Terikat Bersama Paman Muridku

Terikat Bersama Paman Muridku
Sesuatu yang di berikan Sinta dalam minuman Daniel.


__ADS_3

Wajah Daniel jadi tegang saat Risma menyebutkan nama seorang wanita dan hal itu membuat Daniel bertanya-tanya dari mana istrinya tahu soal wanita itu?


Kenapa dia bisa tahu? kata batinnya.


"Jawab Mas, siapa tuh si Sinta?" tanya Risma.


"Itu ... Siapa? Mas gak tau dan juga mas gak ngerti yang kamu maksud." rupanya Daniel masih mengelak.


"Halah mas, kenapa masih ngelak? Aku dan semuanya udah tau kok." ucap Risma ketus.


"Dia hanya orang asing kok sayang." ucap Daniel


"Masa sih orang asing? Aku gak percaya."


"Iya beneran yank, kamu gak percaya sama Aku?" wajah Daniel memelas tapi itu tidak berlaku untuk Risma yang kecewa.


"Apa iya ada yang tidur sama orang asing hm?" Risma menyindirnya.


"A-apa? Apa maksudmu?"


"Mas, aku baru aja lihat kamu lagi tidur sama wanita ular itu Mas, sungguh kamu tega." ujar Risma dengan menangis.


"Itu gak mungkin sayang, kenapa kamu bicara seperti itu." Daniel membantah tuduhan Risma.


"Tapi emang gitu kenyataan nya Mas, kamu udah khianati Aku, aku nyesel nikah sama kamu." tiba-tiba ucapnya masih dengan tangisan kekecewaan.


"Kamu kenapa berkata seperti ini hah? Sebenarnya apa kesalahan ku, apa? Kau tiba-tiba menuduhku seperti itu, aku tidak melakukan apapun." ucap Daniel dengan nada ngegas.


"Kamu juga kenapa memarahiku, padahal disini kamu yang salah kamu itu udah tidur sama tuh cewek kan." kata Risma dengan sesenggukan.


"Tidur apa sih maksudmu, sungguh Aku gak ngerti. Sumpah sayang aku gak pernah tidur dengan wanita lain." ujar Daniel.


"Tapi Mas, ini apa?" sahut Reva sambil menunjukkan foto Daniel yang bertelanjang dada di sebuah kamar hotel.


Sontak saja mata Pria itu terbuka lebar benarkah ini dia? Lalu bagaimana bisa seperti itu. Daniel melirik Reva meminta jawaban semua ini.


"Mas, tadi kami mencari mu. Lalu, ada orang yang mengatakan kamu lagi bersama perempuan itu dan saat kita pergi untuk mencari mu, ternyata kamu lagi dalam keadaan kayak gitu." jelas Reva.

__ADS_1


"Sialan!" tiba-tiba Daniel mengumpat.


"Itu gak bener sayang, ini fitnah. Aku gak mungkin melakukan itu, Aku setia padamu sayang." ucap Daniel coba memegang tangan Risma.


"Lepaskan!" Risma menolak disentuh suaminya.


"Aku memang bertemu dia disana tapi, aku gak melakukan itu tidak sayang. Kamu percaya padaku dong Risma, Aku sangat mencintaimu." kata Daniel sungguh-sungguh.


"Aku gak tau harus percaya pada siapa, karena aku udah kecewa Mas." ucap Risma lirih.


"Tidak sayang jangan bicara kayak gitu ku mohon, Aku tadi hanya mengobrol saja dengan dia iya kami saling minum cuma sedikit, hanya saja setelah itu Aku tidak ingat apa-apa lagi." Daniel coba menjelaskan semuanya yang terjadi.


Bahkan dia pun kebingungan bagaimana bisa tiba-tiba dia tidur disana, Pria itu berharap Istrinya akan percaya kepadanya.


Daniel memohon pada Risma untuk percaya namun sepertinya wanita itu masih butuh waktu.


"Kamu jangan mengelak lagi mas, kenapa gak kamu jujur saja kalau kamu udah tidur dengan nya, apa mungkin nanti dia bakal hamil anakmu Mas." ucap


"Risma cukup! Sudah cukup kamu berbicara, dan kali ini kamu sudah keterlaluan. Aku sudah berubah dan cukup dengan mu saja aku punya anak. Kenapa kamu bicara kayak gini terhadapku, karena aku juga mikir tidak mungkin aku melakukan hal gila itu. Aku sudah punya kamu dan hanya satu kali saja aku menghamili wanita. Tapi aku rasa kali ini kau sangat keterlaluan." sekarang Daniel balas marah pada Risma.


