Terikat Bersama Paman Muridku

Terikat Bersama Paman Muridku
Daniel berbelanja pakaian untuk calon anaknya


__ADS_3

Seorang pria tengah berdiri dengan wajah bingung di sebuah mall ternama, bagaimana dia tidak bingung ia kesusahan mencari kebutuhan tujuh bulanan untuk sang anak yang sudah di sebutkan oleh Risma. Dan tidak ditemukan di mall ini.


''Gue bingung, ini yang salah isi list nya atau mall ini yang kurang lengkap sih, kenapa Mall sebesar ini tidak ada keperluan yang disebutkan Istri gue.'' ucapnya sambil berkacak pinggang.


''Eh eh Mbak, tunggu!'' Daniel memanggil pelayan dan Pelayan itu menghampirinya.


''Iya Mas, ada yang bisa saya bantu.'' tanya pelayan


''Ada banget, ini Mbak saya mau tanya semua kebutuhan ini ada di sebelah mana ya? Soalnya saya cari-cari malah tidak ada.'' akhirnya Daniel pun bertanya semua yang dia cari pada si pelayan.


Kemudian pelayan itu membaca isi list yang Risma tulis, dan pelayan tadi langsung menatap heran kearah Daniel juga menahan tawanya.


''Kenapa ?'' ujar Daniel


''Maaf Mas, tapi ini semua tidak ada disini Mas.'' ucap si pelayan.


''Gak ada gimana Mbak, masa sih tempat Segede ini kaga ada keperluan cuma gitu doang juga.'' sahut Daniel jengkel karena dia merasa dia datang ke tempat yang salah, harusnya kan tempat sebesar itu semua ada, pikirnya.


''Iya tapi Mas, emang tidak ada karena semua itu tuh adanya di pasar tradisional Mas, kalau di mall ini mungkin hanya ada beberapa buahnya saja. Cuma untuk bahan bumbu yang lainnya kami tidak punya Mas.'' jelas si pelayan.


''Apa! Jadi maksudnya disini tuh tidak ada semua ini begitu ?'' Daniel terkejut


''Benar Mas, tidak ada karena itu adanya di pasar.'' angguk si Pelayan


''Ooh Tuhan, Risma! Kenapa dia tidak memberitahu ku soal ini.'' Daniel memekik tertahan tangannya mengusap wajah dengan kasar.


''Yasudah makasih y Mbak.'' Daniel jadi malu sendiri


''Em iya Mas,'' sahutnya menahan tawa.


Daniel pun berbalik dan akan keluar dari Mall tersebut, namun tiba-tiba langkahnya terhenti saat melihat baju yang begitu lucu membuat bibirnya sedikit terangkat.


''Cantik sekali baju ini, entah kenapa kalau anakku memakai gaun ini pasti akan sangat cocok dan juga cantik, eh tunggu. Kenapa Aku bisa berpikir seperti itu, bukannya Aku belum tahu jenis kelamin anakku ya? Oh ****, Aku bahkan lupa melakukan USG. Besok Aku harus mengajak Risma ke rumah sakit, ya itu harus!'' Daniel bermonolog.


Tapi Pria itu jadi membeli gaunnya, karena dia sudah jatuh cinta pada pakaian cantik itu walaupun dia belum tahu apakah nanti anaknya laki-laki atau perempuan, dia sama sekali tidak mempermasalahkan itu yang pasti dia suka dengan pakaian yang ia beli barusan.


Selesai dengan berbelanja beberapa pakaian untuk bayi perempuan tadi juga Daniel ternyata membeli untuk bayi laki-laki juga. Karena takutnya bila yang lahir bayi laki-laki pria itu sudah menyediakan beberapa pakaian.


Mobil pun berbelok menuju pasar yang penuh dengan orang berbelanja juga berdesakan memang seperti itulah pasar.


"Tau belanjanya disini dari tadi saja gue pergi jadi gak pelanga pelongo bagai orang bodoh tadi di Mall." ucap Daniel dan terkekeh sendiri.

__ADS_1


"Permisi, saya mau beli bahan-bahan ini apa disini ada tidak Bu?" Daniel mulai bertanya pada pemilik toko sayuran ini adalah pengalaman pertama Pria itu masuk ke pasar, terakhir mungkin saat dia masih kecil dulu saat ada almarhum Mami nya.


Si pemilik toko membaca kertas yang di tunjukkan Daniel padanya lalu menjawab, "Ohh ini mah ada."


Hahh


Daniel kini bernafas lega karena sudah menemukan semua yang dibutuhkan.


"Tolong dibungkus semua ya, Bu." pinta Daniel


"Iya tunggu sebentar ya, Ibu bungkus dulu ini."


"Hmm."


Daniel menenteng semua belanjaannya atau bahan untuk acara syukuran nanti ke mobilnya tanpa bantuan siapapun, dan ia tak menyangka bisa sebanyak ini ternyata yang diperlukan. Karena dia tadinya berfikir mungkin hanya satu atau dua keresek saja sehingga dia menyerahkan semuanya padanya. Ternyata diluar ekspektasi Daniel.


