanpa basa-basi lagi.
''Ouh ya ada, dia hari ini masuk kok Tuan ya memang sih kemarin lima hari dia gak masuk katanya sih sakit,''
''Oh apa bisa di panggilkan ?'' pinta Daniel
''Em tapi itu tidak gratis.'' ucap si guru itu dengan menggoda
''Ok nanti saya transfer ke rekening anda.'' balas Daniel mengejutkan si wanita.
Padahal tadinya wanita ini cuma hanya ingin di ajak makan bareng eh justru di berikan uang.
Wahh dia ini pasti sangat royal, Aku harus memanfaatkan ini. batin Soraya guru di sekolah itu.
''Risma.'' Soraya kini memanggil Risma tanpa berlama-lama karena ini semua demi emas berjalan.
''Eh Ray, ada apa kamu panggil aku?'' kata Risma menghampiri
''Itu di depan ada yang nyariin kamu.'' ucap Soraya
''Nyariin Aku, siapa Ray ?'' pasalnya selama ini belum pernah ada yang datang ke sekolah mencarinya
Deg!
Risma langsung teringat kepada Ibunya, apakah itu Reva yang mencarinya dan Ibunya kenapa-napa? Hati Risma langsung tidak enak.
''Ray, mungkin itu adikku apa terjadi sesuatu kepada ibu ya?'' ucap Risma dan sudah mau pergi
''Itu bukan adikmu tapi seorang pria tampan dan katanya dia teman mu.'' suara Soraya langsung menghentikan langkah Risma.
Risma pun menoleh ke belakang lagi menatap bingung pada Soraya.
''Apa Ray? Kamu ... kamu bisa katakan lagi?'' pinta Risma
''Laki-laki? Teman ku?'' bukannya langsung dilihat Risma justru berpikir dulu dan menebak-nebak tapi dia sama sekali tidak punya teman laki-laki satu pun dia tak punya, lalu didepan sana siapa ? Risma berfikir keras.
''Heh kamu malah bengong lagi, sudah sana samperin dia kasihan itu si tampan NUnggu kamu yang malah diam saja.'' tegur Soraya membuat Risma sadar.
''I-iya Ray, A-aku ke sana dulu.''
'Mana dia?'
'Eh apa itu orangnya ?' Risma melihat ada seorang pria sedang berdiri memakai pakaian kantor sepertinya.
'Kenapa Aku seperti pernah melihat gestur tubuh itu?' batin Risma keheranan.
''Maaf apa Anda mencari saya ?'' ucap Risma
Kemudian Pria itu berbalik dan seketika membuat mata Risma melotot lebar ia sangat terkejut.
Risma ingat sekali wajah ini, Pria bajingan yang sudah merampas kehormatannya.
Risma mundur dan semakin menjauh dari pria itu.
''Hai, kau masih ingat dengan saya ?'' tanya Daniel tak tahu malu bibirnya menyeringai.
''Kau, bagaimana bisa kau disini ? Dan kenapa kau kesini?'' tanya Risma untung dia bisa menjaga emosinya dia sadar ini ada dilingkungan sekolah tempat ia bekerja dan tak mungkin dia marah-marah disini walaupun hatinya sangat ingin marah.
''Apa kau tadi yang mengaku-ngaku menjadi teman ku, dasar tidak tahu malu cih!'' umpat Risma
''Kau jangan ke geer-an dulu ya, saya datang kesini karena ada yang ingin saya tanyakan padamu.'' ucap Daniel segera
Risma melihat sekitar sekolah ini sepertinya mulai banyak guru-guru lain melihat mereka.
''Saya rasa itu tidak penting jadi sebaiknya pergi saja Anda dari sini.'' usir Risma ia hanya tidak ingin orang-orang itu berpikir buruk tentang dia.
''Sombong sekali kau! Seperti sudah punya segalanya saja. Berani kamu hah mengusir saya!'' Daniel marah dan langsung mencekal tangan Risma dengan kuat.
''Awwh lepaskan, kau ini kasar sekali.'' Risma meraung kesakitan.
''Memang untuk wanita seperti mu ini pantas untuk di berikan pelajaran, dengarkan Aku baik-baik apa kau yang sudah mengadukan kejadian kemarin kepada Kakak ku hah ?'' tanya Daniel langsung pada intinya.
Risma mengernyit tak mengerti, ''Tidak aku tidak mengadukan nya, ya tapi memang cepat atau lambat Aku emang akan memberitahu keluarga mu, karena kau ini bukan lah orang baik-baik seperti yang mereka kira selama ini. Kau adalah pria bajingan.'' balas Risma
__ADS_1
''Diam wanita sialan! Jadi bukan kau yang mengadu ?'' sekali lagi tanya Daniel
''Belum dan tunggu saja bagaimana Aku akan menghancurkan mu, seperti kau yang menghancurkan diriku!'' jawab Risma
''Oh ya? Siapa hm kau ini, tidak akan semudah itu mengancam Daniel Radcliffe.'' Daniel meremehkan Risma.
''Dasar Pria jahat,''
''Heh wanita sialan , dengarkan ini dengan baik ya malam nanti Kakak ku dan istrinya akan datang ke rumah mu, mereka akan menanyakan kejadian itu dan saya ingin kamu cukup tutup mulutmu itu, saya janji kalau kau diam dan tidak berkata dengan jujur saya akan bertanggung jawab atas dirimu.''
''Apa? Anda Serius akan bertanggung jawab?''
''Ya! Asal kau diam!''
