
'Apa katanya ? Tikus kecil ? Dia ini kenapa senang sekali membuat ku kesal, dan seenaknya menyebutku tikus.' gerutu Risma
Tiba-tiba Risma berdiri dan akan meninggalkan Daniel, tapi tidak bisa semudah itu ternyata karena Daniel menahan nya.
''Apaan sih, lepaskan tangan mu itu!'' cetus Risma sambil berusaha melepaskan tangan Daniel yang menahannya.
''Berani sekali kau pergi disaat saya belum selesai bicara.'' bentak Daniel
''Dan saya tidak punya waktu untuk meladeni ocehan Anda.'' balas Risma
''Kau!''pekik Daniel mengangkat tangan ingin menampar pipi Risma.
''Hei Tuan, jangan kasar begitu dong pada perempuan!'' seseorang memarahi Daniel
''Iya Anda ini tidak tahu malu sekali, masa beraninya Kepada perempuan apalagi kalau itu pasangan Anda.'' tambah pengunjung yang lain.
''Diam, jangan berani ikut campur urusan orang!'' ucap Daniel
''Dan untuk kamu wanita sialan, dengarkan ini baik-baik ya! Saya akan menghancurkan mu cepat atau lambat itu akan terjadi. Karena mu saya di usir dari rumah Kakak saya, maka kamu harus menanggung hinaan saya ini jangan harap mulai dari hari ini kamu bisa bernafas dengan lega, karena saya membuat mu tersiksa.'' Daniel mengancam Risma kemudian mendorong tubuh Risma hingga jatuh ke kursi lalu Daniel pun pergi meninggalkan Risma.
''Dia itu biasanya tukang ngancam, tapi selagi kita sama-sama makan nasi aku tidak akan takut kepadanya.'' ucap Risma bermonolog
__ADS_1
**
Satu bulan kemudian ...
Risma sedang mengajar di sekolah ia tengah menulis di papan depan.
Tapi tiba-tiba perutnya terasa tidak enak, dan rasa mual itu semakin kuat sampai dia ingin muntah.
'Ya Tuhan, kenapa perutku ini Aku mual dan ingin muntah saja rasanya.' ucap Risma di hati
'Aku tidak kuat.'
''Baik Bu guru.'' jawab murid
''Hoekk ... Hoekk ... Hoek!'' Risma pun memuntahkan cairan bening karena dia tidak nafsu makan dari pagi.
''Badan ku kenapa lemas sekali, dan akhir-akhir ini Aku suka gampang sakit juga pusing.'' ucap Risma sambil membersihkan sisa Muntahan dan ia menyenderkan tubuhnya di dinding.
Tapi detik kemudian mata Risma langsung terbelalak lebar, jantungnya berdegup kencang Risma langsung menggelengkan kepalanya.
''Tidak! Itu tidak mungkin! tidak!'' Risma berteriak
__ADS_1
''Tidak mungkin a-aku aku- ... Tidak!'' Risma berharap ini salah.
Namun sayang karena Risma sudah telat satu Minggu dari waktu datang bulannya.
🌿
Untuk memastikannya Risma saat pulang dari sekolah, wanita itu membeli sesuatu dulu di apotek. Dengan tangan bergetar dia menerima benda itu dari pelayan apoteker, sehingga membuat pelayanan tersebut sedikit curiga.
Karena ini seperti respon ORAng yang tidak ingin hamil.
''Mbak ini uangnya.'' ucap Risma sambil memberikan uang
''Oh ya Mbak ... Eh mbak ini kembaliannya.'' teriak si pegawai apotek pada Risma yang tiba-tiba sudah pergi padahal masih ada uang kembalikan.
''yasudah kalau tidak mau '' gumam pegawai nya
Risma di dalam mobil dia menyenderkan kepalanya sambil menutup mata, hal yang dia takutkan apakah akan terjadi? Sungguh Risma tidak ingin itu terjadi.
''Aku tidak sanggup menerima nya Tuhan!'' jerit Risma
Karena hari sudah malam Risma pun pulang dan akan mengecek alat itu nanti di rumahnya. Tentu Risma berharap ini tidak terjadi. Bagaimana bisa dia hamil dalam keadaan belum memiliki suami dan gimana reaksi Ibunya, sungguh Risma tidak sanggup.
__ADS_1