Terikat Bersama Paman Muridku

Terikat Bersama Paman Muridku
Hancur!


__ADS_3

''Ah lepaskan!'' ucap Risma meminta diturunkan dari pangkuan Daniel yang tiba-tiba itu hingga membuat Risma tak bisa menolak sebelumnya.


''Sebaiknya kau diam saja Nona dan nikmati permainan panas kita nanti, hahaa.'' ucap Daniel sambil tertawa terbahak-bahak.


''Kurang ajar, jangan lakukan itu dan siapa kamu.'' kata Risma meronta-ronta minta di lepaskan.


''Apa kau tak tahu siapa Aku hm? Lalu kenapa kau datang kesini bila tidak kenal dengan si Yuizi dan Kakak ku hah? Aku ini Paman si Yui, oh ya kau siapa? Kenapa bisa ada di rumah ini ya, apa kau yang memiliki mobil tua itu Nona ?'' tanya Daniel panjang lebar.


''Jadi kau ini Paman nya Yuizi begitu ?''


''Ya apa kurang jelas saya Paman Yuizi, kau sendiri siapa kenapa kau masih belum mengatakan nya Nona?'' balas Daniel berjalan sempoyongan karena dia sudah mabuk parah.


''Aku ... Aku adalah guru sekolahnya Yuizi, bisa kita bicara baik-baik ini tentang Yuizi.'' ucap Risma meminta pengertian Daniel.


''Ada apa Bu guru? Kenapa dengan ponakan saya, kenapa dengan si Yui ?'' kata Daniel


''Ini tentang teman mu dan Yuizi Tuan.'' kata Risma berharap pria itu bisa di ajak bicara serius.


''Teman ku siapa?'' gumam Daniel


''Dika! Temanmu kan?'' Risma memperjelas.


''Dika, kenapa lagi dengan dia. Yasudah kita bicara di kamar ku.''


''T-tidak Tuan, kita bicara di-disini saja.'' Risma menolak jelas ia takut bila bicara di tempat tertutup.


''Kenapa, katanya ingin bicarakan yang serius kan?'' Daniel menatap heran.


''Be-benar tapi disini juga bisa kan.''


''Yasudah baiklah kau mau mengatakan apa cepat ceritakan jangan lama-lama cantik, saya sudah tidak tahan.'' ujar Daniel dan tiba-tiba mendekati Risma pria itu mencoba mencium Risma. Daniel menurunkan tubuh Risma yang tadi sempat dia panggul.


''Oh tidak, tolong menjauh dan sadarlah!'' kata Risma mendorong tubuh Daniel.


''Baiklah yasudah mau bicara apa?'' Daniel menahan hasratnya karena dia juga penasaran dengan apa yang akan dikatakan wanita ini soal keponakan dan sahabatnya Dika.


''Begini Tuan sebelum saya menjelaskan saya ingin Anda emmp--''

__ADS_1


''Stttt!'' Daniel menempelkan jarinya di bibir Risma hingga Wanitta itu menghentikan bicaranya


''Kenapah sih '' Risma menepis tangan Daniel


''Stop panggil saya Tuan karena itu tidak enak di pendengaran saya, kamu panggil saja saya Mas!'' pinta Daniel berbisik di telinga Risma hingga membuat wanita itu merinding.


'Ishh apaan sih ni orang, banyak ngatur dan mau nya sangat menyebalkan.' umpat Risma


''Iya jadi saya ingin Anda mendengarkan dengan benar apa yang ingin saya sampaikan dan tolong untuk percaya pada saya, Em ... Mas!'' Risma sedikit canggung ketika menyebut Mas pada Daniel.


''Ok katakan saja.'' ujar Daniel kini mulai serius


''Begini siang tadi saya melihat sikap aneh pada Yuizi saat di sekolah, dia terlihat enggan untuk pulang ke rumah, lalu saya mencoba bertanya apa penyebabnya hingga Yuizi masih berada di sekolah.'' Risma sengaja menjeda ucapannya lalu menatap Daniel.


''Ya lalu kenapa? Seingat saya tadi pagi dia baik-baik saja kok.'' ucap Daniel ikut bingung.


''Saat saya mendesak nya untuk bicara ternyata dia takut untuk pulang karena orang tuanya sedang tidak ada dan bukan hanya itu saja rupanya Yuizi juga takut pada teman mu.'' ucap Risma


''Kenapa si Yui takut dan siapa yang kau maksud?'' nada bicara Daniel terdengar tidak suka.


