
''Begini Bu Risma, kedatangan saya kesini bertemu dengan Anda karena saya ingin bertanya maaf sebelumnya tentang kejadian beberapa malam lalu, apa Bu Risma bisa menceritakan nya dengan sejujurnya.'' ucap Yessi tegas namun cukup pengertian.
Risma tidak langsung menjawab tapi dia menundukkan kepalanya kemudian ia angkat lagi kelapanya dan menatap tiga orang di depannya ini.
Saat matanya dan mata elang Daniel bertemu wanita itu melihat kesombongan pada diri Daniel.
Huuufttt
Ia menarik nafas panjang dulu kemudian berkata, ''Saat itu, saya datang ke rumah Tuan Doni dan Nyonya Yessi untuk menemani Yuizi...'' Risma menjeda ucapannya..
Yessi dan Doni langsung saling tatap, sepertinya anak mereka sudah biasa mereka tinggalkan lalu kenapa saat itu Yuizi meminta gurunya ini untuk berada di rumah.
''Ouh iya, saya ingat kata si Mbok memang mau menemani Yui mengerjakan tugas ya kan Bu?'' Yessi bertanya memastikan.
__ADS_1
Tapi Risma langsung menggelengkan kepalanya tanda itu salah.
''Sebenarnya saat di sekolah Yui waktu itu dia enggan pulang ke rumah lalu saya tanya kenapa? Ternyata dia takut untuk pulang ke rumahnya.'' Risma mulai menceritakan awal kejadian.
''Yui, takut pulang ke rumah? Ini aneh.'' kata Doni menyahut dan apa yang di takutkan Yui pikirnya.
''Apa yang membuat anak saya takut untuk pulang ke rumah ya Bu?'' akhirnya tanya Yessi
''Yui takut kepada salah satu teman Pamannya, lalu saat saya sudah berada di rumah itu ternyata Pria yang bernama Dika memang ingin berbuat jahat, selalu mengikuti Yui diam-diam dalam ruangan yang sepi--''
''Saat itu saya memberitahu nya.'' menunjuk Daniel ''Tapi dia tidak percaya, justru dia dengan tega menodai saya hikkks.'' Risma mengatakan nya dengan terisak-isak yang tadi nya akan dia tahan namun ternyata tidak mudah kini wanita itu merasakan sakit lagi sakit hati.
''Daniel! Kamu!Jadi kamu benar melakukannya Niel? Dasar pria jahat kamu!'' pekik Yessi sambil mengusap bahu Risma yang masih sesenggukan.
__ADS_1
''Tapi kenapa Yui tidak memberitahu saya? Malah mengatakan nya kepada mu, Bu Risma?'' teriak Doni bertanya ia merasa gagal menjadi Ayah dan masih bingung.
''Saya juga tidak tahu kenapa gak memberitahu hal ini kepada kalian, tapi saya rasa mungkin Yui dalam keadaan tertekan juga ancaman, bukankah orang yang seperti itu akan selalu mempunyai cara untuk mengancam.'' jawab Risma seraya menatap pada Daniel yang bahkan didepan mereka ini juga si tukang mengancam.
Doni masih tidak bisa berpikir dengan kepala dingin dia sangat-sangat shock, benarkah Dika bisa melakukan ini? Sungguh Doni kecewa dibuatnya.
''Yui tidak mengatakan itu kepada saya, hanya saya melihat gerak-gerik nya yang seperti ketakutan saat dia bilang Yui takut karena di rumahnya itu sedang sendirian tidak ada orang tua, jadi saya inisiatif untuk mengajak nya di rumah saya tapi Yui menolak karena dia takut kepada kalian dan juga Pamannya. Akhirnya saya memutuskan untuk menginap saja di rumahnya dan mencari tahu apa yang Yui takutkan, ternyata itu karena Pria yang bernama Dika lah yang membuat Yui ketakutan.'' Risma menjelaskan lagi dengan detail.
''Bu, tolong maafkan kami ini memang kesalahan kami. Yang bisa dengan mudah meninggalkan anak perempuan kami seorang diri di rumah, tapi kami sudah seringkali pergi. Tapi ya mungkin ini lah cara Tuhan menegur kita Yah, agar tidak lagi meninggalkan Yui dan kita juga harus berhati-hati sekarang.'' ucap Yessi bijak
''Kamu benar Bun, kita ambil ini untuk dijadikan pelajaran ...
Daniel, kamu secepatnya pergi dari rumah saya! Jangan lagi sekali-kali kamu menampakkan diri di hadapan saya! Saya sudah bukan lagi Kakak mu!'' ucap Doni kepada Daniel tegas dan penuh amarah.
__ADS_1
'Sialann...'