
Louis sedikit kaget saat ada yang menimpuk pundaknya dengan cukup keras. Pria itupun menoleh ke asal manusia itu alias pelakunya.
"Lu, bro!" katanya dengan santai seolah semua baik-baik saja.
"Reva, kamu ngapain disini?" tanya Daniel kepada adik iparnya.
"Aku lagi duduk aja sama Om Loius, Mas." jawab Reva
Tiba-tiba Daniel tidak bisa menyembunyikan geli dan rasa ingin terbahak nya tapi dia cukup nyengir karena mendengar panggilan Reva kepada Louis. Tapi sekarang ini bukan itu yang harus dia bahas namun soal Reva yang harus segera kembali ke Kakak nya.
Louis pun cukup jengkel melihat tadi Daniel sempat menertawakan dia.
"Ayo kita kembali ke sana, Rev." ajak Daniel
"Loh kenapa? Biarkan dia disini sama gue aja Niel." kata Loius langsung protes ketika cewek gebetan nya mau di bawa pergi, dan tangannya menahan tangan Reva.
Daniel kembali berdecak geli melihat tingkah sahabatnya itu, sungguh benar-benar sudah di buatkan cinta!
"Gak bisa Bro, Sorry. Karena bini gue nyariin nih bocah, dan bisa masalah kalau ketahuan oleh dia adiknya ada disini." kata Daniel coba menjelaskan.
"Masalahnya Bro, bini gue kan belum restuin si Reva ama Lo, jadi sabar aja dulu lah." ucap Daniel
"Niel, gue ini kan lagi pendekatan ama si Reva juga, lah gimana dia bisa nyaman kalau kita di kasih jarak gini." kali ini Loius ngotot gak mau di pisahkan sepertinya.
"Lo itu ya gue kasih saran malah ngeyel, gini Bro. Si Risma kagak tau kalau Reva adiknya akan ikut juga kesini, dan kalau dia lihat Lo malah berduaan sama nih bocah, dia akan curiga. Dan gue gak mau bini gue marah Lo paham 'kan?" Daniel menjelaskan dengan berharap Loius gak egois.
Tapi Loius masih keberatan terlihat dari wajahnya.
"Mas, Om. Kalian lagi bicarakan apa sih? Mas, ayo katanya tadi ajak Aku ke sana lagi." Reva memotong ucapan dua Pria itu.
Dan mereka berdua tadi berdiskusi secara diam-diam tanpa Reva mendengar.
"Iya ayo, Rev." kata Daniel sambil menatap ke arah Loius dan memberikan isyarat.
Sementara Louis hanya menghela nafas panjang dengan melihat kepergian Reva.
__ADS_1
"Rev." panggil Daniel
"Kenapa mas?"
"Kamu tadi kok bisa sih tiba-tiba lagi sama si Louis?" tanya Daniel
"Iya Mas, tadi itu pas aku lagi sama kalian ya, tiba-tiba Om Loius itu melihat ku dan menyuruh aku mendekatinya, terus pas aku udah samperin dia, Om itu ngajak aku ngobrol di tempat yang tadi gitu mas, tapi emang kenapa sih Mas Aku sampai di cariin segala?" gantian kini Reva yang bertanya karena penasaran.
"Rev, Mbak mu itu masih belum suka kamu dekat sama si Loius, jadi Rev, nanti kamu jangan bilang-bilang kalau tadi kamu udah ketemu dengan si Loius, ya!" pinta Daniel supaya Reva mematuhi permintaan nya tadi .
"Iya deh Mas, tapi mas kenapa ya Mbak sepertinya gak suka sekali sama Om Loius ini, padahal dia baik ya kan Mas." tanya Reva
"Hmm dia emang orang yang baik Rev, tapi dia juga pernah punya kesalahan ya sama seperti mas, yang pernah melakukan kesalahan." kata Daniel membenarkan bahwa Loius emang baik.
"Apa emangnya kesalahan mas sama Om Loius?" tanya Reva mungkin penasaran.