''Memang apa yang dilakukan si Dika pada Yuizi, kamu jangan mengarang cerita ya, karena saya kenal betul dengan sahabat saya.'' ucap Daniel mulai marah.


''Tapi memang seperti itu kenyataannya, Pria yang bernama Dika mau mencoba melecehkan ponakan Anda Tuan, dia bukan orang baik seperti yang Anda kira selama ini,''


''Stop! Jangan kau teruskan omong kosong mu itu!'' bentak Daniel tatapannya tajam.


''Saya berkata ya sesungguhnya saya tidak sedang berkata omong kosong, saya dapat mengartikan tatapan pria lapar itu masa sih Anda yang teman dekatnya tidak bisa menilai, dan alasan saya kesini karena saya ingin menjaga Yui dari pria itu, juga saya harap Anda tidak lagi mengajak teman Anda kesini lagi, karena itu membuat Yuizi semakin ketakutan.'' pinta Risma.


''Cukup! Saya bilang cukup! Berhenti bicara yang tidak-tidak tentang teman saya, kau ini siapa hah? Kau hanya orang asing yang berani-beraninya mengaturku, bahkan selama ini belum pernah ada yang berani menyuruh ku ini dan itu. Tapi kau.'' menunjuk Risma


''Kau beraninya memerintahkan kepada ku soal saya dan teman saya, dasar wanita kurang ajar.'' bentak Daniel tidak terima rupanya dengan kata-kata Risma yang memojokkan Dika.


''Saya mohon dengan sangat kepadamu, jauhkan Pria itu dengan Yui, ini demi keselamatan Yuizi.''


''Baiklah dengan satu syarat.'' kata Daniel sambil menyeringai


''S-satu syarat a-apa?'' Risma cukup takut melihat senyuman itu.

__ADS_1


''Tidur lah dengan ku, maka akan ku lakukan perintah mu.'' ucap Daniel sangat menjebak.


''A-apa!'' Risma memekik


''Ya! Aku berjanji akan melakukan keinginan mu, tapi lakukan dulu ingin ku.'' ucap Daniel meyakinkan.


''T-tidak, itu tidak mungkin, saya masih punya harga diri saya akan melakukan cara lain tapi tidak dengan itu. Saya tidak Sudi mengorbankan diri saya apalagi sampai melakukan hal gila, saya akan membawa Yuizi pergi dari rumah neraka ini.'' ucap Risma lalu Risma berbalik dan akan pergi dari sana.


Tapi sayang Daniel yang merasa di tolak dan di acuhkan Daniel kalap dan pria itu dengan tak berperasaan menarik tangan Risma kemudian melabuhkan bibirnya di atas bibir Risma.


''Emmh emmmh, lepasss!'' Risma meronta


Daniel bermain dengan kasar dia menggigit bawah bibir Risma hingga berdarah, kemudian ******* dan bermain-main di lidah Risma.


''Emmmh emmm.'' Risma kesusahan bernafas.


''Tolong!''


''Tidak! Jangan lakukan itu! Jangan!''


''Ahhhkk!''


''Auuhh, jangan! Jangan! Ku mohon, tidak, jangan lakukan itu ku mohon!'' Risma memohon sambil mengatupkan kedua tangannya.


Tapi Daniel yang kehilangan akal juga terbawa oleh nafsu dan minuman dengan tega memasuki milik Risma yang sangat sempit sampai Risma terkejut.


''Jangan ...!''


''Hikss, Ibu, maafkan Aku ibu, ayah.''


Hilang lah sudah mahkota yang selama ini Risma jaga dan hancur begitu saja oleh pria asing ini. Risma benci pada dirinya sendiri dia kalah dan dia kenapa begitu lemah.


''Auuhh sayang, kenapa kau begitu sempit.'' racau Daniel menikmati milik Risma


''Menyingkir lah, Aku membenci mu! Aku sangat benci .... Aku benci hikkks.'' air mata turun begitu deras dari pelupuk mata Risma.


'Apa yang aku jaga dengan sangat baik, kenapa harus hancur dengan seperti ini, lihatlah bajingan itu dia begitu buas dan menikmati kesengsaraan ku.'

__ADS_1


__ADS_2