Terikat Bersama Paman Muridku

Terikat Bersama Paman Muridku
Daniel sangat sesak


__ADS_3

Risma tengah melihat dirinya di depan cermin lebih tepatnya memperhatikan bentuk tubuhnya yang semakin hari semakin berisi saja.


''Ya ampun tubuhku ini semakin hari tambah gemuk ya, tapi gak apa-apa mungkin itu artinya dedek utun nya sehat dalam perut Bunda.'' ucapnya dengan terkekeh.


''Hei sayang sehat-sehat selalu di dalam perut Bunda ya nak, sampai kamu lahir nanti.'' ujarnya mengajak bicara pada si anak sambil mengusap-usap perutnya.


Ketika dia melihat lagi pada cermin seketika saja Risma di kejutkan dengan kehadiran seorang Pria yang tengah menatapnya.


''Eh kamu kenapa berdiri disana?'' tanya Risma


''Kenapa memangnya apa tidak boleh ya?'' bukannya menjawab Daniel justru bertanya balik.


''Ya aneh saja, oh apa kamu tadi lagi mgintipin Aku ya? Iya ngaku kamu?'' tuduhnya dengan mata di buat melotot.


''Heh mana ada seperti itu, jangan ke-pedean dulu kamu lagian siapa yang mgintipin kamu gak ada menarinya tubuhmu itu tau.'' kata Daniel sembari mengejek Risma.


''What? Kamu ngejek aku hah, dasar Pria tidak normal.'' Risma balas mengejeknya.


''Enak saja kamu bilang aku tidak normal,'' Daniel protes kemudian mendekati Risma dan reflek wanita itu juga mundur, ''Kamu bilang aku gak normal hm?'' kembali Daniel mengulang ucapan Risma. Sembari mendekatkan wajahnya pada wajah si wanita.


''Em iya.'' Risma mengangguk


''Sepertinya kamu lupa sehingga bilang aku gak normal biar ku ingatkan ya, kalau aku tidak normal gak mungkin nih si utun ada dalam perutmu ini sayang, dia anakku 'kan?'' kembali tanya Daniel dan dengan spontan Risma mengangguk lagi.


''Tuh berati itu artinya Aku normal Bu guru Risma, makanya aku bisa membuatmu hamil.'' lanjut Daniel dengan tertawa puas.


''Eeee iya juga.'' Risma merutuki dirinya namun dia punya alasan mengatakan Daniel tak normal karena tadi kan Pria itu menyebut tubuhnya ini tidak bagus.


''Tapi bagiku kamu sudah gak normal.'' ucap Risma membuat tertawa nya Daniel surut.


''Apa maksudmu?''


''Iya kamu bilang badan ku ini tidak ada bagus-bagusnya kan?''


''Ya.'' si Pria mengangguk

__ADS_1


''Nah itu artinya kau tidak normal, karena asal kamu tau ya di luar sana tuh banyak loh laki-laki yang menatapku dengan tatapan laparnya, menatap dengan buas mereka pada tertarik padaku loh, karena lihat nih bentuk tubuhku ini jadi bahenol, eh tapi kamu bilang gak menarik iya mungkin karena kamu udah gak normal.'' Risma sengaja mengatakan itu untuk mengejeknya lagi, Risma langsung tersenyum puas menatap wajah si Pria yang langsung pucat.


''Apa kamu bilang? Di luar banyak Pria tak waras melihat pada tubuhmu itu?'' pekik Daniel


''Ya, banyak.'' Risma menekankan perkataannya.


''Itu tidak boleh terjadi!'' ucap Daniel dengan suara tinggi.


''Kenapa?'' Risma menantangnya.


''Kau! Karena kau milikku!'' Daniel mendorong tubuh Risma hingga menempel pada dinding kemudian dia langsung mencium bibir Risma.


''Emm!'' Risma melotot kaget.


Daniel memejamkan matanya sambil menciumi seluruh bibir Risma, tak perduli istrinya ini berontak karena itu adalah hukuman untuknya yang sudah berani membicarakan pria lain di hadapannya tadi.


Dukk Duk


Risma memukul bahu Daniel karena dia sudah kehabisan nafas, ''Hah ... Hah ... '' akhirnya terlepas juga.


''Itu salahmu yang sudah berani mengatakan pria lain, maka terima saja.'' kata Daniel


''Ishh, kau membuatku susah nafas tau apa kamu mau anakmu ini mati ya?'' cetusnya menatap jengkel.


''Sssttt Kenapa bicara mu melantur sekali, siapa yang ingin bunuh anak sendiri kau ngaco.'' Daniel menyentil kening Risma.


''Aw sakit.''


''Lebay deh., asal kau tau ya Aku setiap hari juga menahan sesak Risma.'' ucap Daniel


''Hah, kenapa memangnya? Apa kamu punya asma?'' tebaknya


''Tidak, bukan apa-apa sudahlah tidak penting.''


Aku sesak menahan hasrat ku karena setiap hari Aku harus melihat bentuk tubuhmu yang indah padat itu, kau benar tuhuhmu memang bagus dan pantas saja Pria lain akan menyukainya. Tapi itu tidak boleh terjadi. Aku akan mencokel mata pria sialan yang sudah berani melihat tubuh istriku ini. batin Daniel yang ternyata selama ini dia diam-diam menahan sesaknya si berkicau yang sudah mau masuk kedalam sangkar.

__ADS_1


...****************...


''Risma tolong antarkan ini ke ruangan Pak Loius dulu ya, gue mau ke toilet dulu ini sudah penuh gue gak tahan.'' ucap Tita pada Risma sembari meminta Risma mengantarkan kopi pada yang punya restoran ini.


''Oh yaudah sini biar aku yang akan berikan kopinya.'' Risma pun menerima nampan dari Tita.


Tok Tok


''Permisi Pak.'' ucap Risma


''Ya masuk.'' balas yang di dalam.


Risma buka pintu, ''Permisi Pak, ini kopi nya.''


''Eh kamu yang antar, bukannya tadi saya menyuruh si Tita ya.'' ucap Loius


''Em itu pak, Tita harus ke toilet dulu jadi saya yang antarkan kesini.'' beritahu nya dengan jujur.


''Ooh yaudah kamu taro saja di meja.'' titah Loius.


Risma berjalan mendekati meja lalu meletakkan gelas berisi kopinya di atas meja.


Saat wanita itu melakukan nya diam-diam Loius memperhatikan Risma bahkan Pria itu melihat dengan jelas pada tubuh Risma yang semakin montok saja setiap harinya.


'Astaga kenapa semakin hari tubuh wanita ini semakin terlihat lekuk tubuhnya yang montok ya, benar-benar beruntung si Daniel.'


'Andai saja dulu gue terima ucapan ibunya si Risma, yang menyarankan untuk gue saja yang menikahi nya waktu itu mungkin gue yang beruntung. Sshh Risma, tubuh Lo semakin hari semakin enak saja di pandang.' batinnya Loius memuji Risma.


Risma sendiri merasa tidak enak ditatap seperti itu oleh Loius, ini adalah tatapan Pria lapar Risma tahu itu. Tapi kenapa Loius jadi seperti itu? Risma agak takut melihatnya.


''P-pak?'' ucap Risma dengan terbatas namun dia ingin menyadarkan Loius.


Tapi Louis tidak juga sadar dan masih menatap Risma dengan tatapan yang sama.


''Hei Bro, apa yang Lo lihat?'' tiba-tiba ada suara seseorang bertanya dengan nada tinggi di ruangan itu.

__ADS_1


''Hah ya.'' Loius terkejut begitu juga dengan Risma.


__ADS_2