"Akhirnya, beress semua ya sekarang waktunya pulang." serunya dan ia pun pulang.


Tiba di rumah Daniel benar-benar terlihat kesusahan, dan seorang wanita juga tengah menunggunya pulang. Risma berdiri di teras rumah menunggu kedatangan Daniel.


"Gimana belanjanya aman?" tanya Risma begitu suaminya keluar dari mobil dan akan masuk rumah.


"Aman gimana, yang ada melelahkan." gerutu nya


"Masalahnya kamu itu gak ngasih tau aku dimana harus beli semua belanjaan ini." sungutnya.


"Eh tunggu dulu, kok malah nyalahin Aku sih orang kamu yang pergi gitu aja. Ya, Aku kira kamu tahu eh tapi memangnya kamu pergi belanja dimana? Di pasar 'kan?" ucap Risma penasaran.


"Bukan." jawab Daniel cepat


"Hah bukan, lalu dimana?" Risma menatapnya bingung


"Di Mall." jawab Daniel lagi


"Apa? Di Mall, hahahaha yang benar saja kamu pergi ke Mall, lalu nanya soal bumbu nya?" Risma tidak bisa menahan tawanya dan ia langsung terbahak.


"Ssttt, kamu malah ngetawain Aku ya. Kualat kamu sama suami, bukannya beritahu Aku dulu eh malah ngejek." ucap Daniel menyuruh Risma berhenti tertawa.


"Hmm, iya maaf habis kamu ini lucu banget tauu gak. Mana ada yang beli jahe di Mall aduh, eh tapi serius kamu gak tau kalau semua itu harusnya beli di pasar?" tanya Risma


"Yaa Aku tahu cuma Aku gak biasa pergi ke pasar seperti itu, karena biasanya semua tinggal beli atau pesan tapi kali ini justru Aku yang harus membeli langsung sudah pasti salah." jelas Daniel

__ADS_1


"Makanya jangan sok tahu, dan kalau gak tau itu nanya dulu bukan langsung pergi gitu aja, yaudah ayo masuk Aku buatkan minum untukmu ya." kata Risma


"Hm, Aku bawa ini kedalam dulu." sahut Daniel yang akan membawa sebagai barang kedalam rumah.


"Yaudah." Risma lebih dulu masuk dan akan membuatkan minum untuk suaminya yang pasti sangat kelelahan itu.


Sementara Daniel pun memilih duduk di sofa yang terbuat dari bambu, duduk selonjoran untuk merenggangkan otot kakinya.


"Baru juga berjalan-jalan sebentar nih kaki sudah pegal saja rasanya." ucapnya dan berpikir dia harus sering olahraga agar tidak kaku.


"Ini minumlah dulu." Risma memberikan jus mangga pada Daniel


"Makasih istriku." ucap Daniel menerima jus buatannya Risma.


"Sama-sama, emm itu apa?" Risma menunjuk isi kantong kresek yang ada di atas meja di depan mereka.


"Oh ini baju bayi." jawab Daniel


"Maksudnya kamu beli baju bayi, apa itu untuk anak kita?" tebak Risma


"Ya iya untuk anak kita, memang untuk siapa lagi. Coba kamu lihat gimana bagus gak." Daniel menyuruh Risma melihat baju yang dia pilih.


Risma pun mulai melihatnya tapi tiba-tiba dia menatap Daniel dengan wajah keheranan.


"Ada apa? Kamu gak suka ya?" ucap Daniel


Tapi Risma langsung menggeleng, "Suka, cuma---"


"Cuma, cuma apa?"


"Kenapa beli nya ini dua, dan ya kita kan belum tahu jenis kelamin anak kita." ujar Risma


"Justru karena itu, karena kita nggak tahu nantinya anak kita ini laki-laki atau perempuan jadi, Aku beli nya langsung dua model berbeda. Nih lihat, yang gaun cantik ini untuk anak kita bila dia nanti lahirnya perempuan. Dan untuk yang baju ini tentu itu untuk bayi laki-laki kita kalau dia nanti lahirnya laki-laki, jadi gimana bagus tidak hm?" Daniel menjelaskan kenapa dirinya membeli keduanya.


"Bagus, bahkan ini bagus sekali. Makasih banyak ya " ucap Risma tulus sembari tersenyum.


"Sama-sama, tapi kenapa berterima kasih segala dia anakku. Sudah pasti aku akan melakukan apapun untuknya." balas Daniel.


"Hm iya, dia anak kita." sahut Risma


Tapi didalam hati Risma, wanita itu benar-benar bersyukur karena Daniel mulai menunjukkan kedewasaannya. Bahkan dia saja belum memikirkan tentang keperluan sang anak mulai dari pakaian dan yang lainnya.

__ADS_1


Namun Pria ini, sudah lebih dulu membeli pakaian untuk anak mereka itu artinya Daniel peduli pada calon anak mereka ini. Karena itulah Risma sangat mensyukuri semuanya.


Terima kasih banyak, semoga kamu gak berubah dan selalu sayang padaku juga anak kita ini. harapan Risma.


__ADS_2