"Sudahlah, ngapain aku disini bila kamu sudah tidak bisa percaya." kemudian setelah itu Daniel pun pergi meninggalkan Risma dan Reva.


"Mas, kamu mau kemana Mas? kamu kenapa pergi." Risma berteriak memanggil Daniel yang tak berbalik lagi.


"Kamu lihat itu kan' Dek, laki-laki tuh emang kayak gitu suka seenaknya. Makanya Mbak melarang kamu dekat sama laki-laki Dek, nanti kamu bakal sakit hati." ucapnya pada Reva.


"Apa iya semua laki-laki suka nyakitin Mbak? Ayah tidak tuh." kata Reva


"Sudah pasti Ayah nggak, beliau kan' ayah kita." balas Risma.


"Tapi kenapa Mbak harus bilang kayak gitu tadi sama Mas Daniel Mbak dia jadi pergi kan' sekarang." ucap Reva.


"Terus apa maksudmu Mbak gitu yang salah Rev?" tanyanya.


"Ya Aku pikir kalian berdua salah, ini tuh harusnya hari bahagia kalian mbak, karena si cantik baby kalian udah lahir loh. Tapi kalian justru malah ribut, ya walaupun mungkin mas Daniel emang salah cuma kalian harus ingat juga sama anak kalian." kali ini Reva punya pikiran yang dewasa.


Risma pun langsung diam tak membantah dia berfikir harusnya memang ini menjadi hari bahagia dia dan Daniel. Tapi justru kenapa harus seperti ini ada kejadian kayak gini.

__ADS_1


"Mbak, singkirkan dulu masalah wanita itu. Sekarang fokus pada putri kalian dia membutuhkan mu dan juga Papa nya." lanjut Reva.


"Kamu benar juga Dek, tapi mas Daniel dia pergi kemana sekarang." ucap Risma melirik Reva.


Sementara Reva hanya menggidigkan bahunya dia pun tak tahu.


****


"Lo disini? kenapa gak di dalam jaga istri Lo?" tanya Loius menghampiri Daniel di tempat ngopi yang tersedia di rumah sakit.


"Gak." hanya itu jawaban Daniel sangat singkat.


"Ada apa? kalian masih ribut kah?" tanya Loius kembali.


"Hm, biasalah cewek selalu ingin menang sendiri." jawab Daniel.


"Mungkin dia masih belum maafin Lo kali, entah perasaan nya masih sensitif karena baru saja melahirkan. Tapi Niel, harusnya Lo jaga dia diam di sampingnya.Dia butuh Lo." ujar Louis.


"Ngapain gue disana cuma buat ribut doang." kata Daniel kesal terhadap Risma.


"Niel, wajar saja dia marah sama Lo. Bukankah ini ulah Lo sendiri, ngapain juga Lo ketemu sama si Sinta lagi, apa Lo masih belum bisa move on?" celetuk Loius.


"Tidak, bukan seperti itu Bro. Gue udah lupa, bahkan dari sejak gue tinggal sama si Risma gue udah melupakan semua cewek penghibur itu." jawab Daniel tanpa kebohongan.


"Hm gue percaya, tapi itu bagaimana bisa Niel?" tanya Loius benar-benar penasaran.


Daniel membuang nafas panjang sambil menatap kearah depan.


"Ya semalam gue minum sama si Anton, dan si Leo. Lalu tiba-tiba ada si Sinta datang menghampiri gue, disana gue cuma ngobrol biasa tapi setelah minuman itu udah gue tenggak habis gue langsung lupa segalanya Loius." Daniel mengatakan apa adanya.


"Hm, itu artinya dia yang sengaja memberikan sesuatu sama minuman Lo itu." ucap Loius mencerna semua cerita Daniel.


"Apa pikiran kita sama?" tanya Daniel dan segera di anggukki oleh Louis.


"Arrrggh siaallann Lo Sinta." umpatnya marah.


Setelah ini kita ke flashback dulu, apa yang terjadi antara Sinta dengan Daniel! benarkah mereka melakukan nya atau tidak sama sekali?! .

__ADS_1


__ADS_2