Terikat Bersama Paman Muridku

Terikat Bersama Paman Muridku
Aku yang akan menikahinya


__ADS_3

Pagi pun tiba...


Seorang wanita membuka matanya dengan perlahan, dia belum merasakan keanehan saat itu.


''Hoamm, sudah pagi rupanya.'' ucap Risma pelan


Dia melihat-lihat kamarnya lalu mengingat satu hal yang membuatnya terkejut.


''Loh, bukannya semalam itu Aku tidur di ... '' kemudian matanya melirik pada tangan yang melingkar di perutnya.


''I-ini tangan s-siapa? Aaaaaa ... '' Risma pun berteriak sangat kaget karena ada laki-laki tidur dengannya.


''Duuh siapa sih, pagi-pagi udah teriak berisik nih.'' Daniel mengomel sambil menutup kepalanya dengan bantal .


''Heh, ngapain kamu di kamar ku? Keluar sana!'' ucap Risma mengusirnya.


Daniel pun langsung membuka matanya dengan bantal yang masih menutupi wajahnya, dia seperti mendengar suara seorang wanita. Lantas Daniel menengoknya.


''Lo!'' seru Daniel seolah terkejut.


''Kamu sedang apa disini hah? Mana beraninya lagi kamu peluk peluk.'' protes Risma, wajahnya sampai di tekuk.

__ADS_1


''Peluk siapa yang meluk? Jangan mengada-ngada.'' ucap Daniel seolah mengejek Risma.


''Aku gak mengada-ngada, enak saja kamu sebut aku kaya gitu. Sudah pergi sana dari kamar ku.'' sekali lagi Risma mengusirnya, mendorong dan menarik tubuh Daniel supaya beranjak dari tempat tidur.


''Iya-iya, gak usah pakai narik-narik kaya gini dong, Lo itu seperti cari-cari kesempatan saja mau nyentuh gue ya.'' tuduhnya suka seenaknya.


''Apa? Cari kesempatan? Ihh ogah, gak ada kerjaan kali aku buat kaya gitu.'' Risma langsung menepiskan tangannya dari Daniel, kemudian wanita itu membuka gorden dan juga jendela sehingga udara masuk kedalam terasa sejuk.


''Tunggu deh, bukannya semalam aku ini tidur di Sofa luar kan ? Tapi ... Kenapa begitu bangun justru aku disini dan bersamanya ? Ini seperti ada yang gak beres. Apa dia yang bawa aku kesini? Hah ... Jangan-jangan dia semalam saat aku tidur berbuat hal-hal yang kotor lagi padaku ? Oh tidak, aku akan menghajarnya bila itu benar terjadi.'' ucap Risma dengan lirih namun penuh amarah.


Risma mendengar suara kaki yang melangkah ternyata Pria itu pergi juga keluar.


''Aku gak akan terima ya, kalau kamu berbuat hal tidak senonoh saat aku tidur. Aku akan menuntut mu.'' pekiknya menggebu-gebu.


**


Tadinya Risma akan ke tempat kerja yaitu di restauran, tapi ia tidak jadi pergi karena kedatangan Loius dan beberapa orang lainnya yang Risma tidak tahu siapa mereka, namun memakai pakaian yang sopan dan berjas hitam juga memakai peci di atas kepalanya.


''Bu, bagaimana kabar Ibu ?'' tanya Louis pada Bu Maya


''Saya baik, kalau boleh tahu ini ada apa ya? Datang ramai-ramai begini.'' tanya Bu Maya penasaran dan langsung pada intinya.

__ADS_1


''Ok Bu saya langsung saja ya mengatakan nya pada ibu. Sesuai janji saya kemarin bahwa Daniel teman saya dia harus menikahi putri Ibu yaitu Risma. Maka hari ini juga saya membawa beberapa saksi lalu ini saya sudah membawa Pak penghulu nya, begitu Bu.'' jelas Louis.


''Oh gitu Nak, tapi ternyata secepat ini ya di lakukan nya pernikahan.'' Bu Maya agak shock.


''Benar Bu, saya harap ibu tidak keberatan dengan keputusan saya ini. Oh ya Bu, saya lakukan ini juga demi Risma dan Loius.'' ucap Louis


''Maksudnya bagaimana Nak ?''


''Iya Bu, begini supaya si Daniel tidak berubah pikiran lagi dan juga agar dia tidak kabur Bu dari tanggung jawabnya ini. Jadi saya harap ibu mengerti maksud saya.'' jelas Louis.


''Kalau dia tidak mau bertanggung jawab terhadap Risma, kan masih ada kamu Nak, yang sepertinya kamu lebih dewasa dan bisa menerima Risma.'' tiba-tiba ucap Bu Maya mengejutkan.


''Hhhhii ibu ini bisa saja.'' Louis menjawab dengan candaan.


''Saya rasa kamu bisa menggantikan posisi anak itu untuk bersama Putriku.''


Louis balas tersenyum canggung.


''Itu tidak mungkin terjadi, karena Aku lah yang akan menikahi Risma!'' ucap seseorang menyahut pembicaraan dengan lantang nya.


Ibu Maya juga Louis langsung menatapnya padanya.

__ADS_1


__ADS_2