
"Risma." Daniel memanggil istrinya.
"Hm ada apa?" sahut Risma yang tengah merapihkan belanjaan.
"Kamu lagi pengen sesuatu gak?" tanya Daniel tiba-tiba
"Maksudnya gimana?" Risma nampak kebingungan.
"Iya kamu ada kepengen sesuatu gak gitu? Misal makanan atau apa saja, bilang padaku." jelas Daniel
"Ooh itu, tidak kok aku gak mau apa-apa." ujar Risma dan kembali merapikan baju bayi yang dibeli Daniel.
"Beneran kamu gak ingin apa-apa?" ulangnya.
"Huum, emang gak mau, kalau mau nanti aku beritahu sama kamu deh." kata Risma
"Ini aneh." ucap Daniel setengah bergumam.
"Aneh? Apa yang aneh?" ucap Risma dengan menyipitkan mata.
"Ya aneh saja, setahuku kalau orang yang lagi mengandung itu suka banyak permintaan ya seperti ngidam gitu, tapi kamu dari awal hamil kok tidak pernah meminta apapun padaku." Daniel pun menjelaskan yang dia maksudkan.
Kali ini Risma paham lantas wanita itu memberikan senyuman pada suaminya, "Kamu tidak salah, emang sebagian ada wanita hamil yang seperti itu. Tapi Aku tidak, dan aku juga gak tahu kenapa, cuma sekarang ini Aku jadi punya keinginan deh." ujar Risma
"Apa? Ayo katakan kau ingin apa? Biar Aku segera belikan ayo bilang." tanya Daniel dengan bersemangat
"Kamu tenang dulu duduk lah dulu," ucap Risma
"Loh katanya tadi ingin sesuatu ?" seru Daniel
"Iya tapi dengar dulu, begini aku ingin satu hal dan aku harap kamu akan bersedia melakukannya." kata Risma dengan serius.
"Ya apapun itu akan Aku lakukan untukmu, jadi Ayo katakan." balas Daniel
__ADS_1
"Aku hanya minta satu hal padamu, tolong untuk selalu bersama ku, menerimaku dan anakku ini. Jangan pernah tinggalkan kami, apa kamu bersedia?" tak terduga rupanya yang Risma minta adalah itu, bukan meminta makanan.
"Kenapa diam saja, apa kamu keberatan dengan permintaan ku?" lanjutnya ketika si suami hanya bengong.
"Oh sorry, bukan seperti itu. Iya aku bersedia dan itu sudah pasti ku lakukan tanpa kau minta juga. Jadi, itu yang mau kau katakan? Hanya itu permintaan mu? Apa tidak ada makanan yang kamu mau?" Daniel setuju dengan keinginan istrinya jelas saja karena saat ini dia memiliki tanggung jawab terhadap Risma juga anak mereka, dan kukuh menanyakan soal mengidam nya Risma.
"Emm, untuk sekarang ini belum ada tapi gak tau besok." jawabnya dengan tersenyum agar Daniel tak bersedih.
"Oh yasudah, tapi ingat ya pokoknya kalau kamu ingin apapun itu beritahu sama aku, nanti akan ku berikan langsung ok!" seru Daniel.
"Baik, Aku akan langsung mengatakan nya padamu." sahut Risma. "Dan terima kasih banyak karena kamu bersedia untuk hidup bersamaku dan anakku." lanjutnya.
"Dia anakku juga, anak kita." Daniel meralat ucapan Risma
"Ah iya, anak kita." Risma mengubah ucapannya.
***
"Semoga anak kalian sehat-sehat ya," ucap Yessi mengusap perutnya Risma
"Amiin, makasih Mbak." sahut Risma
"Oh ya, kalian udah melakukan USG belum, Niel, Risma?" tanya Doni
"Belum Bang," jawab Daniel dan Risma hanya menggelengkan kepalanya.
"Loh jadi belum sama sekali Ris?" kata Yessi
"Iya belum Mbak." jawab Risma
"Kenapa? Itu penting loh, Mbak kira kalian udah memeriksa nya." ucap Yessi
"Iya Mbak mungkin besok kita akan lakukan USG, aku lupa Mbak. Mbak juga sih gak ngasih tau, kita mana paham Mbak." ujar Daniel justru balas dengan pura-pura menyalahkan Yessi.
__ADS_1
"Kamu ini bisa aja, iya Mbak juga lupa ngasih tau sama kalian, yaudah biar nanti Mbak yang antar kamu ke rumah sakit ya Ris." ucap Yessi menawarkan diri.
"Apa tidak merepotkan Mbak?" Risma merasa tak enak.
"Tidak, sama sekali gak merepotkan Risma. Kita ini keluarga, udah seharusnya saya antarkan kamu." balas Yessi.
"Em baiklah, terimakasih." ucap Risma
"Sama-sama,"
Kemudian tiba-tiba ada seorang pria datang ke acara itu datang tanpa di undang.
"Hai Niel, Risma, selamat ya." ucapnya
"Lo, ngapain Lo kesini?"seru Daniel dengan nada tinggi.
Risma langsung mengusap lengan suaminya ini agar tenang.
"Gue mau ikut dalam kebahagiaan Lo, apa itu salah?" ujarnya orang tadi.
"Benar-benar gak tau malu banget Lo," umpat Daniel
"Udah jangan ribut, di acara bahagia kita." Risma berbisik
"Kamu diam saja, jangan belain dia." cetus Daniel
"Apaan sih, siapa yang bela siapa! Justru Aku gak mau acara kita ini berantakan." ucap Risma membalas Daniel tak kalah cetus.
Huffftt
Pria itu menghela nafas panjang.
Daniel mengusap wajahnya secara kasat dengan tangan, dia terbawa emosi hingga akhirnya berbicara cetus pada istrinya. Padahal tadi dia tidak berniat seperti itu.
__ADS_1