Terikat Bersama Paman Muridku

Terikat Bersama Paman Muridku
Di keluarkan dari sekolah


__ADS_3

Risma sudah kembali ke rumah sejak siang tadi, dia memaksa pulang padahal kondisinya belum sembuh total.


Tapi Risma enggan berlama-lama di rumah sakit dia merasa semakin mual mencium aroma obat-obatan di tambah ia juga harus menghemat uang sebab dirinya bukan orang yang banyak uang, untuk membayar biaya rumah sakit ini.


''Kamu tahu kan alamat rumah pria itu?'' tanya Bu Maya


''Ibu mau apa Bu ?'' tanya balik Risma dengan suara pelan seraya melirik ibunya.


''Ibu gak bisa diam saja Ris, melihat mu seperti ini menanggung semuanya sendiri. Ibu akan meminta pertanggungjawaban dia.'' ujar Bu Maya.


''Tapi Bu, Aku ... Aku gak bisa harus hidup satu atap dengan manusia seperti itu.'' ujar Risma


''Lalu bagaimana Risma? Apa kamu mampu menghidupi anakmu ini tanpa status dan tanpa sosok Ayah? Ris, sudah cukup ibu saja dulu yang banting tulang menghidupi kalian yang tanpa adanya sosok Ayah kalian.'' ucap Bu Maya dengan berlinang air mata bila ingat bagaimana dia susahnya mencari uang untuk kedua putrinya, sementara dulu suaminya sudah meninggal dari saat Reva dan Risma masih kecil-kecil.


''Bu ... Maaf bukan maksud Risma kaya gitu, tapi posisi nya beda Bu. Pria itu kasar dan licik.'' kata Risma mereka kini sama-sama menangis.


''Ibu cuma gak mau kamu malu Ris, kalau menikah kan kamu ada status dan tidak akan menjadi gunjingan orang-orang.'' ibu mengatakan kecemasannya.


''Ibu, Risma insyaallah kuat Bu. Asal ada Ibu dan Reva selalu di samping ku, aku akan coba menguatkan nya.'' ujar Risma seraya mendekap tangan Bu Maya.

__ADS_1


''Baiklah sayang, tentu ibu akan selalu ada untukmu. Ibu adalah ibumu, bagaimana pun kmu kondisi mu, Ibu menyayangimu. Ibu tidak akan biarkan tetangga atau siapapun menyakiti mu lagi ya Nak.'' ibu membawa Risma dalam dekapannya.


''Bu terima kasih banyak, ibu selalu ada untukku.''


''Tentu Nak, tentu.''


**


''Dika! Katakan pada saya, apa benar kau pernah berniat ingin melakukan hal kotor kepada anaknya Doni ?'' tiba-tiba Ayah Dika datang ke apartemen Dika lalu bertanya dengan marah-marah.


''Ayah!'' Dika berdiri menatap ayahnya ''Apa yang Ayah katakan, Aku gak seperti itu Yah '' ucapnya membela diri


''Jangan berbohong kamu Dika! Sudah jelas si Doni bicara sama ayah kamu ingin berbuat hal tidak senonoh kepada putrinya, kamu ini apa tidak punya malu hah? Anaknya itu masih kecil, dan ayah tidak suka ya kamu seperti itu!'' bentak Ayah Dika


''Ayah kenapa gak percaya sama Aku, Aku gak mungkin juga melakukan hal itu Yah, ini salah paham yang melakukan hak tak senonoh bukan Aku tapi si Daniel.'' kini Dika justru mengarahkan pembicaraan membawa-bawa Daniel.


''Halahh kalian itu sama saja, sudah membuat malu. Ingat ini Dika, jangan sekali-kali lagi kamu berbuat kaya gitu, buang jauh-jauh pikiran kotor mu itu! DAN hidup yang berguna, atau kamu Ayah usir seperti si Daniel, mau kamu ?'' ancam Ayahnya.


''Iya iya Yah, ngapain sih pakai ngusir ngusir segala.'' protes Dika

__ADS_1


''Memang itu hukuman yang pantas untukmu.'' setelah mengatakan itu Ayah Dika pergi tanpa mau mendengarkan lagi Ucapan Dika.


''Sialan gue juga kena.'' umpat Dika kesal padahal di lah dalang nya semua kejadian ini.


**


Risma kembali ke sekolah untuk mengajar hari ini setelah kemarin dia dua hari ijin lagi karena kondisinya benar-benar tidak bisa menjalankan pekerjaan nya ini.


Namun belum sempat Risma ke ruangan kelas, tiba-tiba dia di panggil oleh kepala sekolah untuk ke ruangannya.


''Tumben Bu kepsek memanggil ku.'' gumam Risma sambil berjalan.


''Permisi Bu, apa Anda memanggil saya.'' ujar Risma


''Oh Risma iya, masuk Ris.'' kata Bu kepsek.


''Iya Bu, maaf ada apa ya Bu ?'' tanya Risma


''Begini ya Risma sebelumnya saya mau minta maaf, karena saya dengan berat hati dan terpaksa harus mengeluarkan kamu dari sekolah ini, kamu sudah tidak bisa lagi mengajar disini.'' tiba-tiba ucapan Bu kepsek ini mengejutkan Risma.

__ADS_1


''A-apa Bu?'' pekik Risma shock.


__ADS_2