Terikat Bersama Paman Muridku

Terikat Bersama Paman Muridku
Fitnahan Daniel.


__ADS_3

Daniel membopong tubuh Risma ke kamarnya lalu menghempaskan tubuh ramping tinggi itu ke tempat tidurnya. Daniel menutup pintu dengan kaki secara kasar.


''T-tidak, jangan beraninya kamu melakukan hal gila itu!'' peringat Risma


''Saya suka wanita yang pura-pura menolak seperti mu ini baby.'' Daniel memberikan seringai diwajahnya.


''Jangan! Jangan berani mendekat!'' Risma panik dia mencari cara untuk bebas dari jerat Daniel.


Risma melemparkan segala barang kearah Daniel namun sayang disana tak ada barang yang bisa menghentikan aksi Daniel.


Risma perlahan mundur untuk menghindari Daniel sebisa mungkin dia akan melarikan diri dari cekal-an Daniel.


''Tolong! Tolong !'' Risma berlari menuju pintu lalu mencoba membuka kunci pintu sambil menggedor-gedor nya dan meminta pertolongan.


Namun lagi-lagi disayangkan kamar itu kedap suara sehingga suara Risma tenggelam tak terdengar.


Risma semakin takut dan bingung tapi dia tidak akan menyerah walaupun ia tak tahu harus berbuat apalagi karena sudah tak ada jalan keluar dari kamar ini.


''Kau mau kemana hm? Kenapa senang sekali bermain-main yang melelahkan, lebih baik cepat kau puaskan saya dan kita akan melayang bersama, hahaha!'' Daniel tertawa terbahak menatap wajah ketakutan Risma.


''Aku peringatkan untuk mu, mundur!''


''Aku bilang mundur! Dan aku tak sudi melakukan hal gila.'' pekik Risma


''Dasar terlalu banyak bicara kau!''


Daniel menarik tangan Risma kembali Pria itu mendorong Risma ke atas kasur dan kali ini Daniel langsung menindih tubuh Risma sehingga mengunci pergerakan Risma.


''Jangan Tuan!''


''Aku disini untuk menolong ponakan mu, tapi kau malah seperti ini.'' Risma masih mencoba menyadarkan Daniel.


''Dan saya tidak suka dengan wanita yang mengatur hidup saya! Kau camkan itu .'' balas Daniel


Dengan satu tarikan Daniel merobek baju atas Risma lalu menatap intens pada dia gunung yang terlihat menyembul dari balik kain itu.


''Ahh!'' Risma kaget dan langsung menutup miliknya dengan jari.


''Kau lumayan indah juga.'' racau Daniel kemudian mencium gunung itu walaupun selalu di halangi oleh tangan Risma.


''Ahh ...Kau sangat wangi, dan Sepertinya milik mu ini nikmat sayang.'' kembali Daniel meracau


''Jangan kau kotori tubuh ku, Aku tidak rela hikss.''


''Iya itu karena kau belum merasakan milik ku sayang, tapi setelah kau merasakan kau akan menikmati nya bahkan saya jamin kau akan ketagihan, hahaa.''


''Cukup! Dasar pria tidak waras biarkan aku pergi.''


''Ooh tidak bisa semudah itu, lihat burung ku sudah siap begini dan tidak akan kubiarkan kau pergi begitu saja.'' dengan tak tahu malunya Daniel mengarahkan tangan Risma pada pusaka nya.


'Ya Tuhan tolong Aku.''


''Tidak, jangan, ku mohon jangan lakukan itu, jangan!''


''Ahhhk! Sakit!''


''Shhh sayang, kenapa kau sempit sekali.''


''Tapi kau sangat nikmat.''

__ADS_1


''Kurang ajar, lepaskan aku!''


Namun Daniel semakin bermain-main dengan kasar dan sangat menikmati keindahan Risma.


'Ampunilah Aku, aku sudah sangat berdosa Tuhan, dosa besar.'


Hingga beberapa kali Daniel tak juga selesai sampai tak sadar entah berapa jumlah cairan yang masuk kedalam inti Risma.


''Aaahh sakit.'' Risma kesakitan luar biasa.


''Auuuh sayang kenapa ini sangat enak, kau beda dari yang lain baby!'' Daniel mencium kening Risma yang di tepis langsung oleh Risma.


''Aku gak kuat lagiih.'' Risma pun jatuh pingsan sementara Daniel masih melakukan nya dengan puas.


**


Matahari sudah naik begitu sangat tinggi namun dua manusia berbeda jenis itu masih bergulung dalam selimut tebal dan enggan melepaskan pelukannya, Daniel lah yang memeluk Risma sementara Risma dalam posisi memunggungi Daniel.


Semalam Yuizi juga ketiduran karena menunggu Risma yang lama dari dapur, tapi saat pagi datang Yuizi dikejutkan dengan tidak adanya Risma di kamarnya.


Yuizi langsung bangun kemudian ia ke kamar mandi dulu untuk mencuci muka, lalu Yuizi turun ke bawah dan dia melihat dua teman Paman nya masih pada tertidur pulas di karpet, Yuizi pun kembali berjalan menuju dapur dimana terakhir Risma pergi.


