Terikat Bersama Paman Muridku

Terikat Bersama Paman Muridku
Risma terkejut karena Reva ikut ke pesta


__ADS_3

Daniel pulang ke rumah dan langsung membersihkan tubuhnya lalu dia pun makan bersama Risma tentunya.


"Ini mas makanan nya." ucap sang istri sembari menyodorkan nasi serta lauk pada Daniel


Dan pria itu bukannya menerima piring dari si istri tapi dia langsung diam seolah dunia berhenti saat itu. Karena tadi ia mendengar istrinya ini menyebut dirinya dengan sebutan Mas!


"Mas, kenapa malah bengong ini makanan kamu nya ambil." kembali ucap sang istri


"I-iya iya, sini." balasnya jadi terbata


Risma tahu yang dipikirkan suaminya dia pun hanya mengulum senyum tipis. Sebenarnya wanita itu juga cukup gugup untuk menyebut Daniel kayak tadi hanya saja dia ingat yang dipesankan Ibunya kalau Risma harus menghormati Daniel karena pria itu adalah suaminya dan akan menjadi Ayah dari anaknya.


Maka mulai dari sekarang Risma akan membiasakan diri untuk menyebut Daniel, dengan sebutan Mas agar lebih sopan.


"Apa aku tidak lagi salah mendengar?" ucap Daniel dengan menatap pada Risma


"Tidak kok, Mas." jawab Risma sekali lagi sebutan itu terdengar oleh suaminya.


"Hm, kenapa tiba-tiba?" tanya Daniel


"Tiba-tiba apanya? Emang gak boleh ya?" tanya balik si isteri, sambil tangannya sibuk mengambil nasi untuknya.


"Oh bukan seperti itu, tapi rasanya mendadak kamu sebut saya dengan menyebut mas, hm tapi itu jauh lebih baik sih," ujar Daniel


"Jadi apa mas suka?" tanya Risma agak geli juga sih dia kenapa jadi kesenangan mengatakan itu.


"Saya suka, pake banget." jawabnya


"Syukurlah, kalau mas suka, tadi aku pikir mungkin mas akan marah karena aku lancang menyebut mu seperti itu." ucap Risma


"Tidak kok, kenapa saya marah, kecuali kamu panggil nama mungkin itu saya bakal marah sama kamu, karena itu gak sopan." jelas Daniel


"Iya Mas, oh ya tadi mas ada urusan apa pagi-pagi sudah berangkat?" Risma mulai bertanya tentang keseharian suaminya.


"Oh tadi pagi itu, ya ada pekerjaan dikit sih yang harus saya lakukan di kantor dan tadi juga saya ada yang harus di bahas sama bang Doni." jawab Daniel tentu tidak menyebutkan itu sengaja karena agar Reva bisa di antar oleh Loius.


"Oh pasti hari ini mas sibuk sekali ya, sampai pulangnya juga agak telat." ucap Risma


"Sebenarnya saya sudah pulang dari kantor itu sudah dari tadi, hanya saya pergi ke Restoran nya si Loius dulu." jawab Daniel dengan jujur


"Pergi ke sana, untuk apa?" tanya Risma dengan nada tidak suka.


"Hanya ngobrol biasa saja kok, kenapa kamu kayak gak suka gitu?" ucap Daniel

__ADS_1


"Ah gak apa-apa, tidak seperti itu." Risma mengelak


"Tadi dia memberitahu ku kalau kita di undang ke acara pernikahan--" Daniel belum sempat menyelesaikan ucapannya sudah di potong oleh Risma.


"Siapa yang mau menikah, apa dia?" tanyanya


"Bukan dia tapi si Dhika." jawab Daniel "Makanya kalau aku lagi bicara tuh jangan di potong dulu." lanjutnya


"Ya maaf, aku pikir dia yang mau menikah."


"Memang kenapa kalau bukan dia yang akan menikah?" iseng Daniel bertanya


"Jujur sih, aku bakal senang karena itu artinya pria itu gak akan ganggu adikku, si Reva lagi." jawabnya


"Kamu kenapa gak suka melihat si Loius dekat dengan adikmu, Ris, saya yakin kali ini si Loius tidak sedang main-main, dan saya rasa dia emang serius." ucap Daniel dengan nada pelan dan memberikan pengertian.


"Aku tetap gak setuju, Mas kamu jangan coba-coba untuk deketin Reva sama orang itu ya. Aku gak suka, dan kalau sampai aku lihat kamu ada bantu dia, aku bakal marah padamu." ancamnya dan belum apa-apa istrinya itu sudah marah.