''Hahaaa, rasanya itu bagai angin lewat saja.'' ejek Risma tidak percaya sama sekali.
''Sialan apa maksudmu ? Kau percaya saja pokoknya padaku, kau pegang janji ku ini tapi ingat yang aku mau. Kau cukup bilang kalau yang salah itu dirimu, kau itu yang sudah menggoda ku dan Aku tidak bersalah sama sekali, katakan seperti itu!'' dengan tak berperasaan nya Daniel menyuruh Risma berbohong bahkan tidak memikirkan perasaan Risma yang benar-benar dia adalah korbannya disini.
''Bagaimana kau setuju tidak? Dengar, kau cukup katakan yang aku suruh maka kau juga akan mendapatkan hak mu, harta dan Aku akan tanggung jawab asal lakukan yang ku minta itu saja.'' ucap Daniel
Saat itu Risma hanya mengangguk saja seolah setuju, tapi tanpa Daniel ketahui Risma memiliki rencana lain.
**
Begitu lah kenapa Daniel sekarang ini bisa tenang dan sama sekali tak mencemaskan dirinya.
Risma sudah menunggu kedatangan mereka di pinggir jalan sedikit jauh dari rumahnya. Risma belum siap ibunya mendengar kenyataan ini maka dari itu dia memutuskan bertemu di taman.
''Kak, stop disini.'' tiba-tiba ucap Daniel menghentikan mobil saat mau melaju
''Ada apa ?'' tanya Doni dingin
''Dia meminta bertemu disini,''
''Minta bertemu apa maksudnya dia tahu kedatangan kita?'' Yessi menyahut dan kebingungan.
''Oh itu mbak, em ... Tadi aku sempat menanyakan alamatnya dia dan katanya jangan bertemu di rumah, entah kenapa Mbak saya juga gak tahu karena dia yang meminta itu.'' jelas Daniel tapi suaranya terbata-bata.
''Kamu ngapain repot-repot ke sekolah? Saya dari tadi siang sudah mendapatkan alamat rumah nya, Daniel kau sedang tidak mengancam nya kan ?'' tuduh Doni menatap tajam
''Tidak Kak, kenapa menatap ku seperti itu.'' protesnya
''Kakak tidak akan segan-segan menghajarnya mu kalau kamu sampai menendang mu Daniel!'' ancam Doni
'Sial, dia ini sangat menyeramkan tapi untunglah Aku sudah bertemu dulu dengan wanita itu aku bisa tenang sekarang.' batin Daniel sudah senang duluan.
''Tidak Kak, kau bisa pegang kata-kata ku ini.'' sahut Daniel meyakinkan.
''Apa itu dia?'' tanya Yessi saat mobil berhenti dan didepan sana ada seorang wanita menunggu sambil duduk sendirian tapi ketika wajahnya tersorot lampu mobil memang itu Guru nya Yuizi.
''Iya Bun, itu Guru Risma.'' kata Doni juga tahu persis pada gurunya Yui.
Maka mereka semua pun turun dari mobil dan berjalan mendekati Risma yang menunggu.
''Selamat malam Bu Risma.'' sapa Yessi menyembunyikan rasa bersalah dan sesak di dada. Karena kini dugaan mereka mungkin benar Daniel melakukan itu pada Guru nya Yuizi .
''Oh se-selamat malam juga Nyonya.'' balas Risma mencoba tenangkan diri.
''Yah, tangan nya dingin dan ini di luar sebaiknya kita bicara jangan disini.'' Yessi berbisik di telinga suaminya.
Akhirnya Doni membawa mereka ke kafe dekat rumah Risma juga.
''Begini Bu Risma, sebelumnya saya mau minta maaf karena sudah mengganggu waktu istirahat Anda. Tapi ada yang ingin saya sampaikan kepada Anda ini tentang adik saya Daniel.'' ucap Doni masih bijak
''Iya Tuan,'' Kata Risma
''Maaf sekali kami harus menanyakan hal pribadi ini, tapi disini kami cuma ingin mendengar penjelasan dari dua pihak, agar kami bisa membela yang benar dan tolong katakan saja yang sejujurnya apa yang terjadi pada malam itu, antara Anda dengan adik saya? Bu Risma, Anda tidak perlu takut untuk bicara dengan jujur karena itu lebih bagus.'' ucap Doni panjang lebar.
'Oh ternyata benar mereka sudah tahu kejadian malam kemarin, apa Yui yang bicara ya?' batin Risma mengira
''Bu Risma, apakah benar yang dikatakan adik ipar saya ini, kalau sebenarnya Anda lah yang sudah menggoda nya duluan? Maaf saya menanyakan ini pada Anda, tapi saya butuh jawaban jujur dari Anda.'' kini Yessi memberikan pernyataan pada Risma.
Risma langsung menatap Daniel dengan tajam, 'Licik sekali kamu, apa yang sudah kau tuduhan tentang ku kepada Kakak mu ini?' batin Risma marah kepada Daniel.
Sementara Daniel diam-diam menyungging senyum penuh kemenangan pada Risma seolah dia yang akan menang.
''Ayo bicara saja Bu Risma, katakan dengan sejujurnya!'' suruu Doni
Risma membuang nafas panjang yang terasa sesak dalam dirinya ini, kemudian dia berkata ''Nyonya, Tuan, sebenarnya yang terjadi malam ini adalah saya ... ''
Kira-kira bagaimana jawaban Risma ya? Apakah dia akan jujur atau menuruti keinginan Daniel?
__ADS_1