Terikat Bersama Paman Muridku

Terikat Bersama Paman Muridku
Ketahuan Sudah menikah


__ADS_3

Daniel pergi ke kantor untuk menemui Kakaknya dan dia ingin membicarakan sesuatu hal yang sangat penting.


Tangannya mendorong handle pintu, kemudian masuk kedalam ruangan Doni.


''Kamu Niel, ada apa?'' segera tanya Doni begitu adiknya masuk dan duduk di hadapannya.


''Begini Kak, gue mau ngomong penting nih.'' kata Daniel


''Yaudah katakan.'' suruh Doni


''Kak, please berikan gue kesempatan lagi untuk memulai hidup yang baru dengan lebih baik gue butuh posisi kerja kayak kemarin lagi.'' pinta Daniel


''Apa Lo serius Niel, mau bekerja lagi? Dan apa Lo bakal kecewakan gue lagi gak?'' tanya Doni dengan wajah serius.


''Iya Kak, serius gue mau mulai lagi kali ini gue akan sungguh-sungguh.'' balasnya


''Ok, gue kasih Lo kesempatan lagi Lo bisa kembali sekarang kerja tapi ingat Niel, jangan main-main lagi ini kesempatan terakhir buat Lo!'' peringatan Doni untuk nya .


''Siap Kak, gue bakal buktiin sama Lo kali ini gue bener serius.''


Daniel pun bersemangat akan kembali ke ruangan nya yang beberapa bulan ini dia tinggalkan.


''Akhirnya gue kembali kesini lagi, ok kita mulai melakukan aktivitas dan ayo semangat Niel! Ini demi calon anak dan istri Lo.'' ujarnya bermonolog dia terkekeh sendiri jadinya.


Daniel pun mulai berkutat dengan komputer dan dia hari ini sibuk sekali banyak yang harus dia kerjakan tentunya.


**


Sementara di lain tempat di sebuah restoran, Risma juga dia hari ini sibuk melayani semua pengunjung yang datang.


Menjelang sore baru lah dia bisa istirahat,

__ADS_1


''Ah pegal sekali badan ku, istirahat dulu lah.'' ucapnya lantas duduk di bangku yang tersedia.


Ketika sedang duduk selonjoran, tiba-tiba pesan masuk terdengar dari ponselnya.


''Nomor baru, siapa ya?'' gumamnya heran


Risma tidak membalas nya dan mengacuhkan pesan itu karena pikirnya mungkin itu orang iseng.


Tapi lagi-lagi di ponselnya terus berbunyi.


''Siapa sih iseng banget nih orang.'' omelnya sambil melirik apa isi pesan.


[Sedang apa, lagi sibuk gak?]


[Hei balas, kau lagi sibuk ya?]


[Ini aku, Daniel!]


[Pulang nya jam berapa kamu? Nanti aku jemput lagi.]


[Aku pulang jam tujuh malam, kamu tidak usah jemput Aku bisa naik kendaraan umum.] balasan Risma


Ting


Daniel melihat akhirnya ada pesan masuk dan balasan dari Risma tapi begitu di baca malah kata-kata yang tidak dia inginkan harapkan.


''Kenapa sih nih orang, sudah lama tidak membalas pesan ku lalu sekarang malah membalas yang tidak ku inginkan. Harusnya dia bilang iya dan dia akan menunggu ku tapi justru seperti ini, aneh banget nih cewek apa dia gak seneng ya dapat pesan dari gue? Padahal selama ini banyak di luar sana cewek yang mengejar gue. Tapi nih cewek beda banget.'' Daniel menggerutu sendiri.


Karena sudah tahu Risma akan pulang di jam tujuh Daniel pun tetap bakal menjemputnya karena kini itu adalah tugas nya untuk jemput ibu dari anaknya.


Daniel menyenderkan tubuhnya di kursi miliknya, dia jadi memikirkan hal ini kenapa tiba-tiba dia jadi perduli pada Risma?

__ADS_1


Apakah benar mulai ada rasa yang tumbuh dalam hatinya? Apakah dia sudah nyaman dan menyukai Risma, entahlah semua itu masih terasa abu-abu.


Malam nya Daniel membunyikan klakson mobil nya tepat di hadapan Risma yang sedang mengobrol dengan seorang pegawai wanita di restauran itu juga.


''Eh siapa itu Ris? Kok berhenti di depan kita.'' ucap Tita


Risma melihat mobil di depannya ini dengan teliti dia seperti melihat itu mobil milik Daniel.


Benar saja Daniel keluar juga dari mobilnya lalu menghampiri Risma dan Tita.


''Sudah pulang?'' kata Daniel


''S-sudah.'' jawabnya terbata


'Dia kenapa kesini sih padahal kan aku sudah menyuruhnya untuk jangan datang.'' Risma mengomel dalam hati.


''Yasudah ayo kita pulang.'' ajak Daniel


''Eh tunggu dulu ini siapa? Risma.'' Tita pun bertanya juga


''Bukan siapa-siapa kok Ta, yaudah aku harus pulang duluan ya.'' Risma tidak menjawab tapi dia langsung saja menarik tangan Daniel dan mengajak pergi.


''Eh tunggu dulu, kok kamu bilang Aku bukan siapa-siapa, bilang saja dengan jujur pada wanita ini kalau aku suamimu.'' kata Daniel tiba-tiba .


Risma langsung membuang nafas keudara ini urusannya akan panjang.


''Apa? Suami mu, Riss?'' Tita terkejut


''Benar saya suaminya, apa dia tidak Cerita padamu kami ini sudah menikah bahkan akan memiliki anak sebentar lagi.'' Daniel semakin mengatakan semuanya pada Tita, padahal Risma masih belum siap.


''Apa Ris, anak kamu bakal punya anak?'' wajah Tita benar-benar terlihat sangat terkejut hari ini.

__ADS_1


''Nanti aku ceritakan semuanya padamu ya, Ta. Sekarang Aku harus pulang dulu Ok! By, Ta.'' pamit Risma menarik Daniel lagi dan cepat-cepat pergi begitu saja dari hadapan Tita, takut keburu Daniel mengatakan yang lain-lain lagi.


''Ayo katanya tadi nyuruh pulang.'' ucap Risma menarik pria itu pergi.


__ADS_2