Saat sampai di dapur rupanya tidak ada keberadaan Risma sehingga ini membuat Yui semakin cemas dan takut terjadi hal yang tak diinginkan kepada Risma.


''Bu, Bu Risma.''


''Bu, ibu dimana?''


''Ya ampun, Bu Risma tidak ada di dapur, terus kemana Bu Risma sekarang, Bu ... Ibu dimana Bu ?'' tanya Yuizi berteriak memanggil Risma.


''Apa aku coba tanya paman ya, kayaknya paman ada di kamarnya.'' akhirnya Yui pergi ke kamar Daniel sambil matanya mencari-cari di ruangan lain barangkali ada Risma disana.


Tak Tak


Dorrr


Dorr


Dengan tak sabaran Yui mengetuk pintu kamar sang Paman itu karena Daniel kalau tidur seperti kebo yang susah untuk bangun .


''Paman, Paman bangun.''


''Bangun paman.''


Dorrr


doorr


''Euh, siapa pagi-pagi begini gedor pintu.'' bentak Daniel matanya terasa berat untuk bangun.


Risma merasa terusik dengan suara pintu juga pergerakan seseorang di sampingnya, ''Reva, kamu ada di kamar Mbak ada apa Rev?'' gumam Risma salah mengira.


Risma pun merasa aneh dengan tubuhnya yang sangat sakit semua terasa begitu ngilu. ''Rev, kok badan Mbak pada sakit?'' tanya Risma seraya membuka mata dan yang pertama dia lihat dad tegap seperti dada Pria.


''I-ini apa?'' sambil mendongak dan ia semakin terkejut karena ada wajah seorang pria.


''Aaaaahh!'' jerit Risma terkejut


''S-siapa kamu?''

__ADS_1


''Siapa saya? Kau sendiri siapa?'' tanya balik Daniel


Risma coba mengingat-ingat apa yang terjadi dan detak berikutnya jantungnya langsung berdegup kencang apakah yang ada diingatkannya mimpi dan salah?


Untuk memastikan Risma dengan takut melihat kondisi tubuhnya, ''Aaaaa ... Ini tidak mungkin!'' kembali Risma histeris.


Risma meremas selimut mendekap nya kuat, ternyata ini nyata dia telah ternoda, hidupnya sekarang hancur.


''Ini tidak benar.'' Risma menggeleng kuat


''Hei kau kenapa sih? Tiba-tiba berteriak dan nangis.'' ucap Daniel masih belum bisa mencerna pikirannya karena efek dari mabuk yang dia minum.


''Apa? Kau tanya apa hah? Kau bajingan!''


''Hei berani sekali kau! Mengatai saya kayak gitu!'' Daniel tak terima.


''Paman, buka pintunya Aku ingin mengatakan sesuatu.'' ujar Yuizi masih memanggil Daniel.


''Yui,'' Daniel beranjak lalu dia memakai celananya langsung di depan Risma tanpa tahu malu.


'Ya Tuhan dia tidak tahu malu.' Risma memalingkan muka.


Risma panik dan khawatir bila Yuizi melihat kondisinya seperti ini Risma takut Yui berpikir yang tidak-tidak tentang dia, karena berada di kamar Paman nya ini.


''Sshh.'' Risma beranjak walaupun bagian bawahnya terasa sakit dan pedih. Risma akan ke kamar mandi untuk memakai kembali pakaiannya yang sudah terkoyak.


Ceklek


''Paman, aku mau bicara.'' ucap Yui begitu pintu di buka.


''Ada apa Yui? Kau terlihat cemas.'' kata Daniel


''Itu Paman, aku mau minta tolong sama Paman tolong cari ibu guru Yui Paman.'' pinta Yuizi


''Ibu guru mu? Cari dimana Yui kau ini aneh?'' Daniel belum sadar dengan wanita yang tadi berada di kasurnya.


''Di rumah ini paman, semalam guru Yui ke dapur tapi pas Yui bangun tidur Ibu guru Yui gak ada Paman ayo kita cari cepat Paman.'' desak Yuizi khawatir pada Risma.


''Tunggu Yui!''


''Ada apa Paman, ayo Aku takut guru ku kenapa-kenapa.''


Daniel menoleh ke dalam kamarnya lagi dia mulai ingat dengan wanita asing itu.


''Yui apa guru mu itu tinggi dan masih muda?'' tanya Daniel


''Iya Paman benar tapi kok Paman tahu?''


''Jelas Paman tahu karena dia ada disini ''


''Ada disini?'' Yui langsung menerobos masuk


''Kenapa ibu guru ada disini Paman, bagaimana bisa?'' Yui kebingungan.


''Ouh itu karena ...?'' Daniel pun bingung mau menjawab apa.


''Karena apa Paman cepat bilang!'' desak Yui


''Karena dia datang kesini dan menggoda Paman, sehingga dia memaksa Paman untuk tidur dengan nya.'' jawab Daniel ini sangat mengejutkan.

__ADS_1


''A-apa! Tidak mungkin, Bu Risma seperti itu!'' Yui shock.


Bayangan semalam mulai menghampiri ingatan Daniel, tentang Risma yang menuduh Dika melakukan pelecehan pada Yui, sehingga hal ini membuat Daniel membalikkan keadaan jadi memfitnah Risma sudah menggoda nya tadi malam.


__ADS_2