"Kamu kenapa jadi marah-marah gak baik untuk anak kita dan kesehatan mu, cuma karena masalah ini masa kita jadi bertengkar." ujar Daniel


"Ya makanya jangan bilang kalau dia pantas untuk adikku,"


"Tapi kenapa, apa kami tidak berhak mendapatkan jodoh yang baik agar kamu bisa menjadi lebih baik hm?" tanya Daniel


Risma kesusahan menjawabnya karena kata-kata Daniel kali ini tidak salah namun dia masih tetap harus merasa waspada terhadap Pria pria ini.


"Eh tunggu, ok saya minta maaf ya sudah bahas ini, tapi saya mohon kamu jangan pergi ayo habiskan makan mu itu kamu baru makan sedikit dan saya juga masih ingin di temani kamu. Masa kamu pergi gitu aja." Daniel membujuknya


"Hm baiklah." Risma kembali duduk


"Tapi saya harap kau akan ikut ya, karena Dhika walaupun dia seperti itu tapi dia adalah teman saya dari kecil." ucap Daniel meminta Risma ikut juga ke pesta bersamanya.


Risma nampak tidak mau ikut tapi ketika mengingat mereka adalah pria dewasa dan tukang minum jadi disini Risma harus menjaga suaminya agar tidak larut dalam pesta dan minum dengan bebas maka Risma pun setuju akan ikut.


*****


Dua hari kemudian..


Daniel bicara pada Reva dan diam-diam mengajak adik iparnya itu untuk ikut ke pesta nanti.


"Rev, kamu lagi apa?" tanya Daniel menghampiri Reva


"Eh Mas, gak lagi ngapain cuma duduk sambil main ponsel." jawabnya

__ADS_1


"Sibuk chat-an sama pacar nih." goda Daniel


"Mana ada pacar mas, bisa-bisa aku gak di kasih ponsel sama istrimu itu." jawab Reva dengan mendelik ke dalam rumah. Maksudnya ke arah Risma.


"Kamu ini, oh ya Rev, kamu mau ikut gak?"


"Ikut kemana Mas?" tanya Reva


"Ke pesta pernikahan temannya mas." jawab Daniel


"Emang boleh ya aku ikut mas? Bukannya disana pasti hanya ada orang dewasa yang sudah pada menikah." ucap Reva


"Ya boleh dong Rev, disana bebas untuk siapa saja satu keluarga juga bisa datang ke sana kok, gimana mau ikut gak?" kembali Daniel menawarkan


"Yaudah mau deh Mas kalau gitu daripada di rumah ya bosen, tapi Mbak Ris ikut juga?" tanya Reva


"Jelas dong dia ikut, kan Mas juga harus bawa pasangan kesana, entar mas di sangka jomblo lagi, hahaha." ucap Daniel dengan tertawa


"Hm iya juga mas, iya benar harus bawa istrinya agar gak digoda cewek lain ya Mas." kata Reva


"Nah itu dia, jadi ikut nih?"


"Ikut mas,"


Hari pernikahan itupun sudah tiba kini saatnya Daniel menyuruh istrinya itu untuk berdandan yang cantik. Dengan memakai gaun yang sedikit terbuka di bagian kakinya tapi masih terbilang sopan.


Risma memakai gaun berwarna merah maroon yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang bertambah seksi.


"Mas," panggilnya menghampiri Daniel


"Ya, kamu sudah siap?" sambil melihat penampilan Risma yang montok


"Iya Mas, apa aku jelek ya pakai gaun ini, tubuh aku kan jadi gemuk." nampaknya Risma sedikit tidak percaya diri.


"Siapa jelek hm, justru kamu tambah cantik dan ya semakin seksi." bisik Daniel


"Ih apaan sih kamu, kalau kelihatan seksi mending aku ganti deh " Risma akan berbalik pergi


"Udah pakai itu saja kamu beneran cantik, saya sudah susah pilih yang bagus untuk kamu pakai masa sekarang tidak mau kamu kenakan, udah Pak itu ya." bujuknya


"Yaudah deh mas, ini demi kamu " Risma menghargai pemberian suaminya.


Tiba-tiba Reva datang dan menyahut, "Mbak , mas, ayo. Aku juga udah siap." ucapnya dengan sedikit memoles wajahnya dengan make-up.

__ADS_1


"Loh Dek, kamu ikut juga?" tanya Risma terkejut


"Mas, dia ikut?" kini Risma menatap pada Daniel


__ADS_2