"Ah kalau soal itu mas gak bisa ceritakan Rev, kamu masih belum cukup umur dan ya, nanti setelah kamu dewasa kamu bakal mengerti kok." jawab Daniel
"Tapi mas, aku 'kan jadi penasaran emang apa kesalahan yang teman mas lakukan itu." Reva ternyata sangat ingin tahu.
"Hm yaudah kalau mas gak mau bilang." Reva coba memahami.
"Heh Rev, kamu habis dari mana hah?" tiba di tempat tadi Reva langsung di sembur pertanyaan oleh Kakaknya yang masih terlihat panik.
"Maaf Mbak udah buat mbak cemas ya, Aku habis dari toilet kok tadi." jawabnya sambil duduu di samping Risma.
"Yang benar kamu habis ke toilet? Tapi kenapa lama sekali?" tanya Risma seolah ragu dengan menatap menyelidik.
"Sayang, dia tadi kesusahan cari tempat toilet dan pas mau kembali juga dia lupa arah nya, iya kan Rev?" dua orang itu akah mulai kebohongan.
"Iya iya benar mas, iya Mbak tadi aku lupa lagi jalan kesini, habis ini tuh tempatnya besar sekali loh Mbak." Reva ternyata bisa juga di ajak berbohong.
"Udah tau tempat ini besar kenapa pergi sendiri hah? Harusnya kamu minta antar sama Mbak atau mas Daniel." Risma masih mengomeli adiknya. Sebenarnya dia seperti itu jelas karena dia khawatir dan takut Reva kenapa-kenapa apalagi sekarang mulai banyak berdatangan tamu yang kebanyakan sudah sangat dewasa sekali. Dan tidak menutup kemungkinan juga pesta minum akan segera di mulai.
"Maaf deh Mbak ya, aku udah buat Mbak cemas, tapi aku gak akan pergi sendirian lagi kok." Reva langsung memeluk Risma dia merasa bersalah karena sudah membuat Risma begitu menghawatirkan nya.
__ADS_1
"Hmm Rev, Mbak marah-marah bukan karena beneran marah sama kamu. Tapi Mbak takut ada terjadi sesuatu sama kamu." Risma mengatakan alasannya.
"Hm Mbak, makasih udah perhatian." ucap Reva semakin memeluk erat.
"Itu udah kewajiban Mbak." balas Risma
"Tenang sayang, ada aku yang akan biarin adikmu ternoda." kata Daniel
"Huuh masa sih, bukannya kamu itu ahlinya noda menodai ya?" Risma justru menyindir suaminya dengan mencebik-kan bibirnya.
"Ya ampun sayang itu kan masa lalu, dan Aku lagi belajar dari masa lalu itu loh, jadi Aku bakal jaga adikmu. Yaa itu hitung-hitung menebus kesalahanku loh." Daniel membela dirinya.
"Hm gitu ya, baiklah aku harus berterima kasih padamu kalau kau serius menjaga adikku." ucap Risma.
Daniel hanya manggut-manggut seolah bangga.
Tiba-tiba ada teman Daniel menghampiri nya kemudian mengajak ke tengah pesta dan Risma membiarkan Daniel pergi tapi dengan memperhitungkan agar suaminya itu jangan sampai mabuk.
"Iya sayang, aku gak akan minum kok." janji Daniel sebelum pergi.
Risma melepas kepergian Daniel dan hanya bisa melihat dari kejauhan tentu dia harus memantau agar suaminya tidak kebablasan.
Seorang waiters datang dengan membawa minuman tapi dia tolak karena takut itu ada alkohol nya.
"Saya tidak ingin minum itu, tapi saya minta air putih saja Mas." ucap Risma kepada waiters tadi.
"Ouh baik Nona, mohon di tunggu." ucap waiters dengan berlalu setelah Risma mengiyakan.
"Hai, kakak ipar." tiba-tiba ada yang datang menghampiri Risma dan Reva.
"Apa?" Risma sedikit memekik mendengar ucapan seseorang itu.
"Eh anu, maksudnya hah Ris." kemudian orang tadi meralat ucapannya.
Risma langsung mendelik padanya.
__ADS_1
Tapi karena kedatangan orang ini membuat Risma sedikit tak fokus pada suaminya padahal bahaya tengah mengincar pada hubungan mereka.