Terikat Bersama Paman Muridku

Terikat Bersama Paman Muridku
Risma sakit


__ADS_3

Tidak biasanya Risma pulang dengan tergesa-gesa seperti tadi hingga itu membuat Ibunya merasa aneh terhadap Risma.


Di tambah anak pertamanya ini seperti memakai pakaian yang berbeda dari pertama kemarin pergi.


Namun Bu Sukma tidak berpikir yang aneh-aneh kepada Risma karena beliau percaya kepada putrinya ini.


Di lain tempat.


Mbok Siti sedang melamun dan hari ini terlihat tidak fokus dalam bekerja nya. Mbok Siti berpikir apa yang harus dia lakukan sekarang ini. Jujur wanita itu ingin sekali membantu Guru nya Yuizi.


Tapi apa yang harus dilakukan nya, otak nya tidak bisa bekerja mungkin dia harus memikirkan nya lagi nanti saat di rumahnya.


Kemudian di kamar seorang anak SMP ia juga tengah merenung soal kejadian hari ini sangat membuat nya shock.


Bagaimana tidak shock, Yuizi ini begitu menyayangi sang Paman dan percaya Daniel bukan Pria seperti itu. Namun kenyataannya Daniel telah membuatnya terluka dan sangat mengecewakan.


''Apa aku ini sedang bermimpi? Aku benar-benar gak nyangka Paman Niel bisa kayak gitu.'' gumamnya


''Tapi itu artinya dia sama jahat nya dengan Paman Dika kan? Apa jangan-jangan kelakuan mereka seperti itu? Bukan hanya minum saja.'' lanjutnya menduga-duga.


''Oh iya apa Ayah tahu kelakuan Paman ?'' Yuizi bertanya-tanya


Tidak terasa hari mulai sore dan seharusnya ini adalah waktunya Mbok Siti pulang ke rumahnya, namun kali ini Yui menahan kepergian si Mbok.


Entahlah Yui jadi takut dan sedikit trauma makanya dia beralasan sakit lalu meminta Mbok Siti menemaninya.


''Mbok jangan pulang ya, Yui agak kurang enak badan mbok.'' pinta Yui


''Non sakit, yaudah si Mbok panggil Den Daniel aja ya Non. Biar nanti di panggilkan dokter ya.'' Mbok Siti sudah mau pergi tapi buru-buru di tahan oleh Yui.


''Mbok jangan! A-aku sakit nya gak parah kok Mbok hanya lemes dan sakit tenggorokan aja Mbok, jadi gak usah bilang Paman ya, Mbok cukup temani aku ya takutnya nanti malam aku ingin minum gitu mbok jadi nanti aku bisa minta tolong sama mbok, Mbok Siti mau kan?'' jelas Yui dan menahan kepergian Mbok Siti untuk memberitahu Daniel.


''Ooh yaudah iya mbok akan disini Non, sekarang apa yang Non butuhkan?'' tanya si mbok


Untuk membuat Mbok Siti percaya kalau dirinya memang sakit lantas Yui pun mengatakan kalau dia minta di kupas kan buah jeruk padahal dia sedang tidak ingin buah itu.


Saat menjelang malam, mbok Siti justru memiliki pikiran lain, mungkin kah Yui tahu apa yang terjadi antara guru nya dan Daniel pamannya? Sehingga anak itu memintanya untuk tinggal dan jelas tadi terlihat wajah Yui panik campur ketakutan dari siang tadi juga.


'Ini malah membuat tebakan saya kayaknya bener deh, padahal sebelumnya si Non gak pernah takut untuk saya Tinggalkan tapi hari ini kelihatan sekali kalau dia seperti menyembunyikan sesuatu.' batin si Mbok


Besoknya

__ADS_1


Di kediaman rumah Risma.


''Rev, Mbak kamu sudah bangun?'' tanya Ibu


''Aku gak tau Bu, padahal ini sudah siang ya tapi gak biasanya ya Mbak Ris telat bangun nya.'' kata Reva


''Yaudah kamu bangunin gih Mbak mu.'' suruh ibu


''Iya Bu.'' Reva pun pergi ke kamar kakaknya yang juga belum Keluar kamar.


Tok Tok


''Mbak sudah bangun belum mbak? Ini udah siang mbak.'' panggil Reva


Karena tak ada jawaban dan cemas Reva pun langsung masuk. ''Mbak aku masuk ya.''


''Loh Mbak, masih tidur.'' saat pintu dibuka dan rupanya Risma masih berbaring di balut selimut.


Reva segera menghampiri Risma.


