
Esoknya dua insan yang tak memakai pakaian itupun bangun dari tidur panjangnya, Risma melirik pada jam di dinding dan matanya langsung terbelalak lebar dia sangat kaget karena ini sudah begitu siang, benar saja karena jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang gimana tidak terkejutnya wanita itu ini pertama kalinya dia terlambat bangun.
''Ya Tuhan, Aku kesiangan.'' pekiknya membuat si suami juga ikut kaget.
''Ada apa?'' tanyanya dengan suara serak khas bangun tidur.
''Eh.'' Risma kembar kaget karena ternyata dia satu ranjang dengan Daniel bahkan kini juga sadar kalau mereka belum memakai bajunya.
''Ehm itu, kenapa kamu? Ehm maksudku, p-pakai dulu pakaian mu!'' ucap Risma tergagap sambil memalingkan wajahnya ke samping, dia malu melihat tubuh Daniel yang kelihatan dadanya.
''Tapi tunggu dulu, tadi kamu kenapa berteriak?'' Daniel masih penasaran ternyata.
''Pakai tanya lagi, tuh lihat!'' ujarnya menunjuk pada jam di dinding.
''Hhm itu jam, lalu?'' Daniel masih belum mengerti
''Lihat lagi itu, sudah jam berapa sekarang hah? Aku gak biasa loh bangun di jam segini, kamu masih saja tanya apa? Lalu?'' jawabnya dengan rasa kesal.
''Ooh soal itu, gak usah marah juga dong udah gak apa-apa telat bangun cuma satu hari doang mah, apalagi ini karena kamu udah melakukan kewajiban tidak salah kok.'' ucap Daniel begitu datar dan merasa itu hal yang enteng.
''Udah sana pakai baju dan mandi.'' suruh Risma mengakhirinya perdebatan ini karena dia juga sebenarnya ingin ke kamar mandi namun cukup malu bila dia beranjak duluan.
''Iya iya, ini mau mandi.'' sahutnya kemudian beranjak turun dengan bertelanjang bulat, tanpa rasa malu terhadap Risma.
Risma sekali lagi dia pun langsung memalingkan wajahnya tidak melihat pada Daniel.
Setelah itu acara mandi membersihkan diri pun selesai, Daniel keluar dari kamar Risma selagi Risma membersihkan dirinya, Daniel pergi ke dapur lalu mengambilkan nasi untuk Istrinya.
Tak Tak
Terdengar suara langkah kaki mendekatinya Daniel pun langsung menoleh ternyata Bu Maya yang menghampirinya.
__ADS_1
''Bu, maafkan saya karena sudah membuat Risma telat bangun.'' ucap Daniel langsung meminta maaf.
''Ah tidak apa-apa Nak, tadi kalau bisa melakukannya jangan terlalu subuh tuh jadinya anak ibu telat bangun kan, dan juga kalau bisa jangan keras-keras Nak, mengeluarkan suaranya disini masih ada anak gadisnya ibu yang masih belum berpengalaman, kalau cuma ibu sih ya tidak apa-apa.'' balas Bu Maya panjang lebar.
''Ehh hihihi iya Bu, maaf juga untuk itu duh emang suka lupa Bu, kalau sudah merasa keenakan.'' jawab Daniel dengan wajah malu, bisa-bisanya dia lupa tempat.
''Hahaaa, iya sudah gak apa-apa tapi lain kali di kondisikan ya Nak, kasihan anak gadis Ibu.'' kembali ucap Bu Maya dengan ikut tertawa.
''Sekali lagi maaf Bu.'' Daniel sungguh menyesal.
''Iya iya, sudah sana kalian cepat makan agar ada tenaga untuk nanti malam lagi ya, Nak.'' Bu Maya bahkan menggodanya sekarang.
''Eeee, iya Bu.'' Daniel langsung kikuk tapi untunglah Risma tak mendengar percakapan Ibu juga suaminya ini, bisa-bisa nanti dia juga bakal semakin malu pada ibunya.
Daniel pergi kemana ke kamar Risma sambil membawa makan di atas piring.
''Sudah selesai mandi nya?'' tanya Daniel
''Hmm.'' sahutnya
''Tidak kok.'' jawabnya
''Oh, yasudah ini makan lah dulu.'' titahnya
''Loh kamu kenapa bawa makanan ke kamar? Kita bisa makan di luar loh.'' tanya Risma sangat bingung.
''Gak apa-apa kamu makan disini saja udah jangan kemana-mana.'' balas Daniel
''Kamu ini apaan sih, kamu pikir Aku itu orang sakit apa? Yang harus makan di dalam kamar segala, udah aku mau keluar.'' Risma menolak untuk makan didalam kamar.
Tapi tubuhnya langsung berhenti bergerak begitu mendengar perkataan dari pria itu, ''Apa kamu gak malu sama Ibumu?''
__ADS_1
''Malu? Kenapa?'' Risma langsung menatapnya.
''Iya ibumu tahu loh, kalau semalam kita sudah melakukan bercinta ah tidak bukan malam, tapi subuh tadi.'' Daniel mengungkapkan pada Risma.
''Apa? Ibu tahu, kamu serius?'' dia langsung memekik
''Ya, ibumu yang bilang tadi padaku.'' balasnya
''Haduhh, malu maluin banget sih. Ini gara-gara kamu.'' Risma pun mendelik pada Daniel.
''Yaa mau gimana lagi sih sayang, kita udah halal juga.'' balasnya begitu sangat datar seolah ini bukan masalah baginya. Ya, walaupun sebenarnya dia juga cukup malu pada ibu mertuanya tadi.
Akhirnya karena malu Risma pun menuruti Daniel dan memakan makanan yang dibawakan Daniel untuknya di kamar tidak jadi keluar.
***
''Sekarang anak kita ini sudah tujuh bulan, jadi Aku ingin mengadakan acara syukuran untuknya.'' ucap Risma pada Daniel.
''Sudah tujuh bulan ternyata anak kita ini ternyata.'' kata Daniel sembari mengusap perutnya Risma.
''Iya jadi gimana?'' Risma menatap pada Daniel
''Tentu saja Aku setuju, memang kita harus merayakan syukuran untuknya.'' balas Daniel
''Besok aja ya kita adakan acaranya.'' ujar Risma
''Boleh nanti Aku antar untuk belanja, eh tapi kamu diam saja dirumah biar Aku sendiri saja yang berbelanja kebutuhan untuk bayi kita.'' seru Daniel.
''Kenapa gitu? Aku ikut saja Aku bukan orang sakit juga, kenapa harus diam dirumah.'' kata Risma protes.
''Aku gak mau kamu sakit dan kelelahan, udah serahkan saja padaku pokoknya kamu percaya padaku kalau Aku bisa melakukannya dengan baik.'' Daniel kukuh tidak membiarkan Risma ikut belanja.
__ADS_1
''Yasudah lah, terserah kamu.'' sahutnya menurut karena tidak ingin pembicaraan ini berlanjut.
Daniel pun langsung mengabarkan kabar bahagia ini kepada Kakak juga Kakak iparnya karena dia sudah tak memiliki orangtua.