''Mbak kamu sakit?'' Reva duduk di pinggir ranjang sambil memegang bahu Risma


''Rev, ada apa?'' ucap Risma pelan seraya membuka matanya perlahan


'' Mbak hanya ingin istirahat saja dulu iya memang badan Mbak sedikit kurang enak.'' kata Risma


''Mbak makan dulu ya, nanti Aku belikan obat untukmu agar enakan lagi badannya.'' kata Reva menawarkan makan.


''Makasih Rev, tapi untuk sekarang Mbak sedang tidak ingin makan .''


''Gak bisa gitu Mbak, setidaknya makan aja dulu walau sedikit ya kan Mbak juga harus minum obat, sudah mbak nurut kata Reva.'' tegas adiknya tak bisa terbantahkan lagi.


Risma hanya bisa tersenyum melihat adiknya yang perhatian padanya.


Memang semalam badan Risma mendadak panas dan meriang, dia menggigil kedinginan tapi ia tidak bisa memberitahu ibunya karena takut ibunya cemas juga lebih takut bila ibu bertanya hal yang belum siap dia ceritakan.


''Ayo di makan dulu Mbak ini jangan sampai tidak ya, nanti ini diminum juga obatnya ya.'' ucap Reva


''Makasih ya adik ku sayang, kamu baik sekali sama Mbak.''


''Sama-sama Mbak juga suka perhatiin Aku kalau aku lagi sakit masa sekarang aku gak balas merawat mu Mbak.'' kata Reva

__ADS_1


''Oh adikku ini rupanya sudah dewasa sekali ini pikirannya, rasanya baru kemarin deh kamu ngompol di kasur Rev.'' goda Risma sengaja


''Mbak ih, kamu mah setelah memuji ku malah sekarang mengejek ku, ah nyebelin kamu mbak.'' Reva merajuk


''Duh duh adik mbak ini bisa cemberut kesal juga ya rupanya.'' Risma masih senang menggoda adiknya


''Mbak udah ah stop, cepat di minum obatnya y awas jangan lupa, Aku mau mandi dulu keburu telat sekolah.'' ucap Reva


''Iya, makasih Rev.''


''Sama-sama Mbak ku.'' kemudian Reva pun berlalu


**


Lima Hari kemudian...


Semua masih terlihat sama seperti biasanya dimana Yuizi sekolah seperti kemarin-kemarin tapi hanya Risma yang sudah lima hari ini tidak masuk untuk mengejar dan kedapatan izin karena ia sakit.


Jelas hal ini membuat Yuizi sangat mengkhawatirkan Risma yang juga belum kembali mengajar di sekolah ini.


''Sudah lima hari ini Bu Risma gak masuk kemana ya, apa Bu Risma sakit ? Aku semakin bersalah kalau kayak gini.'' ucap Yuizi cemas


''Tapi aku lupa lagi alamat rumahnya Bu Risma, bodoh kamu Yui kamu kenapa gak pernah main ke rumah guru mu, ah dasar kamu ini.'' Yui menyalahkan dirinya sendiri.


Dan Yui pun berharap besoknya dia bisa bertemu lagi dengan Risma lalu akan langsung menanyakan kemana lima hari ini.Dan bagaimana keadaan Risma itu yang akan Yui lakukan bila Risma sudah kembali mengajar.


Hari ini orang tua Yuizi kembali ke rumah dari luar kota hal ini akan dijadikan kesempatan untuk Mbok Siti membicarakan soal hari itu, dimana dia mendengar pembicaraan antara Daniel dan Dika.


''Yui sayang.'' Bunda Yui sampai di rumah dan langsung memanggil Yuizi


''Bunda, Yui rindu sama Bunda.'' Yui pun langsung memeluk Bunda nya


''Oh sayang, maafkan bunda ya karena Bunda perginya ternyata lama dari yang Bunda janjikan.''


''Iya Bun, kenapa sih lama sekali bunda perginya Yui kesepian di rumah Bun.'' Yui bermanja-manja pada Yessi bunda nya.


''Sekarang bunda udah pulang kan, nanti kita habiskan waktu bersama ya, dan Bunda punya oleh-oleh untukmu sayang.''


''Wah beneran Bun, oleh-oleh apa itu?'' Yui antusias


''Tunggu nanti ya Yui, Bunda mau bersihkan tubuh Bunda dulu.'' ucap Yessi

__ADS_1


''Ya Bun.''


Sementara itu Mbok Siti menunggu waktu yang pas untuk membicarakan hal penting pada Bunda Yuizi.


__ADS_2